Tampilkan postingan dengan label My Journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Journey. Tampilkan semua postingan

Menghemat Air Dengan Sistem Grey Water

Rabu, 13 November 2013
Menghemat Air Dengan Sistem Grey Water



 Sayembara Penulisan Blog PUAir merupakan zat yang paling penting dalam kelangsungan makhluk hidup setelah udara. Karena sekitar tiga per empat bagian dari tubuh kita terdiri dari air, dan menurut penelitian tak ada seorang pun yang dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air. Volume air dalam tubuh manusia rata-rata 65% dari total berat badannya, dan volume tersebut sangat bervariasi pada masing-masing orang, bahkan juga bervariasi antara bagian-bagian tubuh seseorang. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan jelas air sangat sekali manfaatnya untuk kita semua dapat dibayangkan pula bagaimana kelangsungan hidup manusia jika tidak ada air.  


Fenomena kelangkaan air bersih.
Kita sering melihat dibeberapa daerah di Indonesia sering mengalami kelangkaan air bersih, bahkan bukan hanya di Indonesia diberbagai belahan dunia pun krisis air bersih telah menjadi persoalan yang mengkhawatirkan. Di Indonesia sendiri banyak penyebab yang menciptakan kelangkaan air bersih ini  selain perubahan iklim yang cukup ekstrem. Penyebab utamanya adalah eksploitasi besar-besaran air tanah yang tidak hanya mengakibatkan terjadinya kelangkaan air, tetapi juga mengakibatkan penurunan permukaan tanah (land subsidence) terhadap permukaan air laut. Ditambah laju pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang kian hari kian bertambah. Ketidakseimbangan  jumlah penduduk dan ketersediaan air ini dikhawatirkan akan memunculkan konflik baru yang dapat meluas secara global.

Oleh karena itu kita sebagai generasi muda harus memiliki gagasan dan ide-ide baru untuk terus menmpertahankan kelangsungan hidup orang banyak. Melalui tulisan saya ini saya akan mencoba membahas tentang pengolahan air yang memanfaatkan air pembuangan dari rumah atau kantor untuk digunakan kembali sebagai keperluan lainnya atau yang biasa disebut dengan Grey Water.


Sebelumnya kita harus bisa membedakan apa itu Grey Water dan apa juga yang disebut dengan Black Water. Grey Water yaitu air pembuangan yang berasal dari air bekas mencuci (cuci baju atau cuci piring) dan mandi. Sedangkan Black Water yaitu air pembuangan yang berasal dari air bekas pembuangan yang ada di toilet. Dan pemisahan antara Grey Water dan Black Water sangat perlu dilakukan yang nantinya air bekas cucian dan mandi tersebut akan masuk ke pipa pembuangan air khusus yang kemudian ditampung pada sebuah bak yang dilengkapi dengan filter untuk membersihkan air tersebut. Dan setelah air tersebut menjadi bersih lagi dan tidak berbahaya maka air tersebut bisa digunakan untuk keperluan lain seperti mencuci mobil, menyiram tanaman sampai air untuk toilet.

Memang dari penjelasan tersebut Grey Water adalah sistem yang sangat sederhana, namun kaya manfaat setidaknya kita bisa menghemat penggunaan air. Pengolahan kembali grey water bisa dengan alat yang berharga ratusan juta atau bisa juga menggunakan alat yang sangat sederhana dan mudah dibuat sendiri dengan bahan-bahan seperti pasir, ijuk, koral, arang, dan sebuah drum. Namun pembuatan grey water harus ditangani dengan baik, karena jika tidak akan berpengaruh buruk pada kualitas air dan menimbulkan penyebaran penyakit dilingkungan sekitar. Namun jika grey water bisa dikelola dengan baik maka bukan tidak mungkin akan menmberikan kontribusi yang bermanfaat untuk lingkungan sekitar. 

Jika saja di Indonesia sistem pengolahan air sisa pembuangan Grey Water ini bisa diterapkan disetiap rumah di Indonesia, berapa banyak jumlah air yang bisa kita hemat? Dengan demikian paling tidak kita bisa meminimalisir terjadinya kelangkaan air bersih untuk masa mendatang. Meskipun masih banyak yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya kelangkaan air tersebut, namun setidaknya kita bisa mencoba dengan cara yang bisa dibilang sangat sederhana. Rasanya sangat disayangkan sekali jika ada alternatif untuk mendaur ulang air sisa pembuangan dan menjadi air bersih yang bisa dipergunakan kembali seperti grey water ini hanya menjadi wacana saja tanpa ada pembuktian nyata dari banyak pihak. 

Mungkin saya pribadi pun tidak banyak memilki pengetahuan dibidang ilmu pengetahuan teknologi seperti ini, namun saya bisa memahami dampak besar yang bisa dihasilkan apabila bisa memaksimalkan fungsi dari pembuatan Grey Water tersebut.

Terakhir mungkin saya hanya bisa berpesan yang paling terpenting adalah bagaimana kita tetap bisa menjaga kelestarian lingkungan sekitar agar tetap bisa memberikan kontribusi yang positif untuk kelangsungan hidup manusia. Dengan terus menjaga bumi ini, bukan hanya kelangkaan air bersih yang bisa kita atasi tapi berbagai zat-zat penting lainnya yang dibutuhkan oleh manusia.  


Okty Imagine ^_^

Sumber Gambar : Google Image



Read more ...

SUMUR RESAPAN AIR SOLUSI ATASI BANJIR

Kamis, 31 Oktober 2013
SUMUR RESAPAN AIR SOLUSI ATASI BANJIR

 Sayembara Penulisan Blog PU
Saya sempat bingung untuk memilih artikel apa yang akan saya tulis dan saya kembangkan. Maklum saya tidak begitu mengikuti tentang IPTEK karena memang saya sendiri tidak punya background pendidikan dibidang itu. Namun akhir-akhir ini saya sering melihat berita di televisi tentang sumur resapan air yang sedang marak dilakukan di daerah DKI Jakarta. Ya memang ibukota sudah menjadi langganan banjir sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu. Apalagi wajah ibukota sekarang telah banyak berubah, banyak bangunan-bangunan liar yang didirikan dibantaran sungai, gedung-gedung menjulang tinggi, pemukiman penduduk yang padat dan sistem drainase yang buruk pun menambah panjang catatan penyebab terjadinya banjir yang tak kunjung bisa dicarikan solusi yang terbaik. 
Baiklah, kita lupakan dulu masalah banjir di ibukota, sekarang kita mulai membahas apa yang dimaksud dengan Sumur Resapan.

1. PENGERTIAN
Sumur Resapan Air Solusi Atasi Banjir
Sumur Resapan adalah salah satu sumber rekayasa teknik konservasi air berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu yang mempunyai fungi sebagai tempat untuk menampung air hujan. Oleh karena itu, Sumur Resapan itu sudah seharusnya menjadi syarat wajib bagi setiap pendirian bangunan. Bayangkan jika dalam pembangunan semua lahan tertutup oleh bangunan, tidak ada ruang untuk air meresap kedalam tanah, ditambah lagi dengan tidak dibuatkannya parit atau selokan yang memadai, sehingga jika debit air meluap akan menyebabkan banjir. Oleh karena itu sistem drainase yang baik sangat diperlukan dalam pendirian bangunan. Sistem drainase bisa berada dipermukaan tanah yaitu berupa parit atau selokan atau bisa juga berupa gorong-gorong  dibawah tanah.

2. FUNGSI DAN MANFAAT 
Dan kembali berbicara tentang Sumur Resapan, dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sumur resapan berfungsi memberikan imbuhan air secara buatan dengan cara menginjeksikan air hujan ke dalam tanah. 
Manfaat sumur resapan adalah:
1. Mengurangi aliran air di permukaan  sehingga dapat mencegah / mengurangi terjadinya banjir dan genangan air.
2. Mempertahankan dan meningkatkan tinggi permukaan air tanah.
3. Mengurangi erosi dan sedimentasi (proses pengendapan material yang ditransport oleh media air, angin, es, atau gletser di suatu cekungan ).
4. Mengurangi / menahan intrusi air laut  bagi daerah yang berdekatan dengan kawasan pantai.
5. Mencegah penurunan  tanah (land subsidance).
6. Mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah.

3. SASARAN LOKASI DAN BENTUK BANGUNAN

Sumur Resapan Air Solusi Atasi Banjir
Sasaran  lokasi adalah daerah peresapan air  di kawasan budidaya, permukiman, perkantoran, pertokoan, industri, sarana dan prasarana olah raga serta fasilitas umum lainnya. Sedangkan untuk bentuk bangunan peresap itu sendiri dapat dipilih berdasarkan tujuan penerapan bangunan peresap, kondisi alam dan lingkungan pada daerah sekitar rencana lokasi, aspek keamanan, estetika, dan biaya yang tersedia. Bentuk dan jenis bangunan sumur resapan dapat berupa bangunan sumur resapan air yang dibuat segiempat atau silinder dengan kedalaman tertentu dan dasar sumur terletak di atas permukaan air tanah.

Dari apa yang sudah dijelaskan diatas, dapat disimpulkan bahwa Sumur Resapan air sangat diperlukan terutama dalam menjaga ekosistem alam, dimana agar terjadi keseimbangan antara manusia dan alam. Betapa menyedihkannya bila melihat fenomena banjir di ibukota yang belum kunjung menemukan solusi. Dan sudah seharusnya kita sebagai generasi muda terus mencoba mengembangkan tekonologi yang bermanfaat seperti ini, agar bisa terus memberikan kontribusi yang positif bagi kelangsungan hidup orang banyak.

Okty Imagine ^-^

Sumber gambar : Google Image


Read more ...

Gunung VS Wedges

Minggu, 27 Oktober 2013
Ini kisah nyata lhoo..pertempuran antara jalanan bebatuan pegunungan dan sepatu wedges. hehe
Jadi tepatnya sabtu, 26 oktober 2013 kemaren, baru 2 hari yang lalu saya, beserta ketiga teman saya yaitu, Pia, Andy, dan Tama, sama-sama pergi ke kawasan Gunung Bunder Bogor. Maksud dan tujuan kita itu untuk mengadakan survei lokasi outbond untuk acara kampus. Sebenarnya ceritanya sudah complicated dari sehari menjelang keberangkatan kita. Dari masalah susah cari tebengan, ribet masalah waktu, sampe akhirnya Pia yang harus berjuang dari bekasi, pulo gadung, tanjung priuk, sampe ke Bogor *teposs* haha. Janjiannya jam sembilan pagi tapi Pia dan Tama baru dateng jam 2 siang *jam karet* haha. 

Berangkat jam dua dari Pomad dibawah terik matahari yang menyengat kulit waktu itu, kita berempat berangkat dengan penuh rasa was-was *takut nyasar* hihi. Yaa dan bener aja ditengah perjalanan Pia dan Tama ketinggalan, kemudian sempat salah belok harusnya belok kanan dia malah belok kiri, alhasil kita harus bersabar nunggu mereka puter balik. Jam sudah menunjukan ke angka tiga, tapi kita masih belum sampai juga ke lokasi yang dimaksud. Berbekal petunjuk dari bapak-bapak tua yang bilang kita disuruh ikutin terus angkot 03 Ciapus yang ada tulisannya FATEN ( saya angguk-angguk tanda ga ngerti sebenernya waktu itu, entah apa itu FATEN yang saya tau cuma angkot 03 ajaa ) tapi akhirnyaa kita memantapkan hati untuk jalan terus. Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore, tapi kita belum sampai juga di lokasi yang kita maksud, entah sudah berapa curug yang kita lewati, tapi Curug Pangeran yang kita maksud belum terlihat juga. 

Bertanyalah kita pada akang2 penjual bakso disekitar lokasi pernikahan, ingin mampir rasanya makan makanan gratis di tempat prasmanan, haha. Setelah bertanya kita disuruh belok kanan, ternyata jalanannya jalan tikus, mampirlah kita beli minuman dulu. Terus melanjutkan perjalanan. Dan akhirnya saya mengerti yang dimaksud Bapak tua tadi benar saja angkot yang ke arah Gunung Bunder itu ada tulisan FATEN didepannya haha. Makin keatas, makin terlihat pemandangan yang menakjubkan, berkali-kali menahan keinginan untuk foto-foto tapi setelah memasuki kawasan gunung halimun salak tepat pada batu besar kita memutuskan untuk berfoto sejenak *daripada nyesel* haha. Jam menunjukkan pukul setengah empat sore, hari makin sore dan kita pun memutuskan cepat-cepat meneruskan perjalanan sampai ke lokasi. 

Sampailah kita dilokasi Curug Pangeran. Jalanan bebatuan dan licin menyambut kita berempat, karena andy gak sanggup boncengin saya, *keberatan kali yah* saya pun turun dan memilih berjalan kaki sambil bersusah payah mengatur nafas. Sampai diatas ternyata terdapat beberapa villa ramai sekali karena sedang disewa oleh ibu-ibu PKK Kelurahan. hampir pukul setengah lima sore kita memutuskan untuk pergi ke Curug Pangeran yang di maksud, untuk sampai di air terjun dibutuhkan waktu kurang lebih 10 menit perjalanan. 

Tapi jalanannya bebatuan beberapa kali Saya dan Pia kesulitan berjalan karena kita berdua memakai sepatu wedges WOW gak nyangka sepatu wedges kita sangat menyulitkan untuk berjalan disana, kita berdua gak nyangka kalo bakal ngelewatin jalanan seperti itu, kirain cuma liat villa dan selesai. Sampai-sampai Tama keceplosan ngomong "lagian kalian udah tau ke Gunung, eh pake wedges" ahaha *nusuk*. Akhirnya sepatunya pun kita lepas dan ditenteng aja daripada jatoh, tapi saya gak tahan sakitnya nginjek bebatuan itu, saya lebih memlilih memakai kembali sepatunya, dengan resiko bakal terjatuh. Sampai juga di Curug Pangeran, iiihh baguuss airnya keliatan hijau pengen nyemplung rasanya. 

Lima menit berfoto tiba-tiba mendung datang, dan langit pun semakin gelap, kami cepat-cepat naik dan bergegas pergi ke villa. Namun hujan semakin deras, jalanan setapak itu pun semakin tak terlihat, saya yang ketakutan pun sudah gak peduli lagi dengan sepatu wedges yang saya pakai. Berkali-kali saya berteriak karena hampir terepeleset, kita saling berpegangan jalan secepat mungkin, berkejaran dengan hujan, berjuang mengatur nafas yang hampir habis rasanya. Sampai diatas ada saung yang menjual makanan dan minuman, kita pun berteduh di saung itu sambil minum teh anget dan mie rebus.

Sampai maghrib hujan baru reda, dan kami cepat-cepat pergi ke villa yang kita survei untuk ketemu sama yang empunya villa, Pak Umar namanya. Orang-orang yang sedang menyewa villa tersebut sedang bersiap untuk mengadakan acara malam itu. Kami bertanya pada salah satu panitia untuk meminta nomor HP Pak Umar setelah dapat kami pun memtuskan pulag. Dan ternyata usut punya usut pamali katanya kalau kita pergi ke Curug itu kalo udah sore soalnya jika sore suka ada air bah yang datang tiba-tiba dan pernah ada korban hiihhh sereeemm. Dan saya pun tobat deh pake wedges ke daerah pegunungan gituu, sampai rumah gak bisa tidur karena kaki pegel dan sakit-sakit semua. Dan pas paginya saya baru sadar kalo ditelapak kaki saya ada tanda biru lebam entah kena apa itu huhu :(. 

Okty Imagine ^_^
Read more ...

The most beautiful view is the one I share with you. ^__^

Senin, 03 Juni 2013
Welcome to the world of Okty Imagine. ^__^

Berbagi cerita, membagi senang dan tawa, membagi sedih dan air mata, karna kalian ga akan pernah bisa berdiri tegak tanpa pernah membagi apa yg kalian rasakan pada siapa pun.  Aku adalah sebagian kecil dari orang-orang yang senang berbagi cerita entah itu cerita dengan sejuta tawa atau cerita dengan sejuta air mata. ^__^

Hidup itu pilihan, kalian bebas memilih apa yang kalian suka dalam kehidupan kalian masing-masing, ada pepatah yang bilang "kejarlah apa yang membuatmu bahagia, dan tinggalkan apapun yang menghasilkan air mata". Karna kita berhak untuk bahagia. ^__^

The most beautiful view is the one I share with you. ^__^

Okty Imagine ^__^

Read more ...
Tampilkan postingan dengan label My Journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Journey. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 November 2013

Menghemat Air Dengan Sistem Grey Water

Menghemat Air Dengan Sistem Grey Water



 Sayembara Penulisan Blog PUAir merupakan zat yang paling penting dalam kelangsungan makhluk hidup setelah udara. Karena sekitar tiga per empat bagian dari tubuh kita terdiri dari air, dan menurut penelitian tak ada seorang pun yang dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air. Volume air dalam tubuh manusia rata-rata 65% dari total berat badannya, dan volume tersebut sangat bervariasi pada masing-masing orang, bahkan juga bervariasi antara bagian-bagian tubuh seseorang. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan jelas air sangat sekali manfaatnya untuk kita semua dapat dibayangkan pula bagaimana kelangsungan hidup manusia jika tidak ada air.  


Fenomena kelangkaan air bersih.
Kita sering melihat dibeberapa daerah di Indonesia sering mengalami kelangkaan air bersih, bahkan bukan hanya di Indonesia diberbagai belahan dunia pun krisis air bersih telah menjadi persoalan yang mengkhawatirkan. Di Indonesia sendiri banyak penyebab yang menciptakan kelangkaan air bersih ini  selain perubahan iklim yang cukup ekstrem. Penyebab utamanya adalah eksploitasi besar-besaran air tanah yang tidak hanya mengakibatkan terjadinya kelangkaan air, tetapi juga mengakibatkan penurunan permukaan tanah (land subsidence) terhadap permukaan air laut. Ditambah laju pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang kian hari kian bertambah. Ketidakseimbangan  jumlah penduduk dan ketersediaan air ini dikhawatirkan akan memunculkan konflik baru yang dapat meluas secara global.

Oleh karena itu kita sebagai generasi muda harus memiliki gagasan dan ide-ide baru untuk terus menmpertahankan kelangsungan hidup orang banyak. Melalui tulisan saya ini saya akan mencoba membahas tentang pengolahan air yang memanfaatkan air pembuangan dari rumah atau kantor untuk digunakan kembali sebagai keperluan lainnya atau yang biasa disebut dengan Grey Water.


Sebelumnya kita harus bisa membedakan apa itu Grey Water dan apa juga yang disebut dengan Black Water. Grey Water yaitu air pembuangan yang berasal dari air bekas mencuci (cuci baju atau cuci piring) dan mandi. Sedangkan Black Water yaitu air pembuangan yang berasal dari air bekas pembuangan yang ada di toilet. Dan pemisahan antara Grey Water dan Black Water sangat perlu dilakukan yang nantinya air bekas cucian dan mandi tersebut akan masuk ke pipa pembuangan air khusus yang kemudian ditampung pada sebuah bak yang dilengkapi dengan filter untuk membersihkan air tersebut. Dan setelah air tersebut menjadi bersih lagi dan tidak berbahaya maka air tersebut bisa digunakan untuk keperluan lain seperti mencuci mobil, menyiram tanaman sampai air untuk toilet.

Memang dari penjelasan tersebut Grey Water adalah sistem yang sangat sederhana, namun kaya manfaat setidaknya kita bisa menghemat penggunaan air. Pengolahan kembali grey water bisa dengan alat yang berharga ratusan juta atau bisa juga menggunakan alat yang sangat sederhana dan mudah dibuat sendiri dengan bahan-bahan seperti pasir, ijuk, koral, arang, dan sebuah drum. Namun pembuatan grey water harus ditangani dengan baik, karena jika tidak akan berpengaruh buruk pada kualitas air dan menimbulkan penyebaran penyakit dilingkungan sekitar. Namun jika grey water bisa dikelola dengan baik maka bukan tidak mungkin akan menmberikan kontribusi yang bermanfaat untuk lingkungan sekitar. 

Jika saja di Indonesia sistem pengolahan air sisa pembuangan Grey Water ini bisa diterapkan disetiap rumah di Indonesia, berapa banyak jumlah air yang bisa kita hemat? Dengan demikian paling tidak kita bisa meminimalisir terjadinya kelangkaan air bersih untuk masa mendatang. Meskipun masih banyak yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya kelangkaan air tersebut, namun setidaknya kita bisa mencoba dengan cara yang bisa dibilang sangat sederhana. Rasanya sangat disayangkan sekali jika ada alternatif untuk mendaur ulang air sisa pembuangan dan menjadi air bersih yang bisa dipergunakan kembali seperti grey water ini hanya menjadi wacana saja tanpa ada pembuktian nyata dari banyak pihak. 

Mungkin saya pribadi pun tidak banyak memilki pengetahuan dibidang ilmu pengetahuan teknologi seperti ini, namun saya bisa memahami dampak besar yang bisa dihasilkan apabila bisa memaksimalkan fungsi dari pembuatan Grey Water tersebut.

Terakhir mungkin saya hanya bisa berpesan yang paling terpenting adalah bagaimana kita tetap bisa menjaga kelestarian lingkungan sekitar agar tetap bisa memberikan kontribusi yang positif untuk kelangsungan hidup manusia. Dengan terus menjaga bumi ini, bukan hanya kelangkaan air bersih yang bisa kita atasi tapi berbagai zat-zat penting lainnya yang dibutuhkan oleh manusia.  


Okty Imagine ^_^

Sumber Gambar : Google Image



Kamis, 31 Oktober 2013

SUMUR RESAPAN AIR SOLUSI ATASI BANJIR

SUMUR RESAPAN AIR SOLUSI ATASI BANJIR

 Sayembara Penulisan Blog PU
Saya sempat bingung untuk memilih artikel apa yang akan saya tulis dan saya kembangkan. Maklum saya tidak begitu mengikuti tentang IPTEK karena memang saya sendiri tidak punya background pendidikan dibidang itu. Namun akhir-akhir ini saya sering melihat berita di televisi tentang sumur resapan air yang sedang marak dilakukan di daerah DKI Jakarta. Ya memang ibukota sudah menjadi langganan banjir sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu. Apalagi wajah ibukota sekarang telah banyak berubah, banyak bangunan-bangunan liar yang didirikan dibantaran sungai, gedung-gedung menjulang tinggi, pemukiman penduduk yang padat dan sistem drainase yang buruk pun menambah panjang catatan penyebab terjadinya banjir yang tak kunjung bisa dicarikan solusi yang terbaik. 
Baiklah, kita lupakan dulu masalah banjir di ibukota, sekarang kita mulai membahas apa yang dimaksud dengan Sumur Resapan.

1. PENGERTIAN
Sumur Resapan Air Solusi Atasi Banjir
Sumur Resapan adalah salah satu sumber rekayasa teknik konservasi air berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu yang mempunyai fungi sebagai tempat untuk menampung air hujan. Oleh karena itu, Sumur Resapan itu sudah seharusnya menjadi syarat wajib bagi setiap pendirian bangunan. Bayangkan jika dalam pembangunan semua lahan tertutup oleh bangunan, tidak ada ruang untuk air meresap kedalam tanah, ditambah lagi dengan tidak dibuatkannya parit atau selokan yang memadai, sehingga jika debit air meluap akan menyebabkan banjir. Oleh karena itu sistem drainase yang baik sangat diperlukan dalam pendirian bangunan. Sistem drainase bisa berada dipermukaan tanah yaitu berupa parit atau selokan atau bisa juga berupa gorong-gorong  dibawah tanah.

2. FUNGSI DAN MANFAAT 
Dan kembali berbicara tentang Sumur Resapan, dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sumur resapan berfungsi memberikan imbuhan air secara buatan dengan cara menginjeksikan air hujan ke dalam tanah. 
Manfaat sumur resapan adalah:
1. Mengurangi aliran air di permukaan  sehingga dapat mencegah / mengurangi terjadinya banjir dan genangan air.
2. Mempertahankan dan meningkatkan tinggi permukaan air tanah.
3. Mengurangi erosi dan sedimentasi (proses pengendapan material yang ditransport oleh media air, angin, es, atau gletser di suatu cekungan ).
4. Mengurangi / menahan intrusi air laut  bagi daerah yang berdekatan dengan kawasan pantai.
5. Mencegah penurunan  tanah (land subsidance).
6. Mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah.

3. SASARAN LOKASI DAN BENTUK BANGUNAN

Sumur Resapan Air Solusi Atasi Banjir
Sasaran  lokasi adalah daerah peresapan air  di kawasan budidaya, permukiman, perkantoran, pertokoan, industri, sarana dan prasarana olah raga serta fasilitas umum lainnya. Sedangkan untuk bentuk bangunan peresap itu sendiri dapat dipilih berdasarkan tujuan penerapan bangunan peresap, kondisi alam dan lingkungan pada daerah sekitar rencana lokasi, aspek keamanan, estetika, dan biaya yang tersedia. Bentuk dan jenis bangunan sumur resapan dapat berupa bangunan sumur resapan air yang dibuat segiempat atau silinder dengan kedalaman tertentu dan dasar sumur terletak di atas permukaan air tanah.

Dari apa yang sudah dijelaskan diatas, dapat disimpulkan bahwa Sumur Resapan air sangat diperlukan terutama dalam menjaga ekosistem alam, dimana agar terjadi keseimbangan antara manusia dan alam. Betapa menyedihkannya bila melihat fenomena banjir di ibukota yang belum kunjung menemukan solusi. Dan sudah seharusnya kita sebagai generasi muda terus mencoba mengembangkan tekonologi yang bermanfaat seperti ini, agar bisa terus memberikan kontribusi yang positif bagi kelangsungan hidup orang banyak.

Okty Imagine ^-^

Sumber gambar : Google Image


Minggu, 27 Oktober 2013

Gunung VS Wedges

Ini kisah nyata lhoo..pertempuran antara jalanan bebatuan pegunungan dan sepatu wedges. hehe
Jadi tepatnya sabtu, 26 oktober 2013 kemaren, baru 2 hari yang lalu saya, beserta ketiga teman saya yaitu, Pia, Andy, dan Tama, sama-sama pergi ke kawasan Gunung Bunder Bogor. Maksud dan tujuan kita itu untuk mengadakan survei lokasi outbond untuk acara kampus. Sebenarnya ceritanya sudah complicated dari sehari menjelang keberangkatan kita. Dari masalah susah cari tebengan, ribet masalah waktu, sampe akhirnya Pia yang harus berjuang dari bekasi, pulo gadung, tanjung priuk, sampe ke Bogor *teposs* haha. Janjiannya jam sembilan pagi tapi Pia dan Tama baru dateng jam 2 siang *jam karet* haha. 

Berangkat jam dua dari Pomad dibawah terik matahari yang menyengat kulit waktu itu, kita berempat berangkat dengan penuh rasa was-was *takut nyasar* hihi. Yaa dan bener aja ditengah perjalanan Pia dan Tama ketinggalan, kemudian sempat salah belok harusnya belok kanan dia malah belok kiri, alhasil kita harus bersabar nunggu mereka puter balik. Jam sudah menunjukan ke angka tiga, tapi kita masih belum sampai juga ke lokasi yang dimaksud. Berbekal petunjuk dari bapak-bapak tua yang bilang kita disuruh ikutin terus angkot 03 Ciapus yang ada tulisannya FATEN ( saya angguk-angguk tanda ga ngerti sebenernya waktu itu, entah apa itu FATEN yang saya tau cuma angkot 03 ajaa ) tapi akhirnyaa kita memantapkan hati untuk jalan terus. Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore, tapi kita belum sampai juga di lokasi yang kita maksud, entah sudah berapa curug yang kita lewati, tapi Curug Pangeran yang kita maksud belum terlihat juga. 

Bertanyalah kita pada akang2 penjual bakso disekitar lokasi pernikahan, ingin mampir rasanya makan makanan gratis di tempat prasmanan, haha. Setelah bertanya kita disuruh belok kanan, ternyata jalanannya jalan tikus, mampirlah kita beli minuman dulu. Terus melanjutkan perjalanan. Dan akhirnya saya mengerti yang dimaksud Bapak tua tadi benar saja angkot yang ke arah Gunung Bunder itu ada tulisan FATEN didepannya haha. Makin keatas, makin terlihat pemandangan yang menakjubkan, berkali-kali menahan keinginan untuk foto-foto tapi setelah memasuki kawasan gunung halimun salak tepat pada batu besar kita memutuskan untuk berfoto sejenak *daripada nyesel* haha. Jam menunjukkan pukul setengah empat sore, hari makin sore dan kita pun memutuskan cepat-cepat meneruskan perjalanan sampai ke lokasi. 

Sampailah kita dilokasi Curug Pangeran. Jalanan bebatuan dan licin menyambut kita berempat, karena andy gak sanggup boncengin saya, *keberatan kali yah* saya pun turun dan memilih berjalan kaki sambil bersusah payah mengatur nafas. Sampai diatas ternyata terdapat beberapa villa ramai sekali karena sedang disewa oleh ibu-ibu PKK Kelurahan. hampir pukul setengah lima sore kita memutuskan untuk pergi ke Curug Pangeran yang di maksud, untuk sampai di air terjun dibutuhkan waktu kurang lebih 10 menit perjalanan. 

Tapi jalanannya bebatuan beberapa kali Saya dan Pia kesulitan berjalan karena kita berdua memakai sepatu wedges WOW gak nyangka sepatu wedges kita sangat menyulitkan untuk berjalan disana, kita berdua gak nyangka kalo bakal ngelewatin jalanan seperti itu, kirain cuma liat villa dan selesai. Sampai-sampai Tama keceplosan ngomong "lagian kalian udah tau ke Gunung, eh pake wedges" ahaha *nusuk*. Akhirnya sepatunya pun kita lepas dan ditenteng aja daripada jatoh, tapi saya gak tahan sakitnya nginjek bebatuan itu, saya lebih memlilih memakai kembali sepatunya, dengan resiko bakal terjatuh. Sampai juga di Curug Pangeran, iiihh baguuss airnya keliatan hijau pengen nyemplung rasanya. 

Lima menit berfoto tiba-tiba mendung datang, dan langit pun semakin gelap, kami cepat-cepat naik dan bergegas pergi ke villa. Namun hujan semakin deras, jalanan setapak itu pun semakin tak terlihat, saya yang ketakutan pun sudah gak peduli lagi dengan sepatu wedges yang saya pakai. Berkali-kali saya berteriak karena hampir terepeleset, kita saling berpegangan jalan secepat mungkin, berkejaran dengan hujan, berjuang mengatur nafas yang hampir habis rasanya. Sampai diatas ada saung yang menjual makanan dan minuman, kita pun berteduh di saung itu sambil minum teh anget dan mie rebus.

Sampai maghrib hujan baru reda, dan kami cepat-cepat pergi ke villa yang kita survei untuk ketemu sama yang empunya villa, Pak Umar namanya. Orang-orang yang sedang menyewa villa tersebut sedang bersiap untuk mengadakan acara malam itu. Kami bertanya pada salah satu panitia untuk meminta nomor HP Pak Umar setelah dapat kami pun memtuskan pulag. Dan ternyata usut punya usut pamali katanya kalau kita pergi ke Curug itu kalo udah sore soalnya jika sore suka ada air bah yang datang tiba-tiba dan pernah ada korban hiihhh sereeemm. Dan saya pun tobat deh pake wedges ke daerah pegunungan gituu, sampai rumah gak bisa tidur karena kaki pegel dan sakit-sakit semua. Dan pas paginya saya baru sadar kalo ditelapak kaki saya ada tanda biru lebam entah kena apa itu huhu :(. 

Okty Imagine ^_^

Senin, 03 Juni 2013

The most beautiful view is the one I share with you. ^__^

Welcome to the world of Okty Imagine. ^__^

Berbagi cerita, membagi senang dan tawa, membagi sedih dan air mata, karna kalian ga akan pernah bisa berdiri tegak tanpa pernah membagi apa yg kalian rasakan pada siapa pun.  Aku adalah sebagian kecil dari orang-orang yang senang berbagi cerita entah itu cerita dengan sejuta tawa atau cerita dengan sejuta air mata. ^__^

Hidup itu pilihan, kalian bebas memilih apa yang kalian suka dalam kehidupan kalian masing-masing, ada pepatah yang bilang "kejarlah apa yang membuatmu bahagia, dan tinggalkan apapun yang menghasilkan air mata". Karna kita berhak untuk bahagia. ^__^

The most beautiful view is the one I share with you. ^__^

Okty Imagine ^__^