Tampilkan postingan dengan label Fairytale. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fairytale. Tampilkan semua postingan

LILI DAN RANTING POHON

Senin, 28 Oktober 2013
Lili dan Ranting Pohon
Ada kisah tentang Lili dan Ranting Pohon. Lili adalah seorang gadis cantik yang sangat cerdas. Ia tidak pernah menyombongkan kelebihan yang ia miliki, ia selalu menolong sesamanya yang membutuhkan. Lili selalu membantu warga kampung untuk bercocok tanam. Kemampuannya bercocok tanam bisa dibilang sangat baik, itu semua Lili dapat dari ayahnya yang dulunya adalah seorang petani yang hebat. Ayahnya pun sama baik hatinya seperti Lili, ayahnya tak pernah pelit untuk berbagi ilmu bercocok tanam. 

Namun hidup tidak selalu mulus seperti yang dibayangkan, meski selalu berbuat baik masalah-masalah itu selalu datang. Ada segelintir orang yang tidak menyukai Lili, itu semua didasari rasa iri hati mereka karena Lili mempunyai banyak kelebihan. Mereka selalu berusaha menjatuhkan Lili, memfitnah, menghujat, bahkan pernah suatu ketika warga kampung dihasut oleh orang-orang tadi agar membenci Lili hingga mereka merusak dan membakar rumah yang Lili tempati bersama ayahnya itu. Lili selalu berbesar hati dengan sikap orang-orang itu, ia tidak pernah sekalipun membenci orang-orang yang amat membencinya itu. Ayahnya pun selalu mengajarkan untuk tidak dendam pada siapapun termasuk orang-orang yang telah menyakitinya. 

Ketika Lili sudah tidak mempunyai apapun, ia dan ayahnya memutuskan untuk tinggal ditengah hutan, dan memulai bercocok tanam disana. Mereka membuat gubuk sederhana yang nyaman untuk ditempati lalu mulai membuat ladang baru. Namun Lili tak pernah sekalipun dendam dengan orang-orang yang sudah membakar rumahnya, ia tetap selalu memperhatikan kondisi ladang para warga di kampungnya dulu. Diam-diam Lili selalu mengamati perkembangan ladang milik warga. Suatu ketika kekeringan melanda, ladang warga pun dipastikan gagal panen. 

Namun Lili dan ayahnya sudah mengantisipasi dengan membuat kincir air yang dialirkan dari sungai abadi yang berada ditengah hutan. Lili sangat khawatir dengan ladang-ladang milik warga yang mengalami kekeringan itu, namun ia tak mungkin kembali lagi kesana karena semua orang disana telah dihasut sehingga membenci ia dan ayahnya. Maka Lili dan ayahnya pun diam-diam pada malam hari mencoba mengalirkan air dari kincir air yang dibuatnya ke ladang-ladang milik warga. 

Hingga pada suatu malam dimana Lili dan ayahnya sudah berhasil mengalirkan air, mereka dipergoki warga kampung. Maka warga kampung yang murka pun menghakimi Lili dan ayahnya tanpa ampun. Ayahnya pun menghembuskan nafas terakhirnya malam itu, dan meninggalkan Lili seorang diri. Keesokan harinya Lili duduk disebelah pusara ayahnya yang dimakamkan tepat dibawah sebuah pohon yang rindang, ia merasa ini tidak adil, ia pun menangis terisak. Lalu tiba-tiba ada ranting pohon yang jatuh tepat disebelahnya, dan muncullah seorang kakek renta yang kemudian ikut duduk disebelah Lili. 

Lili terkejut dan menatap kakek itu sendu, ia mengamatinya dan merasa tidak pernah melihat kakek itu sebelumnya. Namun kesedihan yang mendalam membuat Lili enggan untuk bertanya, ia masih melanjutkan tangisnya dan tidak menghiraukan kakek tua itu. Tiba-tiba kakek itu membuka pembicaraan dengan berkata "ayahmu sudah tenang disana, ia sangat beruntung karena telah memiliki putri yang baik hati seperti kamu". Lalu dengan enggan Lili menatap kakek itu sambil bertanya "kakek siapa?". Kakek itu pun menjawab "kamu tidak perlu tahu siapa aku, namun aku tahu kamu dan ayahmu adalah orang yang sangat baik". 

Kali ini emosi Lili terpancing ia sangat ingin ayahnya kembali seraya berkata "jika aku dan ayahku orang baik, mengapa kami harus diperlakukan seperti ini?". Lalu si kakek pun mengambil ranting pohon yang terjatuh tadi dan memperlihatkannya kepada Lili. Lihat ini nak, ranting pohon ini terlihat kecil dan tak bernilai. Namun coba kau lihat, ranting pohon ini meski telah dipatahkan, dijatuhkan, bahkan dibakar sekalipun tetap bisa memberikan manfaatnya. Lili semakin tak mengerti "apa maksudnya?". 

Begini, ranting pohon ini sangat berguna untuk kehidupan manusia, sebelum digunakan ia akan dipatahkan, dijatuhkan, kemudian baru dibakar, namun ranting-ranting ini tetap bisa memberikan manfaat untuk kita semua, dari ranting-ranting inilah muncul api yang bisa dipergunakan untuk memasak, menghangatkan tubuh, dan sebagainya. Namun ranting ini pun bisa menciptakan api yang bisa membakar dan menghanguskan seluruh isi kampung. Tapi, ranting ini sangat jarang dipakai untuk menghancurkan, lebih sering digunakan untuk hal yang bermanfaat. 

Jadi sebenarnya kita sebagai manusia pun harus memiliki hati yang sangat lapang, meski telah dipatahkan berkali-kali, dijatuhkan berkali-kali pula, bahkan harus dihancurkan sekalipun, kita masih mempunyai banyak kemungkinan untuk tetap memberikan manfaat bagi sekitar kita. Tuhan selalu tahu yang terbaik untuk kita, dan memberikan yang terbaik meski dalam keadaan yang sulit sekalipun. Kamu seharusnya tetap semangat dan terus memberikan banyak manfaat untuk orang lain termasuk yang membencimu sekalipun. Tunjukkan jika kamu kuat, dan terus berdoa agar ayahmu ditempatkan ditempat yang paling baik. 

Kakek itu pun menutup perkataannya dengan tersenyum, Lili pun menghapus air matanya, namun kakek itu pun menghilang seketika. Dan tak lama datang segerombolan warga menghampiri Lili dan meminta maaf atas kesalahan mereka, mereka baru menyadari jika yang dilakukan Lili dan ayahnya malam itu adalah hal yang sangat membantu mereka. Lili pun dibuatkan rumah baru dikampung itu, dan kembali diterima oleh warga desa.

Okty Imagine ^_^


Read more ...

DESA SENYUM EPISODE TERAKHIR

Senin, 07 Oktober 2013
Sesosok besar itu, dengan sekejap mengibaskan lengannya, hingga membuat Agni Rajasa terpental jauh dan mengerang kesakitan. Pangeran pun mencoba menolong ibunya dan meneriaki sosok besar itu dengan umpatan-umpatan kasar seraya berkata jika Agni Rajasa adalah anaknya yang selama ini ia rindukan. Semua warga yang ada didalam kerumunan berlarian menjauh dari Ksatria Hitam itu. 

Sambil terisak Agni Rajasa memeanggil-manggil ayahnya dengan nada sendu, dan kesedihan yang amat dalam. Namun sosok besar itu mengerang dengan suara khasnya yang sangat besar entah apa maksudnya tapi erangan itu menggambarkan duka yang teramat sangat. 

Terduduklah sosok besar itu, dan seperti manusia yang sedang bersedih sosok itu pun seraya mengeluarkan air mata dan terus mengerang dengan penuh kedukaan. Agni pun menghampiri ayahnya tadi kemudian memeluknya erat sosok hitam itu pun memeluk anaknya dengan penuh rasa rindu. 

Entah apa yang terjadi sosok hanya dalam hitungan menit sosok hitam itu berubah menjadi lekaki tua yang terkulai lemah dipelukan Agni. Seraya berkata "ayah senang bertemu denganmu nak, jaga dirimu baik-baik, ayah sudah bisa pergi dengan tenang sekarang". 

Kemudian lelaki tua itu pun menghembuskan nafas terakhirnya dengan raut muka tersenyum penuh kebahagian. Agni pun tak dapat menyembunyikan tangisnya lagi, ia menangis sambil memeluk jasad ayahnya. 

Keesokan harinya jasad ksatria hitam itu pun dimakakmkan bersebelahan dengan isterinya. Setelah kejadian itu semua warga Desa Senyum terlepas dari kutukan itu. Semuanya bebas saling sapa, dan bercengkrama dengan siapa pun. 

Warga Desa Senyum pun hidup sejahtera dengan tanahnya yang subur dan sumber pangannya yang melimpah. 

Selesai ^__^

OKty Imagine ^_^

Read more ...

Desa Senyum Part 6

Selasa, 03 September 2013


Sejak saat itu, tidak ada yang berani membantah apa yg dikatakan makhluk hitam besar itu yg tidak lain adalah sosok penjelmaan dari Rajasa. Tidak ada yang tahu pasti mengapa Rajasa berubah menjadi sosok hitam itu, yg mereka tahu mereka harus mematuhi apa yang dikatakan makhluk hitam besar yang mereka sebut “ksatria hitam” termasuk perintah untuk tidak saling berbicara banyak satu sama lain dan tidak boleh tersenyum pada siapapun sepertinya makhluk itu sangat benci melihat orang tersenyum. 

Ya, seperti itulah cerita yang kami tahu “pria setengah baya itu menutup kisahnya”. Sang pangeran pun tercengang mendengar cerita yang telah diutarakan oleh pria itu, bukan karena mendengar cerita menyeramkan dari sosok hitam itu, tapi karena ia mendengar nama Agni Rajasa pada kisah itu yang tidak lain adalah nama asli dari Ibundanya sendiri yaitu Kanjeng Ratu Sukmasari. Lama pangeran terdiam sambil sesekali memperhatikan sepasang suami isteri yang ada di depannya. “Baiklah, aku mohon pamit” sambil berjalan keluar dari gubuk itu sang pangeran pun memutuskan untuk kembali ke Kerajaan. 

Sesampainya dikerajaan sang pangeran langsung menemui Ibundanya. Betapa senangnya sang ratu menyambut kepulangan anak tercintanya. Tanpa menunggu lagi, pangeran pun langsung menceritakan maksud dan tujuannya kembali ke kerajaan hari itu. Sang Ibunda pun tak terasa meneteskan air mata kesedihannya sungguh tak disangka kisah kelam dimasa kecilnya itu kembali diingatkan oleh sang buah hati. Sang Ratu tak menyangkal, ia pun mengiyakan bahwa Putra Rajasa itu adalah ayahnya yang sudah terpisah darinya sejak 30 Tahun lamanya. Sambil terisak dan memeluk putra tercintanya, sang Ratu membisikkan sesuatu pada pangeran “Ibu sangat rindu dia”.  Dulu ketika kakeknya masih hidup, sang Ratu selalu dilarang untuk bertemu dengan ayahnya yang tak lain adalah Putra Rajasa, hingga dia pun tak pernah mendengar lagi kabar tentang ayahnya tersebut. Sambil menahan tangis kali ini sang Ibu pun berkata “tolong pertemukan Ibu dengan dia”.

Pangeran pun akhirnya menceritakan semuanya pada Ayahanda nya, dan meminta izin untuk mengajak ibunda nya menemui Ksatria Hitam itu. Tepat pada bulan berikutnya, tepat pada malam dimana ritual rutin itu biasa berlangsung pangeran beserta ibundanya dan dikawal oleh beberpa pengawal kerajaan pergi ke hutan tempat dimana ritual itu diadakan. Malam itu, diam-diam mereka mengintai dari kejauhan, terlihatlah sosok hitam besar itu pangeran pun memberi tahu pada Ibu nya bahwa sosok hitam besar itu adalah Putra Rajasa ya ayahnya. Ibunya pun terisak menahan tangis, kemudian keluar dari persembunyian dan berlari menuju kerumunan orang itu mencoba memeluk sosok hitam besar itu.
Bersambung............

Okty Imagine ^__^










Read more ...

LILI ( Menjadi Diri Sendiri )

Senin, 29 Juli 2013
Dulu disebuah desa yang bernama Desa Senyum ada seorang gadis cantik, baik hati, ramah, dan sangat bersahabat dengan siapa pun. Dia sangat menyukai bunga, setiap pagi dia selalu menyempatkan diri merawat bunga-bunga cantik yang ia tanam diperkarangan rumahnya. Bermacam-macam bunga ia tanam dan ia rawat setiap hari dengan senang hati. Bunga kesukaannya adalah bunga lili, ya bunga berwarna putih nan cantik yang selalu membuatnya bersemangat setiap harinya. Lili, yaa gadis itu pun mempunyai nama serupa dengan bunga kesukaanya, Lili namanya. Sama seperti bunga itu Lili pun memiliki kecantikan yang serupa, keindahan yang membuatnya banyak disukai oleh para pemuda desa dan amat dibenci oleh para gadis-gadis di desa. Bagaimana tidak, semua pemuda hanya memandang kesatu arah saja yaitu Lili, hanya Lili yang mereka sukai maka Lili pun tak memiliki teman mereka membenci Lili mereka menganggap Lili adalah biang dari semua masalah yang ada. Padahal gadis-gadis lain di desa itu tidak kalah cantik. 

Masalah pun bermunculan, pemuda-pemuda tersebut saling berebut menarik perhatian Lili, berbagai cara dilakukan, tak ada lagi kawan mereka semua menjadi lawan . Tak jarang terjadi kesalahpahaman yang menimbulkan keributan, diluar itu para gadis-gadis desa saling berlomba-lomba mempercantik diri untuk menarik perhatian dari pemuda idaman mereka. Namun tak membuahkan hasil, para pemuda itu tetap memandang kearah Lili. Lili semakin bingung dengan keadaan itu dia tidak mau masalah itu semakin berlarut-larut, Lili merasa sangat kasihan pada gadis-gadis itu. Gadis-gadis itu berusaha membuat dirinya seperti Lili, pakaian cara Lili bersikap semuanya mereka tiru, mereka beranggapan dengan berusaha menjadikan diri mereka semirip mungkin dengan Lili mereka bisa membuat mereka disukai para pemuda itu. 

Namun, lagi-lagi semuanya sia-sia, tak pernah sekalipun pemuda-pemuda itu mengalihkan pandangan mereka. Hingga pada suatu hari para gadis-gadis itu beramai-ramai mendatangi rumah Lili, mereka menginginkan Lili pergi dari desa mereka. Mereka ingin Lili pergi, ya hanya itulah satu-satunya cara yang mereka anggap bisa menyelesaikan masalah mereka. Akhirnya orang tua Lili pun menganjurkan Lili untuk pergi smentara ke rumah kakeknya yang berada di Desa tetangga. Sebuah desa yang sangat menyenangkan, semua warganya ramah, baik hati, dan yang terpenting Lili merasa aman di desa itu. Ketika bermalam dirumah kakeknya, Lili banyak bercertita dan kakeknya pun banyak menasehati. 

Hingga pada keesokan harinya Lili berjalan-jalan melihat-lihat ke setiap sudut desa. Lili merasakan suasana yang berbeda dengan tempat desanya tinggal, gadis-gadis itu sangat ramah dengan karakternya masing-masing semuanya nampak berbeda dan menarik. Ya Lili tau apa yang terjadi di desanya, apa yang terjadi pada gadis-gadis di desanya, mereka tidak menjadi diri mereka sendiri, mereka sibu berlomba-lomba untuk menjadi seperti Lili. Dan akhirnya mereka terlihat sama dan sangat tidak menarik. Akhirnya Lili memutuskan untuk kembali ke desanya dengan harapan bisa mengutarakan pendapatnya pada gadis-gadis itu. 

Lili pun memberanikan diri mendatangi gadis-gadis itu dan meminta mereka untuk menjadi dirinya sendiri dengan kecantikan yang mereka punya apa adanya tanpa meniru siapa pun. Awalnya gadis-gadis itu berontak dan tidak ingin mendengarkan yang Lili bicarakan, namun Lili mencoba meyakinkan mereka dan Lili berjanji tidak akan menampakkan dirinya di depan pemuda-pemuda itu sampai keadaan menjadi lebih baik. Akhirnya mereka mencoba memahami apa yang Lili bicarakan, sebenarnya mereka pun lelah terus-menerus menjadi seperti Lili, tidak menjadi diri mereka sendiri. Akhirnya mereka mencoba menjadi diri mereka sendiri, pemandangan yang lain pun terlihat semuanya memiliki karakternya masing-masing dan sangat terlihat menyenangkan. Mereka mulai menyadari betapa mengasyikkannya tetap menjadi diri mereka sendiri, tak peduli mereka akan disukai atau tidak. 

Hari berganti hari para pemuda-pemuda desa itu mulai menyadari jika para gadis-gadis itu sangat menarik, mereka mulai mengalihkan pandangan mereka pada gadis-gadis itu. Ya akhirnya mereka memiliki pasangannya masing-masing lalu menikah dan hidup dengan bahagia. Lili pun sangat merasa bahagia meilihat semuanya berbahagia, hingga pada akhirnya Lili pun menjatuhkan pilihannya pada seorang pemuda yang tetap setia menunggu Lili. Sama seperti mereka Lili pun menikah dan hidup bahagia dengan pasangannya. 

Ya, itulah kehidupan percaya atau tidak tuhan telah mengatur semuanya dengan indah, begitupun dengan perbedaan, tinggal bagaimana menyikapinya dan menjadikan semuanya lebih bermakna. Mungkin ketika kita melihat hidup seseorang dan merasa itu lebih menyenangkan dari kehidupan yang kita miliki, dan berusaha menjadi seperti dia tanpa kita sadari kita telah menghilangkan kebahagiaan kita sendiri demi sesuatu yang semu. Syukurilah apa yang kita miliki, menjadi cantik mungkin menyenangkan tai percayalah kebaikan hati dan tetap menjadi dirimu apa adanya akan membuat kamu terlihat cantik melebihi kecantikan apa pun. Tersenyumlah…



Okty Imagine ^__^
Read more ...

DESA SENYUM PART 5 ^__^

Jumat, 26 Juli 2013
Tak pernah terlihat kebahagiaan di dirinya, semuanya nampak datar nampak biasa saja, tak ada yang istimewa dari kehidupannya. Rajasa sangat dihargai di desa tersebut, seluruh warga sangat patuh padanya, tepat setelah hujan malam itu, entah mengapa desa itu dilanda kekeringan yang sangat hebat. Tak ada air, padi para petani pun gagal panen, tumbuhan layu, sangat mengerikan sekali berada di desa itu. 

Banyak dari masyarakat desa itu pergi ke desa lain, mereka tak tahan terus-terusan berada di situ. Sedangkan Rajasa, setiap harinya hanya dihabiskan untuk merenung, dia membuat sebuah gubuk sederhana di tengah hutan, tepat disamping makan isterinya. Sampai pada akhirnya Rajasa menyadari apa yang terjadi pada desa itu, Rajasa pun memutar otak untuk menciptakan sumber air di desa tersebut. Berbagai cara telah dilakukannya, menggali terus menggali barangkali menemukan sumber mata air yang bisa menghilangkan sedikit dahaga pada warga sekitar, namun hasilnya nihil. 

Sampai pada suatu malam Rajasa merasa sangat terpukul, ia merasa sangat bodoh, dan merindukan sosok anak dan isterinya itu. Malam itu Rajasa menangis sangat kencang, teriakannya terdengar sampai keluar hutan, tanpa ia sadari teriakannya mengundang orang-orang yang mendengarnya masuk kedalam hutan mencari sumber suara itu. Sampailah orang-orang tadi pada sebuah gubuk kecil yang ditinggali Rajasa, mereka terkejut melihat seorang lelaki kurus kering sedang meninju-ninju tanah disamping makam isterinya. 

Orang-orang yang datang itu pun mencoba mendekati Rajasa, namun apa yang terjadi ketika itu tiba-tiba muncullah mata air yang menyembul dengan derasnya dari tanah disamping makam isteri Rajasa hingga terlihat seperti air mancur, orang-orang yang ada disekitar Rajasa sangat terkejut dan berusa menghindar, dan tak berapa lama hujan pun turun dengan derasnya. Para warga meski masih dengan rasa terkejut yang ada berteriak kegirangan. Ada yang bersorak-sorai, ada yang sujud syukur, ada yang berlari-lari bahagia, semuanya menyambut bahagia hujan malam itu. 

Hingga pada keesokan harinya orang-orang berdatangan ke gubuk reot Rajasa sambil membawakan bahan makanan, mereka menganggap Rajasa adalah orang yang sakti. Sejak saat itu, Rajasa sangat disegani di desa tersebut, Rajasa pun menyambut baik kebaikan dari orang-orang di desa itu. Mereka pun mulai kembali bercocok tanam, semua bahagia, tapi tidak dengan Rajasa ia tetap bersedih sepanjang hari, tak pernah ada yang bisa membuatnya tersenyum. Hingga pada suatu hari Rajasa hilang ditengah hutan, berhari-hari tak ada kabar. 

Dan setelah kepergian Rajasa hari itu desa kembali dilanda kekeringan, semuanya panik, air pun kembali susah ditemui. Banyak diantara mereka yang mengungsi ke desa lain yang memiliki pasokan air yang banyak. Beberapa orang didesa tersebut termasuk para tetua desa mencoba mencari Rajasa, mereka khawatir dengan keadaan Rajasa, mereka mencari ketengah hutan, Rajasa tetap tak ditemukan. 

Hingga pada suatu malam desa itu turun hujan sangat deras, petir menggelegar, warga desa nampak senang dengan turunnya hujan yang mereka tunggu-tunggu itu. Namun, tidak lama setelah itu terdengar suara mengaum sangat kencang dari dalam hutan, para ibu-ibu dan anak-anak ketakutan suasana malam itu sangat mencekam. Beberapa orang bersama tetua desa pun mencoba mencari tahu asal suara itu, betapa terkejutnya mereka ketika menemukan sosok hitam besar sedang duduk didekat makam isteri Rajasa. Suaranya yang besar terdengar seperti sedang meratap. Bersambung lagi..hehe ^^



Okty Imagine ^__^
Read more ...

Desa Senyum Part 4 ^__^

Kamis, 04 Juli 2013
Sesampainya di gubuk tersebut, pangeran pun dipersilahkan masuk ke dalam. Sang suami pun membaringkan isterinya di tempat tidur, sambil sesekali memegangi dadanya yang sesak. Pangeran pun mencoba membantu, dengan cekatan ia mengambilkan air putih dari teko kendi yang berada di atas meja kecil dekat tempat tidur lalu memberikannya kepada ibu tersebut. Lama mereka saling terdiam, pangeran mun menatap dengan seksama ke setiap penjuru ruangan. 

Sampai pada akhirnya pangeran pun memberanikan diri bertanya, "kenapa kalian diperlakukan seperti itu". Lelaki setengah baya yang terlihat ketakutan itu hanya diam, tanpa memberi penjelasan apa pun. Lalu pangeran meneruskan kata-katanya "ada apa dengan desa ini, mengapa kalian sering terdiam, tanpa pernah tersenyum ramah satu sama lain, apa maksud dari ritual yg kalian lakukan barusan?". Lagi-lagi tak ada yang menjawab, kali ini lelaki itu hanya menatap isterinya dengan tatapan kekhawatiran. Pangeran pun mulai kesal, hingga pada akhirnya dengan lantang ia bicara "baik, aku akan pergi kesana lagi dan akan mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi".

Dengan menunjukkan ekspresi kekesalannya pangeran pun bangun dari duduknya, lalu bergegas pergi, baru sampai pintu rumah itu, tiba-tiba terdengar isak tangis yang menghentikan langkahnya. Ternyata sang ibu itu menangis, sementara sang suami hanya bisa tertunduk kaku tak berdaya. Pangeran pun mengurungkan niatnya, lalu ia menghampiri sang ibu dengan menaruh rasa iba. Kali ini dengan nada sangat lembut pangeran bertanya "sebenarnya kalian kenapa,kenapa kalian diperlakukan seperti itu?". Kali ini sang ibu menjawab dengan nada getir "kami telah membuat kesalahan" lalu kemudian dia meneruskan tangisnya. Pangeran pun semakin penasaran kemudian dia melanjutkan tanyanya "kesalahan apa, sampai kalian diperlakukan seperti tadi?". 

Kali ini lelaki setengah baya yang tadinya hanya tertunduk, mengangkat kepalanya dan berkata "kami telah melanggar sumpah yang telah kami sepakati, di desa kami semua warga tidak diperbolehkan berbicara banyak satu sama lain, baik dengan warga satu desa, atau pun dengan warga luar desa, selain itu kami juga dilarang tersenyum pada siapa pun". Pangeran makin penasaran "lalu siapa sosok hitam besar tadi?". Kami menyebutnya ksatria hitam, dia adalah jin yang sejak puluhan tahun yang lalu sudah menjadi penguasa desa kami, sejak dulu dia melarang seluruh warga desa untuk tersenyum. "mengapa seperti tu?" sang pangeran bertanya dengan penuh rasa penasaran. Menurut cerita dari orang tua kami, dulu ksatria hitam itu adalah manusia biasa bernama Putra Rajasa, dia seorang petani di desa ini, kemudian dia menikah dengan seorang gadis yang bernama Wulan Gemintang dan dikarunia seorang anak perempuan bernama Agni Rajasa. 

Agni Rajasa tumbuh menjadi anak yang cantik dan cerdas, sedangkan dikerajaan san raja dan ratu sangat ingin memiliki anak perempuan, namun sampai pada usia ke pernikahan yang ke sepuluh sang raja tidak dikarunia seorang anak perempuan pun. Hingga pada suatu ketika raja melihat Agni Gemintang yang sedang asyik bermain di area kerajaan, entah mengapa raja sangat menyukai anak itu, sang ratu pun sama-sama menyukai anak tersebut. Berhari-hari raja dan ratu berdiskusi, mereka sungguh menginginkan anak itu, sungguh sangat ingin. Raja pun mengutus pengawalnya untuk menemui Putra Rajasa serta membawa anak beserta isterinya. 

Datanglah Rajasa bersama isteri dan anaknya ke kerajaan, sambil berharap cemas Rajasa coba menenangkan isterinya yang sangat gugup ketika mendengar permintaan sang raja. Tak ada yang bisa menolak permintaan raja, termasuk Rajasa tapi dia tidak mau merelakan Agni ketangan raja, raja bersedia menukar Agni dengan apa pun yang Rajasa inginkan, tapi Rajasa beserta isterinya tetap tidak mau memberikan Agni pada sang Raja. Lalu, raja pun marah dan mengambil paksa Agni dari Rajasa dan isterinya. Rajasa pun tak bisa berbuat apa-apa selain merelakan Agni, hari berganti hari, tahun berganti tahun, hingga isteri Rajasa pun meninggal dunia karena penyakitnya, penyakit batin bercampur rindu yang selalu menghantuinya setiap hari. 

Rajasa pun murka, dia membawa jasad isterinya ke kerajaan, sambil berteriak dia bersumpah tidak akan pernah memaafkan raja dan ratu karena perbuatannya, namun raja tidak menghiraukan dan sambil tersenyum berkata "anakmu bahagia disini bersama kami". Melihat senyum sinis sang raja Rajasa semakin marah, dia benci melihat orang lain tersenyum diatas penderitaan mereka. Namun apadaya, jumlah pengawal kerajaan yang begitu banyaknya tidak bisa mengimbangi kekuatan yang dimiliki Rajasa, akhirnya dengan gontai sambil membawa jasad isterinya Rajasa berjalan menyusuri hutan, ditemani suara petir yang menggelegar beserta hujan yang terus membasahi tubuh mereka berdua, Rajasa terus berjalan tanpa lelah, sampailah dia disebuah desa. Setelah memakamkan isterinya di desa tersebut Rajasa pun berjanji akan mengalahkan sang raja dengan cara apa pun, sejak saat itu tak penah ada gurat senyum diwajahnya..... Bersambung lagi yaa ^__^
Read more ...

Desa Senyum Part 3 ^__^

Selasa, 02 Juli 2013

Namun betapa terkejutnya ia ketika melihat seluruh warga desa sedang berkumpul membentuk sebuah lingkaran tak terkecuali anak-anak bayi pun turut memenuhi kumpulan orang-orang tersebut. Nampak mereka tengah asyik melantunkan syair-syair yang sangat asing terdengar ditelinga sang pangeran. Tampak ditenga-tengah mereka ada 5 orang tetua di desa tersebut sedanng berlari-lari mengitari perapian sambil saling berpegangan satu sama lain. Namun yang membuat mata pangeran itu tidak bisa beranjak adalah pemandangan hitam besar yang ada di tengah perapian itu, sosok hitam yang baru pertama kali ia lihat. 

Sosok itu hanya diam sambil sesekali mengibaskan tangannya dan sambil tertawa dengan lantangnya, membuat orang-orang yang ada disekitar menyemburatkan wajah takut. Sampai pada dini hari, ritual itu pun selesai dilakukan, sosok hitam itu hilang dalam sekejap, pergi entah kemana. Warga pun berhamburan meninggalkan tempat ritual tersebut, nampak para lelaki menggotong para tetua yang kelelahan dan mengantarkan mereka ke rumahnya masing-masing. Entah ritual apa itu, pangeran pun bertanya-tanya dalam hati. Tidak pernah ia melihat sosok semenyeramkan semalam. 

Kali ini pangeran tidak tergesa-gesa, ia mencoba mengamati dengan seksama, setelah kejadian malam itu para warga kembali kepada rutinitas mereka sehari-hari. Tepat satu bulan kemudian, pangeran pun menemukan desa itu lengang tak berpenghuni di malam hari, pangeran sangat yakin pasti sedang ada ritual yang seperti ia lihat satu bulan yang lalu di tengah hutan. Kali ini pangeran berangkat sendiri, ia mengintai dari kejauhan, ternyata benar ritual serupa sedang berlangsung, namun kali ini terlihat lebih dramatis, sosok hitam besar itu sepertinya tengah marah, dengan keji ia mengibaskan tangannya pada sepasang suami isteri yang berdiri ditengah-tengah dekat perapian,dengan suara lantang dia berkata "ini hukuman untuk para pengkhianat seperti mereka" sekali kibas sepasang suami isteri itu pun terpental jauh, dan jatuh tepat di kaki sang pangeran. Pangeran pun berusaha menjauh, taku ketahuan oleh sosok hitam itu. 

Sepasang suami isteri yang malang itu meronta kesakitan, tak ada yang menghiraukan, semua warga itu ketar ketir ketakutan menyaksikan tontonan itu. Semuanya saling memeluk anggota keluarganya masing-masing. Tanpa pikir panjang sang pangeran pun menarik sepasang suami isteri itu ke dalam semak belukar tempatnya bersembunyi. Pangeran mencoba mengobati mereka seadanya, tak banyak yang bisa ia lakukan. Sampai pada akhirnya mereka sanggup berdiri, sambil dipapah oleh sang pangeran mereka menerobos gelapnya hutan menuju rumahnya. Sampailah mereka di gubuk sederhana tanpa pagar itu. Bersambung yaaa..... ^__^


Okty Imagine ^__^
Read more ...

Desa Senyum Part 2 ^__^

Kamis, 27 Juni 2013
Desa Senyum Part 2Setelah cara pertama tidak berhasil akhirnya sang pangeran pun mencoba cara kedua, kali ini ia tidak mau main-main, dia sangat ingin melihat orang-orang itu tersenyum bahagia. Hingga pada akhirnya kali ini melakukan pengamatan serius setia pharinya terhadap tingkah laku para warga sekitar, betapa terkejutnya dia ternyata dalam kehidupan sehari-hari disana, tidak ada obrolan-obrolan diantara mereka, ketika bekerja mereka hanya saling diam, terkecuali ada hal-hal penting yang ingin mereka bicarakan itu hanya seperlunya dan sesingkat mungkin. 

 Kali ini pangeran pun berfikir jika ia akan membuat sebuah pertunjukan komedi yang lebih besar lagi, yang lebih menghibur. Hingga pada akhirnya sang pangeran teringat akan pertunjukan hewan-hewan yang sangat lucu, hewan-hewan itu sangat pandai menghibur. Pangeran teringat akan pertunjukan hewan-hewan itu ketika tampil diacara ulang tahun ayahnya, hewan-hewan itu berhasil menghibur seluruh penonton, semua tertawa gembira, tak terkecuali dirinya. Lagi-lagi persiapan pun dilakukan, semua hewan-hewan penghibur itu pun dikumpulkan dari berbagai penjuru desa. Kali ini sang pangeran tidak main-main dan sangat yakin akan usahanya ini. Semua orang dalam kerajaan dilibatkan, semuanya bekerja keras mempersiapkan pertunjukan tersebut. Sang raja pun sangat mendukung usaha putranya untuk membuat pertunjukan itu. Namun, usahanya kali ini tidak semulus usahanya yg terdahulu, kali ini upayanya ditentang oleh para tokoh masyarakat, mereka menganggap itu hanya pertunjukan yang tidak ada gunanya, mereka merasa terganggu dengan diadakannya pertunjukan-pertunjukan seperti itu di desanya. 

Namun, pangeran tak putus asa, ia memerintahkan kepada seluruh pengawalnya untuk tetap membuat pertunjukan tersebut apapun yang terjadi. Seluruh warga desa diperintahkan untuk datang. Namun, betapa terkejutnya dia ketika acara dimulai tak ada satu pun warga desa yang menghadiri pertunjukan tersebut. 
                            
Hingga pada tengah malam tidak ada satu pun warga yang hadir, pangerang sangat kecewa. Dia pun memerintahkan para pengawalnya menyisir seluruh penjuru desa. Namun, lagi-lagi mereka tidak menemukan satu pun warga didesa tersebut, semuanya gelap-gulita, seperti tidak ada kehidupan malam itu. Pengawal pun melapor kepada sang pangeran, hingga dia merasa perlu mencari tahu sendiri apa yang terjadi, dia menyisir seluruh penjuru desa, tak terkecuali hingga sampai ketengah hutan. Tepat ditengah-tengah hutan pangeran mencium bau pembakaran, dia pun semakin penasaran dan mencoba terus mengarahkan penciumannya ketempat yang dimaksud. Namun betapa terkejutnya ia... Bersambung yaaaa :D

Okty Imagine ^___^
Read more ...

Desa Senyum ^__^

Selasa, 25 Juni 2013
Desa SenyumDulu, ada seorang pangeran baik hati, bermata bulat, berwajah tampan yang sangat dicintai rakyatnya dan senang membuat orang lain tersenyum. Dia tidak pernah marah sekalipun orang lain menyakitinya, sebenarnya sang pangeran tidak sebahagia seperti yang dilihat, tapi dia selalu berusaha tersenyum, karena dia tidak mau melihat orang lain bersedih karena itu, sampai pada suatu ketika, dia bosan tinggal di kerajaan itu, dia ingin hidup lebih mandiri, setelah meminta izin kepada raja yang tak lain adalah ayahnya sendiri, akhirnya sang pangeran diizinkan untuk keluar dari kerajaan dan mulai mencoba hidup diluar kerajaan sebagai orang biasa, sang pangeran pun menyamar menjadi rakyat biasa, dia pergi kesebuah desa terpencil yang sangat indah. 

Disana terdapat pemandangan yang sangat menyejukkan mata pada siapa pun yang melihatnya, udaranya yang segar membuat pangeran betah berlama-lama didesa itu,namun ada satu hal yang tidak disukai pangeran dimana warga didesa tersebut tidak pernah ada satu pun orang yang tersenyum. Entah mengapa setiap orang yang ditemuinya selau menunjukkan ekspresi wajah yang sama, tidak pernah ada gurat senyum dari mereka. Sang pangeran heran, sampai pada akhirnya sang pangeran pun mencoba mencari tahu tentang keadaan tersebut, sungguh ia merasa tidak nyaman dengan keadaan tersebut, baginya senyuman bisa menguatkannya, bisa membuat dirinya semakin hidup, namun ketika sang pangeran mencari tahu tidak ada satu orang pun yang dapat memberikan alasan yang pasti, mengapa warga desa itu tidak ada yang tersenyum senyum sama sekali. 

Hingga pada akhirnya sang pangeran pun merasa tertantang untuk mencari berbagai cara agar warga di desa tersebut bisa tersenyum lagi. Muncul lah ide untuk membuat pertunjukkan komedi, dimana pertunjukkan komedi itu adalah pertunjukkan yang sangat disukai di kerajaan, itu adalah pertunjukkan yang menarik dan selalu berhasil membuat orang lain terhibur. Mulailah sang pangeran menyiapkan acara yang sangat diyakininya bisa membuat para warga desa itu bisa tersenyum kembali. Pangeran memerintahkan para pesuruhnya untuk mulai menyiapkan segala sesuatunya. 

 Hingga pada waktunya, pertunjukkan pun dimulai, para warga desa diminta berkumpul di alun-alun desa, sang pangeran ada diantara warga, karena dia sedang menyamar jadi tidak mungkin dia menunjukkan siapa dia sebanarnya. Tidak ada satu orang pun yang tidak menghadiri pertunjukkan tersebut, ketika pertunjukkan dimulai tak ada sorak-saorai, tak ada kegembiraan seperti pertunjukkan biasanya. Hanya para pesuruh dan pengawal pangeran yang tertawa terbahak-bahak menyaksikan pertunjukkan tersebut. Sang pangeran sangat terkejut tak ada raut senang dari para warga desa, semua hanya terdiam, jangankan untuk tertawa, tersenyum pun tidak. Hingga pertunjukkan selesai, tetap tak ada satu pun yang tersenyum, mereka langsung membubarkan diri, tak ada tepuk tangan, tak ada sorak sorai. Kali ini sang pangeran pun gagal. Bersambung....


Okty Imagine ^__^
Read more ...
Tampilkan postingan dengan label Fairytale. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fairytale. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Oktober 2013

LILI DAN RANTING POHON

Lili dan Ranting Pohon
Ada kisah tentang Lili dan Ranting Pohon. Lili adalah seorang gadis cantik yang sangat cerdas. Ia tidak pernah menyombongkan kelebihan yang ia miliki, ia selalu menolong sesamanya yang membutuhkan. Lili selalu membantu warga kampung untuk bercocok tanam. Kemampuannya bercocok tanam bisa dibilang sangat baik, itu semua Lili dapat dari ayahnya yang dulunya adalah seorang petani yang hebat. Ayahnya pun sama baik hatinya seperti Lili, ayahnya tak pernah pelit untuk berbagi ilmu bercocok tanam. 

Namun hidup tidak selalu mulus seperti yang dibayangkan, meski selalu berbuat baik masalah-masalah itu selalu datang. Ada segelintir orang yang tidak menyukai Lili, itu semua didasari rasa iri hati mereka karena Lili mempunyai banyak kelebihan. Mereka selalu berusaha menjatuhkan Lili, memfitnah, menghujat, bahkan pernah suatu ketika warga kampung dihasut oleh orang-orang tadi agar membenci Lili hingga mereka merusak dan membakar rumah yang Lili tempati bersama ayahnya itu. Lili selalu berbesar hati dengan sikap orang-orang itu, ia tidak pernah sekalipun membenci orang-orang yang amat membencinya itu. Ayahnya pun selalu mengajarkan untuk tidak dendam pada siapapun termasuk orang-orang yang telah menyakitinya. 

Ketika Lili sudah tidak mempunyai apapun, ia dan ayahnya memutuskan untuk tinggal ditengah hutan, dan memulai bercocok tanam disana. Mereka membuat gubuk sederhana yang nyaman untuk ditempati lalu mulai membuat ladang baru. Namun Lili tak pernah sekalipun dendam dengan orang-orang yang sudah membakar rumahnya, ia tetap selalu memperhatikan kondisi ladang para warga di kampungnya dulu. Diam-diam Lili selalu mengamati perkembangan ladang milik warga. Suatu ketika kekeringan melanda, ladang warga pun dipastikan gagal panen. 

Namun Lili dan ayahnya sudah mengantisipasi dengan membuat kincir air yang dialirkan dari sungai abadi yang berada ditengah hutan. Lili sangat khawatir dengan ladang-ladang milik warga yang mengalami kekeringan itu, namun ia tak mungkin kembali lagi kesana karena semua orang disana telah dihasut sehingga membenci ia dan ayahnya. Maka Lili dan ayahnya pun diam-diam pada malam hari mencoba mengalirkan air dari kincir air yang dibuatnya ke ladang-ladang milik warga. 

Hingga pada suatu malam dimana Lili dan ayahnya sudah berhasil mengalirkan air, mereka dipergoki warga kampung. Maka warga kampung yang murka pun menghakimi Lili dan ayahnya tanpa ampun. Ayahnya pun menghembuskan nafas terakhirnya malam itu, dan meninggalkan Lili seorang diri. Keesokan harinya Lili duduk disebelah pusara ayahnya yang dimakamkan tepat dibawah sebuah pohon yang rindang, ia merasa ini tidak adil, ia pun menangis terisak. Lalu tiba-tiba ada ranting pohon yang jatuh tepat disebelahnya, dan muncullah seorang kakek renta yang kemudian ikut duduk disebelah Lili. 

Lili terkejut dan menatap kakek itu sendu, ia mengamatinya dan merasa tidak pernah melihat kakek itu sebelumnya. Namun kesedihan yang mendalam membuat Lili enggan untuk bertanya, ia masih melanjutkan tangisnya dan tidak menghiraukan kakek tua itu. Tiba-tiba kakek itu membuka pembicaraan dengan berkata "ayahmu sudah tenang disana, ia sangat beruntung karena telah memiliki putri yang baik hati seperti kamu". Lalu dengan enggan Lili menatap kakek itu sambil bertanya "kakek siapa?". Kakek itu pun menjawab "kamu tidak perlu tahu siapa aku, namun aku tahu kamu dan ayahmu adalah orang yang sangat baik". 

Kali ini emosi Lili terpancing ia sangat ingin ayahnya kembali seraya berkata "jika aku dan ayahku orang baik, mengapa kami harus diperlakukan seperti ini?". Lalu si kakek pun mengambil ranting pohon yang terjatuh tadi dan memperlihatkannya kepada Lili. Lihat ini nak, ranting pohon ini terlihat kecil dan tak bernilai. Namun coba kau lihat, ranting pohon ini meski telah dipatahkan, dijatuhkan, bahkan dibakar sekalipun tetap bisa memberikan manfaatnya. Lili semakin tak mengerti "apa maksudnya?". 

Begini, ranting pohon ini sangat berguna untuk kehidupan manusia, sebelum digunakan ia akan dipatahkan, dijatuhkan, kemudian baru dibakar, namun ranting-ranting ini tetap bisa memberikan manfaat untuk kita semua, dari ranting-ranting inilah muncul api yang bisa dipergunakan untuk memasak, menghangatkan tubuh, dan sebagainya. Namun ranting ini pun bisa menciptakan api yang bisa membakar dan menghanguskan seluruh isi kampung. Tapi, ranting ini sangat jarang dipakai untuk menghancurkan, lebih sering digunakan untuk hal yang bermanfaat. 

Jadi sebenarnya kita sebagai manusia pun harus memiliki hati yang sangat lapang, meski telah dipatahkan berkali-kali, dijatuhkan berkali-kali pula, bahkan harus dihancurkan sekalipun, kita masih mempunyai banyak kemungkinan untuk tetap memberikan manfaat bagi sekitar kita. Tuhan selalu tahu yang terbaik untuk kita, dan memberikan yang terbaik meski dalam keadaan yang sulit sekalipun. Kamu seharusnya tetap semangat dan terus memberikan banyak manfaat untuk orang lain termasuk yang membencimu sekalipun. Tunjukkan jika kamu kuat, dan terus berdoa agar ayahmu ditempatkan ditempat yang paling baik. 

Kakek itu pun menutup perkataannya dengan tersenyum, Lili pun menghapus air matanya, namun kakek itu pun menghilang seketika. Dan tak lama datang segerombolan warga menghampiri Lili dan meminta maaf atas kesalahan mereka, mereka baru menyadari jika yang dilakukan Lili dan ayahnya malam itu adalah hal yang sangat membantu mereka. Lili pun dibuatkan rumah baru dikampung itu, dan kembali diterima oleh warga desa.

Okty Imagine ^_^


Senin, 07 Oktober 2013

DESA SENYUM EPISODE TERAKHIR

Sesosok besar itu, dengan sekejap mengibaskan lengannya, hingga membuat Agni Rajasa terpental jauh dan mengerang kesakitan. Pangeran pun mencoba menolong ibunya dan meneriaki sosok besar itu dengan umpatan-umpatan kasar seraya berkata jika Agni Rajasa adalah anaknya yang selama ini ia rindukan. Semua warga yang ada didalam kerumunan berlarian menjauh dari Ksatria Hitam itu. 

Sambil terisak Agni Rajasa memeanggil-manggil ayahnya dengan nada sendu, dan kesedihan yang amat dalam. Namun sosok besar itu mengerang dengan suara khasnya yang sangat besar entah apa maksudnya tapi erangan itu menggambarkan duka yang teramat sangat. 

Terduduklah sosok besar itu, dan seperti manusia yang sedang bersedih sosok itu pun seraya mengeluarkan air mata dan terus mengerang dengan penuh kedukaan. Agni pun menghampiri ayahnya tadi kemudian memeluknya erat sosok hitam itu pun memeluk anaknya dengan penuh rasa rindu. 

Entah apa yang terjadi sosok hanya dalam hitungan menit sosok hitam itu berubah menjadi lekaki tua yang terkulai lemah dipelukan Agni. Seraya berkata "ayah senang bertemu denganmu nak, jaga dirimu baik-baik, ayah sudah bisa pergi dengan tenang sekarang". 

Kemudian lelaki tua itu pun menghembuskan nafas terakhirnya dengan raut muka tersenyum penuh kebahagian. Agni pun tak dapat menyembunyikan tangisnya lagi, ia menangis sambil memeluk jasad ayahnya. 

Keesokan harinya jasad ksatria hitam itu pun dimakakmkan bersebelahan dengan isterinya. Setelah kejadian itu semua warga Desa Senyum terlepas dari kutukan itu. Semuanya bebas saling sapa, dan bercengkrama dengan siapa pun. 

Warga Desa Senyum pun hidup sejahtera dengan tanahnya yang subur dan sumber pangannya yang melimpah. 

Selesai ^__^

OKty Imagine ^_^

Selasa, 03 September 2013

Desa Senyum Part 6



Sejak saat itu, tidak ada yang berani membantah apa yg dikatakan makhluk hitam besar itu yg tidak lain adalah sosok penjelmaan dari Rajasa. Tidak ada yang tahu pasti mengapa Rajasa berubah menjadi sosok hitam itu, yg mereka tahu mereka harus mematuhi apa yang dikatakan makhluk hitam besar yang mereka sebut “ksatria hitam” termasuk perintah untuk tidak saling berbicara banyak satu sama lain dan tidak boleh tersenyum pada siapapun sepertinya makhluk itu sangat benci melihat orang tersenyum. 

Ya, seperti itulah cerita yang kami tahu “pria setengah baya itu menutup kisahnya”. Sang pangeran pun tercengang mendengar cerita yang telah diutarakan oleh pria itu, bukan karena mendengar cerita menyeramkan dari sosok hitam itu, tapi karena ia mendengar nama Agni Rajasa pada kisah itu yang tidak lain adalah nama asli dari Ibundanya sendiri yaitu Kanjeng Ratu Sukmasari. Lama pangeran terdiam sambil sesekali memperhatikan sepasang suami isteri yang ada di depannya. “Baiklah, aku mohon pamit” sambil berjalan keluar dari gubuk itu sang pangeran pun memutuskan untuk kembali ke Kerajaan. 

Sesampainya dikerajaan sang pangeran langsung menemui Ibundanya. Betapa senangnya sang ratu menyambut kepulangan anak tercintanya. Tanpa menunggu lagi, pangeran pun langsung menceritakan maksud dan tujuannya kembali ke kerajaan hari itu. Sang Ibunda pun tak terasa meneteskan air mata kesedihannya sungguh tak disangka kisah kelam dimasa kecilnya itu kembali diingatkan oleh sang buah hati. Sang Ratu tak menyangkal, ia pun mengiyakan bahwa Putra Rajasa itu adalah ayahnya yang sudah terpisah darinya sejak 30 Tahun lamanya. Sambil terisak dan memeluk putra tercintanya, sang Ratu membisikkan sesuatu pada pangeran “Ibu sangat rindu dia”.  Dulu ketika kakeknya masih hidup, sang Ratu selalu dilarang untuk bertemu dengan ayahnya yang tak lain adalah Putra Rajasa, hingga dia pun tak pernah mendengar lagi kabar tentang ayahnya tersebut. Sambil menahan tangis kali ini sang Ibu pun berkata “tolong pertemukan Ibu dengan dia”.

Pangeran pun akhirnya menceritakan semuanya pada Ayahanda nya, dan meminta izin untuk mengajak ibunda nya menemui Ksatria Hitam itu. Tepat pada bulan berikutnya, tepat pada malam dimana ritual rutin itu biasa berlangsung pangeran beserta ibundanya dan dikawal oleh beberpa pengawal kerajaan pergi ke hutan tempat dimana ritual itu diadakan. Malam itu, diam-diam mereka mengintai dari kejauhan, terlihatlah sosok hitam besar itu pangeran pun memberi tahu pada Ibu nya bahwa sosok hitam besar itu adalah Putra Rajasa ya ayahnya. Ibunya pun terisak menahan tangis, kemudian keluar dari persembunyian dan berlari menuju kerumunan orang itu mencoba memeluk sosok hitam besar itu.
Bersambung............

Okty Imagine ^__^










Senin, 29 Juli 2013

LILI ( Menjadi Diri Sendiri )

Dulu disebuah desa yang bernama Desa Senyum ada seorang gadis cantik, baik hati, ramah, dan sangat bersahabat dengan siapa pun. Dia sangat menyukai bunga, setiap pagi dia selalu menyempatkan diri merawat bunga-bunga cantik yang ia tanam diperkarangan rumahnya. Bermacam-macam bunga ia tanam dan ia rawat setiap hari dengan senang hati. Bunga kesukaannya adalah bunga lili, ya bunga berwarna putih nan cantik yang selalu membuatnya bersemangat setiap harinya. Lili, yaa gadis itu pun mempunyai nama serupa dengan bunga kesukaanya, Lili namanya. Sama seperti bunga itu Lili pun memiliki kecantikan yang serupa, keindahan yang membuatnya banyak disukai oleh para pemuda desa dan amat dibenci oleh para gadis-gadis di desa. Bagaimana tidak, semua pemuda hanya memandang kesatu arah saja yaitu Lili, hanya Lili yang mereka sukai maka Lili pun tak memiliki teman mereka membenci Lili mereka menganggap Lili adalah biang dari semua masalah yang ada. Padahal gadis-gadis lain di desa itu tidak kalah cantik. 

Masalah pun bermunculan, pemuda-pemuda tersebut saling berebut menarik perhatian Lili, berbagai cara dilakukan, tak ada lagi kawan mereka semua menjadi lawan . Tak jarang terjadi kesalahpahaman yang menimbulkan keributan, diluar itu para gadis-gadis desa saling berlomba-lomba mempercantik diri untuk menarik perhatian dari pemuda idaman mereka. Namun tak membuahkan hasil, para pemuda itu tetap memandang kearah Lili. Lili semakin bingung dengan keadaan itu dia tidak mau masalah itu semakin berlarut-larut, Lili merasa sangat kasihan pada gadis-gadis itu. Gadis-gadis itu berusaha membuat dirinya seperti Lili, pakaian cara Lili bersikap semuanya mereka tiru, mereka beranggapan dengan berusaha menjadikan diri mereka semirip mungkin dengan Lili mereka bisa membuat mereka disukai para pemuda itu. 

Namun, lagi-lagi semuanya sia-sia, tak pernah sekalipun pemuda-pemuda itu mengalihkan pandangan mereka. Hingga pada suatu hari para gadis-gadis itu beramai-ramai mendatangi rumah Lili, mereka menginginkan Lili pergi dari desa mereka. Mereka ingin Lili pergi, ya hanya itulah satu-satunya cara yang mereka anggap bisa menyelesaikan masalah mereka. Akhirnya orang tua Lili pun menganjurkan Lili untuk pergi smentara ke rumah kakeknya yang berada di Desa tetangga. Sebuah desa yang sangat menyenangkan, semua warganya ramah, baik hati, dan yang terpenting Lili merasa aman di desa itu. Ketika bermalam dirumah kakeknya, Lili banyak bercertita dan kakeknya pun banyak menasehati. 

Hingga pada keesokan harinya Lili berjalan-jalan melihat-lihat ke setiap sudut desa. Lili merasakan suasana yang berbeda dengan tempat desanya tinggal, gadis-gadis itu sangat ramah dengan karakternya masing-masing semuanya nampak berbeda dan menarik. Ya Lili tau apa yang terjadi di desanya, apa yang terjadi pada gadis-gadis di desanya, mereka tidak menjadi diri mereka sendiri, mereka sibu berlomba-lomba untuk menjadi seperti Lili. Dan akhirnya mereka terlihat sama dan sangat tidak menarik. Akhirnya Lili memutuskan untuk kembali ke desanya dengan harapan bisa mengutarakan pendapatnya pada gadis-gadis itu. 

Lili pun memberanikan diri mendatangi gadis-gadis itu dan meminta mereka untuk menjadi dirinya sendiri dengan kecantikan yang mereka punya apa adanya tanpa meniru siapa pun. Awalnya gadis-gadis itu berontak dan tidak ingin mendengarkan yang Lili bicarakan, namun Lili mencoba meyakinkan mereka dan Lili berjanji tidak akan menampakkan dirinya di depan pemuda-pemuda itu sampai keadaan menjadi lebih baik. Akhirnya mereka mencoba memahami apa yang Lili bicarakan, sebenarnya mereka pun lelah terus-menerus menjadi seperti Lili, tidak menjadi diri mereka sendiri. Akhirnya mereka mencoba menjadi diri mereka sendiri, pemandangan yang lain pun terlihat semuanya memiliki karakternya masing-masing dan sangat terlihat menyenangkan. Mereka mulai menyadari betapa mengasyikkannya tetap menjadi diri mereka sendiri, tak peduli mereka akan disukai atau tidak. 

Hari berganti hari para pemuda-pemuda desa itu mulai menyadari jika para gadis-gadis itu sangat menarik, mereka mulai mengalihkan pandangan mereka pada gadis-gadis itu. Ya akhirnya mereka memiliki pasangannya masing-masing lalu menikah dan hidup dengan bahagia. Lili pun sangat merasa bahagia meilihat semuanya berbahagia, hingga pada akhirnya Lili pun menjatuhkan pilihannya pada seorang pemuda yang tetap setia menunggu Lili. Sama seperti mereka Lili pun menikah dan hidup bahagia dengan pasangannya. 

Ya, itulah kehidupan percaya atau tidak tuhan telah mengatur semuanya dengan indah, begitupun dengan perbedaan, tinggal bagaimana menyikapinya dan menjadikan semuanya lebih bermakna. Mungkin ketika kita melihat hidup seseorang dan merasa itu lebih menyenangkan dari kehidupan yang kita miliki, dan berusaha menjadi seperti dia tanpa kita sadari kita telah menghilangkan kebahagiaan kita sendiri demi sesuatu yang semu. Syukurilah apa yang kita miliki, menjadi cantik mungkin menyenangkan tai percayalah kebaikan hati dan tetap menjadi dirimu apa adanya akan membuat kamu terlihat cantik melebihi kecantikan apa pun. Tersenyumlah…



Okty Imagine ^__^

Jumat, 26 Juli 2013

DESA SENYUM PART 5 ^__^

Tak pernah terlihat kebahagiaan di dirinya, semuanya nampak datar nampak biasa saja, tak ada yang istimewa dari kehidupannya. Rajasa sangat dihargai di desa tersebut, seluruh warga sangat patuh padanya, tepat setelah hujan malam itu, entah mengapa desa itu dilanda kekeringan yang sangat hebat. Tak ada air, padi para petani pun gagal panen, tumbuhan layu, sangat mengerikan sekali berada di desa itu. 

Banyak dari masyarakat desa itu pergi ke desa lain, mereka tak tahan terus-terusan berada di situ. Sedangkan Rajasa, setiap harinya hanya dihabiskan untuk merenung, dia membuat sebuah gubuk sederhana di tengah hutan, tepat disamping makan isterinya. Sampai pada akhirnya Rajasa menyadari apa yang terjadi pada desa itu, Rajasa pun memutar otak untuk menciptakan sumber air di desa tersebut. Berbagai cara telah dilakukannya, menggali terus menggali barangkali menemukan sumber mata air yang bisa menghilangkan sedikit dahaga pada warga sekitar, namun hasilnya nihil. 

Sampai pada suatu malam Rajasa merasa sangat terpukul, ia merasa sangat bodoh, dan merindukan sosok anak dan isterinya itu. Malam itu Rajasa menangis sangat kencang, teriakannya terdengar sampai keluar hutan, tanpa ia sadari teriakannya mengundang orang-orang yang mendengarnya masuk kedalam hutan mencari sumber suara itu. Sampailah orang-orang tadi pada sebuah gubuk kecil yang ditinggali Rajasa, mereka terkejut melihat seorang lelaki kurus kering sedang meninju-ninju tanah disamping makam isterinya. 

Orang-orang yang datang itu pun mencoba mendekati Rajasa, namun apa yang terjadi ketika itu tiba-tiba muncullah mata air yang menyembul dengan derasnya dari tanah disamping makam isteri Rajasa hingga terlihat seperti air mancur, orang-orang yang ada disekitar Rajasa sangat terkejut dan berusa menghindar, dan tak berapa lama hujan pun turun dengan derasnya. Para warga meski masih dengan rasa terkejut yang ada berteriak kegirangan. Ada yang bersorak-sorai, ada yang sujud syukur, ada yang berlari-lari bahagia, semuanya menyambut bahagia hujan malam itu. 

Hingga pada keesokan harinya orang-orang berdatangan ke gubuk reot Rajasa sambil membawakan bahan makanan, mereka menganggap Rajasa adalah orang yang sakti. Sejak saat itu, Rajasa sangat disegani di desa tersebut, Rajasa pun menyambut baik kebaikan dari orang-orang di desa itu. Mereka pun mulai kembali bercocok tanam, semua bahagia, tapi tidak dengan Rajasa ia tetap bersedih sepanjang hari, tak pernah ada yang bisa membuatnya tersenyum. Hingga pada suatu hari Rajasa hilang ditengah hutan, berhari-hari tak ada kabar. 

Dan setelah kepergian Rajasa hari itu desa kembali dilanda kekeringan, semuanya panik, air pun kembali susah ditemui. Banyak diantara mereka yang mengungsi ke desa lain yang memiliki pasokan air yang banyak. Beberapa orang didesa tersebut termasuk para tetua desa mencoba mencari Rajasa, mereka khawatir dengan keadaan Rajasa, mereka mencari ketengah hutan, Rajasa tetap tak ditemukan. 

Hingga pada suatu malam desa itu turun hujan sangat deras, petir menggelegar, warga desa nampak senang dengan turunnya hujan yang mereka tunggu-tunggu itu. Namun, tidak lama setelah itu terdengar suara mengaum sangat kencang dari dalam hutan, para ibu-ibu dan anak-anak ketakutan suasana malam itu sangat mencekam. Beberapa orang bersama tetua desa pun mencoba mencari tahu asal suara itu, betapa terkejutnya mereka ketika menemukan sosok hitam besar sedang duduk didekat makam isteri Rajasa. Suaranya yang besar terdengar seperti sedang meratap. Bersambung lagi..hehe ^^



Okty Imagine ^__^

Kamis, 04 Juli 2013

Desa Senyum Part 4 ^__^

Sesampainya di gubuk tersebut, pangeran pun dipersilahkan masuk ke dalam. Sang suami pun membaringkan isterinya di tempat tidur, sambil sesekali memegangi dadanya yang sesak. Pangeran pun mencoba membantu, dengan cekatan ia mengambilkan air putih dari teko kendi yang berada di atas meja kecil dekat tempat tidur lalu memberikannya kepada ibu tersebut. Lama mereka saling terdiam, pangeran mun menatap dengan seksama ke setiap penjuru ruangan. 

Sampai pada akhirnya pangeran pun memberanikan diri bertanya, "kenapa kalian diperlakukan seperti itu". Lelaki setengah baya yang terlihat ketakutan itu hanya diam, tanpa memberi penjelasan apa pun. Lalu pangeran meneruskan kata-katanya "ada apa dengan desa ini, mengapa kalian sering terdiam, tanpa pernah tersenyum ramah satu sama lain, apa maksud dari ritual yg kalian lakukan barusan?". Lagi-lagi tak ada yang menjawab, kali ini lelaki itu hanya menatap isterinya dengan tatapan kekhawatiran. Pangeran pun mulai kesal, hingga pada akhirnya dengan lantang ia bicara "baik, aku akan pergi kesana lagi dan akan mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi".

Dengan menunjukkan ekspresi kekesalannya pangeran pun bangun dari duduknya, lalu bergegas pergi, baru sampai pintu rumah itu, tiba-tiba terdengar isak tangis yang menghentikan langkahnya. Ternyata sang ibu itu menangis, sementara sang suami hanya bisa tertunduk kaku tak berdaya. Pangeran pun mengurungkan niatnya, lalu ia menghampiri sang ibu dengan menaruh rasa iba. Kali ini dengan nada sangat lembut pangeran bertanya "sebenarnya kalian kenapa,kenapa kalian diperlakukan seperti itu?". Kali ini sang ibu menjawab dengan nada getir "kami telah membuat kesalahan" lalu kemudian dia meneruskan tangisnya. Pangeran pun semakin penasaran kemudian dia melanjutkan tanyanya "kesalahan apa, sampai kalian diperlakukan seperti tadi?". 

Kali ini lelaki setengah baya yang tadinya hanya tertunduk, mengangkat kepalanya dan berkata "kami telah melanggar sumpah yang telah kami sepakati, di desa kami semua warga tidak diperbolehkan berbicara banyak satu sama lain, baik dengan warga satu desa, atau pun dengan warga luar desa, selain itu kami juga dilarang tersenyum pada siapa pun". Pangeran makin penasaran "lalu siapa sosok hitam besar tadi?". Kami menyebutnya ksatria hitam, dia adalah jin yang sejak puluhan tahun yang lalu sudah menjadi penguasa desa kami, sejak dulu dia melarang seluruh warga desa untuk tersenyum. "mengapa seperti tu?" sang pangeran bertanya dengan penuh rasa penasaran. Menurut cerita dari orang tua kami, dulu ksatria hitam itu adalah manusia biasa bernama Putra Rajasa, dia seorang petani di desa ini, kemudian dia menikah dengan seorang gadis yang bernama Wulan Gemintang dan dikarunia seorang anak perempuan bernama Agni Rajasa. 

Agni Rajasa tumbuh menjadi anak yang cantik dan cerdas, sedangkan dikerajaan san raja dan ratu sangat ingin memiliki anak perempuan, namun sampai pada usia ke pernikahan yang ke sepuluh sang raja tidak dikarunia seorang anak perempuan pun. Hingga pada suatu ketika raja melihat Agni Gemintang yang sedang asyik bermain di area kerajaan, entah mengapa raja sangat menyukai anak itu, sang ratu pun sama-sama menyukai anak tersebut. Berhari-hari raja dan ratu berdiskusi, mereka sungguh menginginkan anak itu, sungguh sangat ingin. Raja pun mengutus pengawalnya untuk menemui Putra Rajasa serta membawa anak beserta isterinya. 

Datanglah Rajasa bersama isteri dan anaknya ke kerajaan, sambil berharap cemas Rajasa coba menenangkan isterinya yang sangat gugup ketika mendengar permintaan sang raja. Tak ada yang bisa menolak permintaan raja, termasuk Rajasa tapi dia tidak mau merelakan Agni ketangan raja, raja bersedia menukar Agni dengan apa pun yang Rajasa inginkan, tapi Rajasa beserta isterinya tetap tidak mau memberikan Agni pada sang Raja. Lalu, raja pun marah dan mengambil paksa Agni dari Rajasa dan isterinya. Rajasa pun tak bisa berbuat apa-apa selain merelakan Agni, hari berganti hari, tahun berganti tahun, hingga isteri Rajasa pun meninggal dunia karena penyakitnya, penyakit batin bercampur rindu yang selalu menghantuinya setiap hari. 

Rajasa pun murka, dia membawa jasad isterinya ke kerajaan, sambil berteriak dia bersumpah tidak akan pernah memaafkan raja dan ratu karena perbuatannya, namun raja tidak menghiraukan dan sambil tersenyum berkata "anakmu bahagia disini bersama kami". Melihat senyum sinis sang raja Rajasa semakin marah, dia benci melihat orang lain tersenyum diatas penderitaan mereka. Namun apadaya, jumlah pengawal kerajaan yang begitu banyaknya tidak bisa mengimbangi kekuatan yang dimiliki Rajasa, akhirnya dengan gontai sambil membawa jasad isterinya Rajasa berjalan menyusuri hutan, ditemani suara petir yang menggelegar beserta hujan yang terus membasahi tubuh mereka berdua, Rajasa terus berjalan tanpa lelah, sampailah dia disebuah desa. Setelah memakamkan isterinya di desa tersebut Rajasa pun berjanji akan mengalahkan sang raja dengan cara apa pun, sejak saat itu tak penah ada gurat senyum diwajahnya..... Bersambung lagi yaa ^__^

Selasa, 02 Juli 2013

Desa Senyum Part 3 ^__^


Namun betapa terkejutnya ia ketika melihat seluruh warga desa sedang berkumpul membentuk sebuah lingkaran tak terkecuali anak-anak bayi pun turut memenuhi kumpulan orang-orang tersebut. Nampak mereka tengah asyik melantunkan syair-syair yang sangat asing terdengar ditelinga sang pangeran. Tampak ditenga-tengah mereka ada 5 orang tetua di desa tersebut sedanng berlari-lari mengitari perapian sambil saling berpegangan satu sama lain. Namun yang membuat mata pangeran itu tidak bisa beranjak adalah pemandangan hitam besar yang ada di tengah perapian itu, sosok hitam yang baru pertama kali ia lihat. 

Sosok itu hanya diam sambil sesekali mengibaskan tangannya dan sambil tertawa dengan lantangnya, membuat orang-orang yang ada disekitar menyemburatkan wajah takut. Sampai pada dini hari, ritual itu pun selesai dilakukan, sosok hitam itu hilang dalam sekejap, pergi entah kemana. Warga pun berhamburan meninggalkan tempat ritual tersebut, nampak para lelaki menggotong para tetua yang kelelahan dan mengantarkan mereka ke rumahnya masing-masing. Entah ritual apa itu, pangeran pun bertanya-tanya dalam hati. Tidak pernah ia melihat sosok semenyeramkan semalam. 

Kali ini pangeran tidak tergesa-gesa, ia mencoba mengamati dengan seksama, setelah kejadian malam itu para warga kembali kepada rutinitas mereka sehari-hari. Tepat satu bulan kemudian, pangeran pun menemukan desa itu lengang tak berpenghuni di malam hari, pangeran sangat yakin pasti sedang ada ritual yang seperti ia lihat satu bulan yang lalu di tengah hutan. Kali ini pangeran berangkat sendiri, ia mengintai dari kejauhan, ternyata benar ritual serupa sedang berlangsung, namun kali ini terlihat lebih dramatis, sosok hitam besar itu sepertinya tengah marah, dengan keji ia mengibaskan tangannya pada sepasang suami isteri yang berdiri ditengah-tengah dekat perapian,dengan suara lantang dia berkata "ini hukuman untuk para pengkhianat seperti mereka" sekali kibas sepasang suami isteri itu pun terpental jauh, dan jatuh tepat di kaki sang pangeran. Pangeran pun berusaha menjauh, taku ketahuan oleh sosok hitam itu. 

Sepasang suami isteri yang malang itu meronta kesakitan, tak ada yang menghiraukan, semua warga itu ketar ketir ketakutan menyaksikan tontonan itu. Semuanya saling memeluk anggota keluarganya masing-masing. Tanpa pikir panjang sang pangeran pun menarik sepasang suami isteri itu ke dalam semak belukar tempatnya bersembunyi. Pangeran mencoba mengobati mereka seadanya, tak banyak yang bisa ia lakukan. Sampai pada akhirnya mereka sanggup berdiri, sambil dipapah oleh sang pangeran mereka menerobos gelapnya hutan menuju rumahnya. Sampailah mereka di gubuk sederhana tanpa pagar itu. Bersambung yaaa..... ^__^


Okty Imagine ^__^

Kamis, 27 Juni 2013

Desa Senyum Part 2 ^__^

Desa Senyum Part 2Setelah cara pertama tidak berhasil akhirnya sang pangeran pun mencoba cara kedua, kali ini ia tidak mau main-main, dia sangat ingin melihat orang-orang itu tersenyum bahagia. Hingga pada akhirnya kali ini melakukan pengamatan serius setia pharinya terhadap tingkah laku para warga sekitar, betapa terkejutnya dia ternyata dalam kehidupan sehari-hari disana, tidak ada obrolan-obrolan diantara mereka, ketika bekerja mereka hanya saling diam, terkecuali ada hal-hal penting yang ingin mereka bicarakan itu hanya seperlunya dan sesingkat mungkin. 

 Kali ini pangeran pun berfikir jika ia akan membuat sebuah pertunjukan komedi yang lebih besar lagi, yang lebih menghibur. Hingga pada akhirnya sang pangeran teringat akan pertunjukan hewan-hewan yang sangat lucu, hewan-hewan itu sangat pandai menghibur. Pangeran teringat akan pertunjukan hewan-hewan itu ketika tampil diacara ulang tahun ayahnya, hewan-hewan itu berhasil menghibur seluruh penonton, semua tertawa gembira, tak terkecuali dirinya. Lagi-lagi persiapan pun dilakukan, semua hewan-hewan penghibur itu pun dikumpulkan dari berbagai penjuru desa. Kali ini sang pangeran tidak main-main dan sangat yakin akan usahanya ini. Semua orang dalam kerajaan dilibatkan, semuanya bekerja keras mempersiapkan pertunjukan tersebut. Sang raja pun sangat mendukung usaha putranya untuk membuat pertunjukan itu. Namun, usahanya kali ini tidak semulus usahanya yg terdahulu, kali ini upayanya ditentang oleh para tokoh masyarakat, mereka menganggap itu hanya pertunjukan yang tidak ada gunanya, mereka merasa terganggu dengan diadakannya pertunjukan-pertunjukan seperti itu di desanya. 

Namun, pangeran tak putus asa, ia memerintahkan kepada seluruh pengawalnya untuk tetap membuat pertunjukan tersebut apapun yang terjadi. Seluruh warga desa diperintahkan untuk datang. Namun, betapa terkejutnya dia ketika acara dimulai tak ada satu pun warga desa yang menghadiri pertunjukan tersebut. 
                            
Hingga pada tengah malam tidak ada satu pun warga yang hadir, pangerang sangat kecewa. Dia pun memerintahkan para pengawalnya menyisir seluruh penjuru desa. Namun, lagi-lagi mereka tidak menemukan satu pun warga didesa tersebut, semuanya gelap-gulita, seperti tidak ada kehidupan malam itu. Pengawal pun melapor kepada sang pangeran, hingga dia merasa perlu mencari tahu sendiri apa yang terjadi, dia menyisir seluruh penjuru desa, tak terkecuali hingga sampai ketengah hutan. Tepat ditengah-tengah hutan pangeran mencium bau pembakaran, dia pun semakin penasaran dan mencoba terus mengarahkan penciumannya ketempat yang dimaksud. Namun betapa terkejutnya ia... Bersambung yaaaa :D

Okty Imagine ^___^

Selasa, 25 Juni 2013

Desa Senyum ^__^

Desa SenyumDulu, ada seorang pangeran baik hati, bermata bulat, berwajah tampan yang sangat dicintai rakyatnya dan senang membuat orang lain tersenyum. Dia tidak pernah marah sekalipun orang lain menyakitinya, sebenarnya sang pangeran tidak sebahagia seperti yang dilihat, tapi dia selalu berusaha tersenyum, karena dia tidak mau melihat orang lain bersedih karena itu, sampai pada suatu ketika, dia bosan tinggal di kerajaan itu, dia ingin hidup lebih mandiri, setelah meminta izin kepada raja yang tak lain adalah ayahnya sendiri, akhirnya sang pangeran diizinkan untuk keluar dari kerajaan dan mulai mencoba hidup diluar kerajaan sebagai orang biasa, sang pangeran pun menyamar menjadi rakyat biasa, dia pergi kesebuah desa terpencil yang sangat indah. 

Disana terdapat pemandangan yang sangat menyejukkan mata pada siapa pun yang melihatnya, udaranya yang segar membuat pangeran betah berlama-lama didesa itu,namun ada satu hal yang tidak disukai pangeran dimana warga didesa tersebut tidak pernah ada satu pun orang yang tersenyum. Entah mengapa setiap orang yang ditemuinya selau menunjukkan ekspresi wajah yang sama, tidak pernah ada gurat senyum dari mereka. Sang pangeran heran, sampai pada akhirnya sang pangeran pun mencoba mencari tahu tentang keadaan tersebut, sungguh ia merasa tidak nyaman dengan keadaan tersebut, baginya senyuman bisa menguatkannya, bisa membuat dirinya semakin hidup, namun ketika sang pangeran mencari tahu tidak ada satu orang pun yang dapat memberikan alasan yang pasti, mengapa warga desa itu tidak ada yang tersenyum senyum sama sekali. 

Hingga pada akhirnya sang pangeran pun merasa tertantang untuk mencari berbagai cara agar warga di desa tersebut bisa tersenyum lagi. Muncul lah ide untuk membuat pertunjukkan komedi, dimana pertunjukkan komedi itu adalah pertunjukkan yang sangat disukai di kerajaan, itu adalah pertunjukkan yang menarik dan selalu berhasil membuat orang lain terhibur. Mulailah sang pangeran menyiapkan acara yang sangat diyakininya bisa membuat para warga desa itu bisa tersenyum kembali. Pangeran memerintahkan para pesuruhnya untuk mulai menyiapkan segala sesuatunya. 

 Hingga pada waktunya, pertunjukkan pun dimulai, para warga desa diminta berkumpul di alun-alun desa, sang pangeran ada diantara warga, karena dia sedang menyamar jadi tidak mungkin dia menunjukkan siapa dia sebanarnya. Tidak ada satu orang pun yang tidak menghadiri pertunjukkan tersebut, ketika pertunjukkan dimulai tak ada sorak-saorai, tak ada kegembiraan seperti pertunjukkan biasanya. Hanya para pesuruh dan pengawal pangeran yang tertawa terbahak-bahak menyaksikan pertunjukkan tersebut. Sang pangeran sangat terkejut tak ada raut senang dari para warga desa, semua hanya terdiam, jangankan untuk tertawa, tersenyum pun tidak. Hingga pertunjukkan selesai, tetap tak ada satu pun yang tersenyum, mereka langsung membubarkan diri, tak ada tepuk tangan, tak ada sorak sorai. Kali ini sang pangeran pun gagal. Bersambung....


Okty Imagine ^__^