PERSEMBAHAN DARI KRUI ( PASIR PUTIH HINGGA PANTAI PRIBADI )

Senin, 25 Agustus 2014
Andai saja aku bisa lebih lama..
Aku ingin semua tetap sama...
Tetap indah dan alami tanpa ada yang dikurangi..

Entah sejak kapan senja menjadi pemandangan paling dinanti buat saya pribadi. Melihat senja dipinggir pantai itu menjadi hal yang sangat saya suka mungkin buat teman-teman yang lain juga sama. Siapa yang tidak suka ketika mata dimanjakan oleh indahnya pesona pantai dihiasi semburat merah ketika petang menjelang semuanya terlihat sempurna sangat mempesona. Setahun yang lalu saya berkesempatan menginjakkan kaki ditempat kelahiran kedua orang tua saya, kebetulan keduanya berasal dari daerah yang sama, yaitu Kabupaten Krui, Lampung Barat.

Selamat Datang Di Provinsi Lampung

Dimana Krui?

Apa teman-teman pernah dengar nama Kabupaten Krui?, Kabupaten Krui terletak di Provinsi Lampung Barat, karena letak geografisnya yang ada dipesisir barat Provinsi Lampung membuat Krui terkenal dengan wisata pantainya. Meski tidak begitu tersohor seperti Pantai-pantai yang ada di Bali, Lombok, atau Bangka Belitung, tapi saya yakin pantai-pantai di Krui tidak kalah cantik. Ombaknya yg bagus membuat Krui banyak disinggahi wisatawan Lokal maupun Asing untuk berselancar atau surfing disana. Bulan Agustus tahun lalu saya berkesempatan liburan bersama keluarga saya di Krui sambil mengerjakan sebuah pekerjaan dinas yang belum terselesaikan (lupakan pekerjaan itu) hehe kita fokus pada liburannya saja. Untuk sampai di Kabupaten Krui sangat mudah kok, memang membutuhkan waktu cukup lama untuk sampai disana, karena kita menggunakan jalur darat dan laut. Sebenarnya ada sih pesawat ke Lampung, tapi untuk sampai ke Kabupaten Krui harus menempuh perjalanan yang masih jauh juga, lebih baik naik kendaraan darat saja. Waktu itu saya bersama keluarga naik kendaraan Bus dari Terminal Kampung Rambutan Jakarta, ada Bus khusus yang menuju kesana Bus Krui Putra namanya, itu bus langsung menuju Krui jadi teman-teman cukup duduk manis menikmati perjalanan tanpa perlu pindah-pindah kendaraan lain, tarif Bus AC hanya sekitar 150 ribu dan sudah termasuk tiket Kapal Laut. Memerlukan waktu sekita empat jam dari Terminal Kampung Rambutan kita sudah sampai di Pelabuhan Merak Banten untuk menumpang Kapal Laut sekitar tiga hingga empat jam menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung. Setelah itu dilanjutkan lagi menggunakan jalur darat menuju Kabupaten Krui yang memakan waktu sekitar delapan hingga sepuluh jam perjalanan. Kali ini saya ingin mengajak teman-teman untuk melihat indahnya pantai di Krui dan sekaligus memperkenalkan Krui kampung halaman kedua orang tua saya pada teman-teman semua.

Pantai Labuhan Jukung

Saya beserta keluarga sampai di Krui tepat pukul lima subuh, tepatnya di Desa Gunung Kemala. Setelah beristirahat, pada sore harinya saya menyempatkan untuk jalan-jalan ke Pantai Labuhan Jukung. Ini pantai yang paling populer di Krui, ombaknya yang tidak terlalu besar membuat banyak orang menghabiskan waktu disini. Saya ingat betul ketika tahun 2010 lalu, saya bertemu seorang pengusaha muda yang berasal dari Bandar Lampung, kami bercerita bayak tentang Krui, ia sangat memuji keindahan Pantai Labuhan Jukung yang menurutnya masih sangat indah dan alami.

Selamat Datang Di Pantai Labuhan Jukung
                             
Dengan ditemani oleh beberapa sepupu saya yang diantaranya masih kecil, saya bersama adik saya sangat bersemangat. Meski sudah banyak yang berubah,tapi Pantainya masih terjaga dengan baik, terlihat Penginapan-penginapan didirikan dipinggiran jalan menuju ke Pantai, geliat perkembangan wisata sudah mulai terlihat. Nampaknya Pemda Kabupaten Krui mulai menyadari bahwa pantai-pantai yang ada di Krui adalah aset yang sangat perlu dikembangkan. Ini kesekian kalinya Labuhan Jukung mebuat saya takjub, kebetulan ketika itu sedang tidak musim liburan, pantai terlihat sepi dan sangat tenang.

Deburan ombak menyapa kami, pasirnya yang putih berkilauan terkena sinar matahari, langitnya yang biru menambah indah pemandangan sore itu. Jajaran perahu-perahu nelayan berbaris rapi, menunggu tuannya untuk pergi mencari ikan. Mayoritas penduduk dipinggiran pantai adalah nelayan, setiap pagi mereka menjual hasil tangkapannya dipasar ataupun menjajakannya langsung kerumah-rumah penduduk menggunakan sepeda atau sepeda motor. Nampak sebuah perahu bersandar tepat dibelakang kami.

Pasir Putihnya Yang Begitu Bersih dan Halus

Airnyaa Jernih Banget Kan

Gedean Orangnya daripada Perahunya :p
Semuanya bersenang-senang bersama, menikmati jernihnya air laut yang kebetulan sedang surut, batu-batu karang yang biasanya ditutupi air terlihat dengan jelas. Beberapa penghuni dasar laut terlihat ddidasar air, kerang, bintang laut, rumput laut, semuanya terlihat dengan jelas. Saya sibuk memotret sampai adik sepupu saya menarik tangan saya untuk segera bergabung bersama mereka menikmati segarnya air laut.

Airnyaaa Sugerrrrr

Narsis Tiada Tara

Smile..Smile..Smile

Hari sudah semakin sore, air pun sudah mulai pasang kami memutuskan untuk segera pulang, tapi saya masih belum ingin beranjak pergi menunggu matahari tenggelam sore itu, untuk kesekian kalinya ingin menikmati sunset Pantai Labuhan Jukung. Beberapa menit kemudian langit mulai gelap nampak matahari tenggelam di ufuk timur, cahaya merah mulai menghiasi langit Pantai Labuhan Jukung Petang itu, semuanya sempurna sudah, indah, indah, dan indah.


Akhirnya Matahari Tenggelam dengan Indah

Sejauh Mata Memandang

Selamat Datang Senja

Pantai Tembakak


Pemandangan Di Kanan Kiri Jalan
Untuk tambahan destinasi wisata di Krui bisa juga mengunjungi pantai Tembakak, Pantai yang satu ini baru pertama kali saya kunjungi Pantai alami yang sama sekali belum tersentuh ini, memberikan kesan liburan yang sangat berkesan. Kami berangkat menggunakan mobil bak paman saya yang diatasnya ditaruh tiga kursi plastik untuk duduk, berbekal makanan seadanya dan tiga buah durian yang dibeli dipinggir jalan kami berangkat menuju pantai. Saya memilih duduk dibangku depan, abis rasanya gimana yaa duduk dikursi plastik yang ditaruh diatas mobil bak gitu, hihi. Adik dan kedua sepupu kecil saya memilih duduk dibelakang. Sepanjang jalan saya disuguhkan pemandangan yang sangat indah dikiri kanan jalan, rumah-rumah panggung yang terbuat dari kayu dan dihiasi ukiran-ukiran khas Lampung menjadi pusat perhatian saya.

Sesampainya disana saya terheran-heran, bagaimana tidak, pantai nya sangat sepi, lebih tepatnya tidak ada orang lain selain kami dan seorang ibu penjual pecal yang membuka warung kecil dipinggir jalan dekat pantai. Saya seperti berada di pantai pribadi, bahkan paman dan sepupu saya menaruh kursi plastik yang mereka bawa dari rumah, saya juga turut membawa serta bantal berbentuk panda yang saya dapat ketika membeli Liang Teh Cap Panda saat membuka stand promo diacara kantor sebulan sebelum saya berangkat ke Krui, saya borong cincau hitamnya waktu itu. Angin bulan agustus sangat terasa disana, saya bahkan harus berkali-kali merapikan rambut yang berantakan ditiup angin pantai.

Selamat Datang di Pantai Tembakak
Acara dimulai dengan icip-icip durian bawaan kami, kebetulan sedang musim durian, jadi harganya murah meriah, untuk 1 buah durian hanya sekitar lima ribu rupiah sampai dua puluh ribu rupiah saja itu pun sudah dapat ukuran besar dan dijamin mabok deh, hehe. Ah durian yang kami bawa cuma numpang lewat aja dimulut, dimakan sama enam orang yaa ga kenyang, hihi. Tapi jangan sedih, untuk urusan perut gak perlu khawatir kelaparan, didekat pantai ada warung kecil yang menjual pecal dan minuman lain, harganya juga murah meriah, sayang warungnya lupa didokumentasikan. Kenyang makan durian dan pecal saatnya diademin pake Liang Teh Cap Panda, dijamin suegeerr.
Siapa Yang Mau Durian?
Bantal Berbentuk Panda dari Liang Teh Cap Panda


Batu Karangnya Gede, Tapi Kami Ga Berani Naik
Selanjutnya kita bermain air dan berfoto narsis ala-ala bule artis hollywood yang lagi holiday di Pulau Pribadinya, hihi. Kemudian lari kesana kemari berebutan kerang yang cantik-cantik buat oleh-oleh pas pulang ke Bogor (gak modal banget ya). Pantai Tembakak tidak memiliki pasir seperti di Labuhan Jukung, pasirnya bercampur dengan cangkang kerang dan batu-batu kecil, batu-batu karang disini lebih bnyak dibandingakan Labuhan Jukung, dan bentuknya besar-besar, tapi soal pemandangan, Tembakak juga gak kalah indah, disebrang pantai terlihat ada sebuah Pulau yang bernama Pulau Pisang. Sudah capek, waktunya kita pulang, kali ini gak nunggu sunset karna paman saya bawel ngajak pulang, takut kemaleman katanya.

Subhanallah..I Love Krui
Ini Dia Pulau Pisangnya
Gak apa-apalah lain kali saya mau kesana lagi, ajak temen-temen dari Bogor dan Jakarta, supaya mereka lihat betapa indahnya Kampung Halaman kedua orang tua saya. Dan saya mau ajak mereka untuk buat gerakan sosial disana untuk adik-adik di Desa Gunung Kemala, adik-adik kecil yang sangat menginspirasi, adik-adik kecil yang kasih banyak pelajaran berharga untuk saya selama berada disana.


Mereka adalah Inspirasi 
Di perjalanan pulang saya lebih memilih duduk dibangku belakang, merasakan sensasi deg deg ser kalo kata adik saya, duduk diatas bangku plastik dan diliatin orang itu sensasi tersendiri, ya lambai-lambaikan tangan ala Putri Indonesia, haha. Ini beneran seru banget lebih dekat dengan alam, melihat indahnya Krui dengan cara yang istimewa. Saya sama sekali tidak merasakan mual meski jalanannya yang meliuk-liuk alias banyak tikungan, ini indah, sungguh indah. Hanya berharap ketika kembali lagi semuanya tetap sama, tetap indah dan alami tanpa ada yang dikurangi.
Mereka Sangat Menikmati, Haha
Meski saya hanya bercerita tentang dua pantai yang sudah saya kunjungi, namun di Krui masih banyak lagi pantai-pantai yang gak kalah indah, diantaranya Pantai Walur, dan Pantai Tanjung Setia, lain kali kalau saya berkunjung ke Krui lagi saya akan kesana dan menambah daftar Pantai yang sudah saya kunjungi. Semoga bermanfaat yaa ^_^

Okty Imagine ^_^


Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Contest 

"Travelogue Wisata Pantai di Indonesia" Bersama Liang Teh Cap Panda




Read more ...

PENGHARAPAN

Senin, 07 Juli 2014
Windy mendadak jadi pengkhayal semenjak Dani masuk dalam kehidupannya, dan terus memberi mimpi-mimpi baru dalam masa depannya. Seketika Windy bisa jadi penggalau dengan wajah penuh kecemasan menunggu sapaan walau hanya berupa pesan singkat. Seketika pula ia berubah menjadi gadis paling bahagia ketika dilayar ponselnya tertulis sapaan dari pria yang bernama Dani. Windy mengenalnya, tapi jarak memaksa mereka untuk memendam keinginan untuk bertemu. Waktu telah memisahkan mereka hingga akhirnya mereka kembali dipertemukan walau hanya dalam dunia yang semu. Windy tak keberatan akan itu, meski tak bertemu kian lama sapaan lembut Dani, kedewasaan yang selalu menenangkannya lewat perbincangan penuh canda meski hanya lewat udara, tapi Windy merasakannya. Merasakan kehangatan yang mengaliri setiap aliran darah nya, kedamaian yang tak pernah ia dapat dari pria lain. 

Semakin lama itu menjadi candu untuk windy, meski tak setiap hari Dani meneleponnya tapi Windy tak pernah mengeluh, ia menikmati setiap prosesnya. Bahkan ketika seharian penuh Dani tak memberi kabar, Windy tetap bersabar menanti meski terkadang hatinya dipenuhi prasangka yang membuat batinnya terkadang ingin berhenti. Namun, sapaan yang lembut dikeesokan harinya menjadi obat tersendiri untuknya. Bagaimana tidak, hanya sekedar kata “hai” saja sudah bisa menenggelemkan windy dalam mimpi-mimpi indah yang kian hari terus hadir dalam setiap tidurnya. Meski lama tak bertemu masih terekam jelas sosok Dani dibenaknya, caranya berjalan, caranya tersenyum, semuanya menjadi sebuah keutuhan yang tak pernah akan ia lupakan sampai waktu mempertemukan mereka kembali.

Dikala doanya Windy tak pernah henti melafalkan setiap kata demi kata yang terselip nama Dani didalamnya. Windy selalu berharap suatu saat nanti penantiannya berbuah manis, menjadikan semua mimpinya menjadi nyata. Mungkin ini terdengar lucu bagi sebagian orang yang tak mengenal apa arti dari sebuah penantian, tapi tidak bagi Windy tak pernah ada keraguan dalam hatinya untuk tetap bertahan dalam kerinduan akan calon imam nya kelak. Meski Dani tak pernah berucap cinta, tapi Windy yakin hati mereka telah terpatri dalam satu tujuan yang kelak akan menjadi nyata. Tak perlu kata cinta untuknya, Windy hanya butuh pembuktian akan kemantapan hatinya untuk berhenti di satu nama yaitu Dani. Butuh waktu untuk menjalani setiap proses menuju kebahagian yang kelak akan ia temukan dari sosok lelaki yang tak pernah henti ia kagumi.

Meski harus diam dalam kerinduan yang kian hari kian memuncak, meski harus berdiam dalam perasaan yang tak menentu, Windy tak pernah peduli, seberapa lama pun itu ia akan tetap berdiri pada satu hati, pada satu nama yang telah terangkai rapi dihatinya. Ini bukan tentang perkara cinta atau tidak cinta, tapi tentang penantian yang tak pernah mengenal batasan, tentang menjaga kesucian dalam diam dan pengharapan.

Sayang, meski ini tak mudah aku tahu jalanmu menujuku.
Sayang, meski ini semu aku tahu hatiku yang kau tuju.
Sayang, meski hanya perbincangan lewat udara, aku tahu hatimu telah disini.
Sayang, teruslah berjalan, hingga kau menemukan jalanmu pulang, disini, dihatiku.
Teruntuk calon imamku.


Read more ...

SEPASANG MATA

Senin, 24 Februari 2014
SEPASANG MATA

“Ada cahaya disitu!” Ucap Gani dengan raut wajah kagum.
“Dimana?” Ola tersentak dan menatap Gani heran.
“Itu disitu..di kedua bola matamu, ada cahaya terang disitu ada kedamaian setiap kali mataku menatap matamu” Pandangan Gani terus tertuju pada sosok wanita didepannya, menatap sepasang mata yang indah penuh kehangatan.

Lagi-lagi Ola tersentak, wajahnya memerah sempurna tangan sebelah kirinya refleks terangkat menutupi pipi sebelah kirinya, matanya yang sendu sesekali berkedip memperlihatkan kelentikan bulu matanya yang disempurnakan oleh maskara dan eye liner membuat sepasang bola mata itu makin terlihat hidup dan tajam, rambut hitamnya berkibar tertiup angin, bibirnya yang tipis berhiaskan gincu berwarna peach menyimpulkan senyum tipis, semakin lama senyum itu semakin lebar memberi kesan ramah pada raut wajahnya.

Sedangkan sosok lelaki dihadapannya, tak berhenti menatap sosoknya penuh kekaguman memancarkan sinar kebahagian dari wajah orientalnya, matanya terlihat begitu tajam seperti elang yang sedang terbang tinggi dengan seketika menukik tajam kepermukaan air ketika melihat mangsa, rambut ikalnya terlihat acak-acakan karena diterpa angin bulan Agustus.

“La, coba lihat awan hitam itu, sepertinya tak lama lagi akan turun hujan” Gani mencoba memecah suasana, membuyarkan lamunan sosok sempurna dihadapannya, wanita penuh kelembutan yang selalu menjadi tempat untuknya kembali pulang, sosok yang selalu memberi kenyamanan, ada sepasang mata yang tak pernah bosan ia pandangi, yang dengan menatapnya ada cahaya masa depannya disitu, ya di kedua bola matanya.

Ini ketiga kalinya Ola tersentak, entah mengapa ia selalu kehabisan kata-kata setiap kali Gani menatap matanya seperti itu, perasaan risihnya tak lagi jadi perkara tertutupi oleh bahagia yang menyeruak sekaligus haru yang mendera. Dengan lirih Ola menjawab “iya, akan turun hujan sebentar lagi” kali ini Ola tertunduk matanya tak lagi berani menatap pada laki-laki dihadapannya.

Gani menangkap ekspresi berbeda Ola petang itu, dengan lembut Gani menyentuh dagu wanita dihadapannya ada tetes air menyentuh jemari Gani, dengan perlahan ia mengangkat wajah Ola wajahnya sudah basah dialiri air mata yang kian lama kian menderas. Seperti biasa, Gani mendadak melemah tubuhnya terasa dingin, ia tak pernah sanggup melihat Ola menangis, dengan sisa-sisa tenaganya Gani mencoba menyeka air mata itu, menenggelamkan wajah Ola dalam pelukannya, lebih baik seperti ini, lebih baik Ola tak melihat ia menangis, Gani tak pernah memperlihatkan kesedihannya dihadapan Ola. Tak pernah rela rasanya membiarkan wanita yang dicintainya meneteskan air mata tak berkesudahan, Gani tak ingin mimpi dan harapan yang selalu ia lihat pada sepasang mata yang sangat ia kagumi itu hilang tersapu oleh genangan air mata yang kian menderas itu.

“La, berhentilah menangis, biarlah aku kehilangan dirimu, tapi tidak dengan mimpi-mimpi dan harapan itu, kamu boleh bersedih tapi jangan kamu luruhkan masa depanku, tujuan hidupku yang selalu terpancar dari sepasang mata yang tak pernah henti aku kagumi” dengan lantang Gani berucap, mencoba meyakinkan sosok yang ada dipelukannya itu bahwa semua akan baik-baik saja.

“Kamu pernah bilang, tak ada yang lebih menyedihkan daripada menangisi hal yang seharusnya tak perlu ditangisi. Ada laki-laki yang telah siap mendampingimu saat ini, sosok yang tak pernah kamu fikirkan perasaanya setiap kali kamu mengunjungiku dan berucap cinta padaku. Ada yang lebih berhak menyentuhmu, mengusap derasnya air matamu, orang yang tak pernah kamu beri kesempatan untuk menggantikan sedihmu menjadi tawa bahagia, yang tak pernah kamu izinkan menatap indahnya sepasang mata itu, yang selalu kamu abaikan keberadaannya hanya karena satu alasan, kamu masih mencintaiku. Bukankah itu terdengar lebih menyedihkan? Keegoisanmu perlahan telah menyakiti perasaanya. Jangan biarkan hatimu ditutupi oleh keresahan yang tak pernah menjadi sebuah kemantapan hati jika kamu terus menyesali dan berucap tak peduli. Aku masih disini masih menyimpan rapat cinta yang seharusnya telah aku tenggelamkan kedasar hati yang paling dalam, dan membiarkan cinta yang lain masuk menggantikannya. Aku tak pernah mampu, tapi aku tegaskan sekali lagi padamu, aku tak mau menyakiti orang lain karena kebodohanku sendiri, ini kesalahanku membiarkanmu sendiri menunggu hingga tiga tahun lamanya, membuat kedua orang tuamu murka, melihat putri kesayangannya menunggu tanpa ada kejelasan dariku. Aku tak ingin lagi menyalahkan keadaan, mengutuk semua yang telah terjadi. Azra sudah menjadi jawaban untuk penantianmu selama ini, menggantikan orang paling bodoh yang terlena akan kenikmatan duniawi hingga melupakan wanita yang dengan setia bertahun-tahun menantiku. “

Gani melepaskan pelukannya kedua tangannya mencengkram erat pundak Ola, menatapnya tajam. Ola mencoba menerka dan mengartikan tatapan Gani sore itu, lalu mengalihkan pandangannya keluar kaca mobil, rintik hujan mulai membasahi taman kota sore itu, tampak orang-orang berlarian mencari tempat untuk berteduh. Tatapannya kembali pada Gani, “Maafkan aku, maaf atas keegoisanku, tak seharusnya aku berada disini, seharusnya aku seperti sepasang suami istri itu, Ola memandang kearah sepasang suami istri penjual mie ayam yang setiap hari mangkal ditaman itu, mereka bahu membahu merapihkan dagangannya agar tak basah terkena air hujan, ditengah kesibukannya sang isteri masih sempat membuatkan kopi untuk suaminya. Seharusnya aku ada dirumah bersama Azra menyeduhkan kopi hangat untuknya, bercerita banyak tentang pekerjaannya. Aku bahkan tak pernah bertanya apa makanan kesukaannya, aku mengerti sekarang mengapa kamu tak pernah mengizinkan aku mengunjungimu, karena memang sudah ada orang lain tempatku berbagi dan mengabdi. Maaf sudah banyak merepotkanmu, tapi apa Azra mau memaafkanku? Setelah apa yang telah aku perbuat padanya?” Ola menarik napas panjang dan mencoba menyeka sisa air matanya.

“Tak pernah ada kata terlambat untuk memperbaiki keadaan la, lakukanlah yang terbaik selama kamu masih diberi kesempatan untuk berbuat baik, Azra laki-laki yang baik, aku bahagia karena tuhan telah menitipkan kebahagianku pada orang yang tepat, seorang suami yang dengan sabarnya menunggu hingga waktu menyadarkanmu bahwa hatinya selalu terbuka untukmu. Aku mohon la, jangan sakiti Azra, jangan mengorbankan orang lain atas kebodohan aku. Aku akan bahagia melihatmu bahagia bersamanya, kamu tak perlu menangis lagi karena itu akan menyakiti aku dan azra. Sebentar lagi Azra menjemputmu, aku sudah ceritakan semua padanya dan kamu tak perlu khawatir Azra akan membencimu, karena ia selalu mencoba memahami apa yang kamu rasakan. Perbaikilah yang harus kamu perbaiki, bahagiakanlah dia karena itu akan membuatku bahagia.”

Ada seseorang yang mengetuk pintu kaca mobil Gani, Ola pun seketika menoleh dan berdecak kaget melihat suaminya dengan senyum ramah membawakan payung untuknya.

“Pulanglah la, Azra sudah menjemputmu” Ola pun membalas dengan senyum simpulnya bergegas membuka pintu mobil dan menghampiri Azra.

“Terima kasih Gan sudah menjaga Ola” Azra menutup pintu mobil Gani dan meraih jemari Ola dibalas dengan pelukan hangat istrinya. Mereka membiarkan mobil Gani berlalu pergi, bersama kebahagian baru yang coba mereka bangun bersama dibawah rintiknya hujan, Azra menatap sepasang mata dihadapannya, meraih mimpi dan harapan pada kedua bola matanya, berharap kesedihan-kesedihan itu tersapu terbawa air hujan sore itu bukan oleh air mata.
                                                               
=== THE END ===
Okty Imagine ^_^




Read more ...

Menghemat Air Dengan Sistem Grey Water

Rabu, 13 November 2013
Menghemat Air Dengan Sistem Grey Water



 Sayembara Penulisan Blog PUAir merupakan zat yang paling penting dalam kelangsungan makhluk hidup setelah udara. Karena sekitar tiga per empat bagian dari tubuh kita terdiri dari air, dan menurut penelitian tak ada seorang pun yang dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air. Volume air dalam tubuh manusia rata-rata 65% dari total berat badannya, dan volume tersebut sangat bervariasi pada masing-masing orang, bahkan juga bervariasi antara bagian-bagian tubuh seseorang. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan jelas air sangat sekali manfaatnya untuk kita semua dapat dibayangkan pula bagaimana kelangsungan hidup manusia jika tidak ada air.  


Fenomena kelangkaan air bersih.
Kita sering melihat dibeberapa daerah di Indonesia sering mengalami kelangkaan air bersih, bahkan bukan hanya di Indonesia diberbagai belahan dunia pun krisis air bersih telah menjadi persoalan yang mengkhawatirkan. Di Indonesia sendiri banyak penyebab yang menciptakan kelangkaan air bersih ini  selain perubahan iklim yang cukup ekstrem. Penyebab utamanya adalah eksploitasi besar-besaran air tanah yang tidak hanya mengakibatkan terjadinya kelangkaan air, tetapi juga mengakibatkan penurunan permukaan tanah (land subsidence) terhadap permukaan air laut. Ditambah laju pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang kian hari kian bertambah. Ketidakseimbangan  jumlah penduduk dan ketersediaan air ini dikhawatirkan akan memunculkan konflik baru yang dapat meluas secara global.

Oleh karena itu kita sebagai generasi muda harus memiliki gagasan dan ide-ide baru untuk terus menmpertahankan kelangsungan hidup orang banyak. Melalui tulisan saya ini saya akan mencoba membahas tentang pengolahan air yang memanfaatkan air pembuangan dari rumah atau kantor untuk digunakan kembali sebagai keperluan lainnya atau yang biasa disebut dengan Grey Water.


Sebelumnya kita harus bisa membedakan apa itu Grey Water dan apa juga yang disebut dengan Black Water. Grey Water yaitu air pembuangan yang berasal dari air bekas mencuci (cuci baju atau cuci piring) dan mandi. Sedangkan Black Water yaitu air pembuangan yang berasal dari air bekas pembuangan yang ada di toilet. Dan pemisahan antara Grey Water dan Black Water sangat perlu dilakukan yang nantinya air bekas cucian dan mandi tersebut akan masuk ke pipa pembuangan air khusus yang kemudian ditampung pada sebuah bak yang dilengkapi dengan filter untuk membersihkan air tersebut. Dan setelah air tersebut menjadi bersih lagi dan tidak berbahaya maka air tersebut bisa digunakan untuk keperluan lain seperti mencuci mobil, menyiram tanaman sampai air untuk toilet.

Memang dari penjelasan tersebut Grey Water adalah sistem yang sangat sederhana, namun kaya manfaat setidaknya kita bisa menghemat penggunaan air. Pengolahan kembali grey water bisa dengan alat yang berharga ratusan juta atau bisa juga menggunakan alat yang sangat sederhana dan mudah dibuat sendiri dengan bahan-bahan seperti pasir, ijuk, koral, arang, dan sebuah drum. Namun pembuatan grey water harus ditangani dengan baik, karena jika tidak akan berpengaruh buruk pada kualitas air dan menimbulkan penyebaran penyakit dilingkungan sekitar. Namun jika grey water bisa dikelola dengan baik maka bukan tidak mungkin akan menmberikan kontribusi yang bermanfaat untuk lingkungan sekitar. 

Jika saja di Indonesia sistem pengolahan air sisa pembuangan Grey Water ini bisa diterapkan disetiap rumah di Indonesia, berapa banyak jumlah air yang bisa kita hemat? Dengan demikian paling tidak kita bisa meminimalisir terjadinya kelangkaan air bersih untuk masa mendatang. Meskipun masih banyak yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya kelangkaan air tersebut, namun setidaknya kita bisa mencoba dengan cara yang bisa dibilang sangat sederhana. Rasanya sangat disayangkan sekali jika ada alternatif untuk mendaur ulang air sisa pembuangan dan menjadi air bersih yang bisa dipergunakan kembali seperti grey water ini hanya menjadi wacana saja tanpa ada pembuktian nyata dari banyak pihak. 

Mungkin saya pribadi pun tidak banyak memilki pengetahuan dibidang ilmu pengetahuan teknologi seperti ini, namun saya bisa memahami dampak besar yang bisa dihasilkan apabila bisa memaksimalkan fungsi dari pembuatan Grey Water tersebut.

Terakhir mungkin saya hanya bisa berpesan yang paling terpenting adalah bagaimana kita tetap bisa menjaga kelestarian lingkungan sekitar agar tetap bisa memberikan kontribusi yang positif untuk kelangsungan hidup manusia. Dengan terus menjaga bumi ini, bukan hanya kelangkaan air bersih yang bisa kita atasi tapi berbagai zat-zat penting lainnya yang dibutuhkan oleh manusia.  


Okty Imagine ^_^

Sumber Gambar : Google Image



Read more ...

Meski Tak Nyata itu Tetap Cinta

Senin, 11 November 2013
Meski Tak Nyata itu Tetap Cinta

Masih menatap sendunya hidup, ditengah keramaian aku merasa sepi sendiri. Kamu sosok sempurna yang mengisi hari-hari sepi menjadi penuh warna yang mengubah mendung menjadi hujan yang menyejukkan, menciptkan pelangi setelahnya dalam hidupku. Aku tahu kamu telah membenciku, entah itu benar dari dirimu atau hanya bualan semata untuk menunjukkan betapa kuatnya dirimu tanpa aku. 

Dipenghujung jalan yang sunyi, aku selalu membayangkan betapa indahnya kebersamaan ketika kita masih sama-sama merajut asa menciptakan mimpi menjadi nyata. Tak pernah sedikit pun terbersit dalam benakku untuk meninggalkan kamu membuat kisah kita hanya jadi tinggal kenangan.

Malam ini masih dengan kesibukan menghentakkan jariku di keyboard laptop ditemani secangkir susu coklat panas dan alunan musik bertemakan cinta yang bergantian menyapa ringkihnya hati. Sesekali aku meneteskan air mata dan mencoba kembali mengusapnya agar tak tumpah seperti saat rindu kembali menyeruak dalam sepinya malam. Biarlah malam ini aku mencoba menepati janjiku untuk tidak menjadi sosok perempuan yang dipenuhi tangisan kesedihan. Aku mencoba menguatkan hati agar tetap bisa melangkah diatas duri-duri tajam yang menggoreskan luka tak berujung. 

Aku sering menangis ditengah rintiknya hujan dan sesekali menyebutkan namamu berharap hujan dapat mengantarkan sepenggal kata penuh makna "rindu". Aku masih sering mengunjungi tempat dimana kita sering duduk semeja dan bercerita banyak tentang aku dan kamu. Aku masih dengan rutinitas bangun malamku hanya untuk sekedar menguntai doa agar kamu selalu diberi kesehatan lalu memeluk boneka pemberianmu dan menciumi baunya, samar-samar aku masih bisa mencium wangi parfummu. Dan aku masih selalu membawa namamu dalam setiap doa dan sujudku.

Biarlah kamu berkata yang tidak-tidak tentangku toh sepahit apapun itu aku masih bisa memaafkan dan selalu menganggap itu semua hanya sebuah kekhilafan. Biarlah kata-kata pahit yang pernah terlontar dari bibirmu menjadi cambuk semangat agar aku tak lagi terpuruk. Dan biarlah hujan malam ini mengantarkanku pada sebuah mimpi indah denganmu. Karena sejatinya meski tak bertemu dalam dunia nyataku, mimpi bertemu denganmu sudah cukup menyimpulkan senyum ketika aku terbangun dari tidurku.

Okty Imagine ^_^





Read more ...

Hai Selamat Pagi

Senin, 04 November 2013
Hai Selamat Pagi ^_^

Seperti hari-hari biasa, Agni mengawali harinya dengan penuh semangat menembus kemacetan ibukota, berkejar-kejaran dengan waktu, sambil sesekali mencari celah diantara mobil-mobil yang terjebak kemacetan pagi itu. Agni sangat lihai mengendarai sepeda motornya Chiko namanya, Agni terisnpirasi dari film yang bejudul “Hachiko” yang bercerita tentang seekor hewan peliharaan anjing yang sangat setia terhadap majikannya, yaa sambil menguntai harapan agar si Chiko motornya pun bisa setia menemaninya kemana pun ia pergi.

Setelah empat puluh lima menit akhirnya Agni bisa bernafas lega karena bisa tiba dikantornya sebelum Enzi tiba. Paling tidak Agni memiliki waktu untuk mengatur nafasnya sebelum Enzi tiba dan menyapanya. Ya, Enzi adalah teman sekantor Agni yang sudah dua tahun menjadi objek khayalan Agni, menjadi orang yang selalu diharapkannya untuk hadir dalam mimpi tidurnya. Beginilah rutinitas Agni ketika sampai dikantornya, duduk manis di meja kerjanya memasang senyum paling indah versinya sendiri, sambil sesekali mengatur detak jantungnya yang selalu berdegup cepat setiap kali Enzi datang dan menyapanya. 

Agni selalu berusaha datang lebih dulu sebelum Enzi datang, karena pernah sewaktu ketika Agni datang terlambat, Agni jadi salah tingkah dihadapan Enzi dan teman-teman sekantornya yang lain, harus terlihat bodoh didepan pria yang ia taksir baginya itu hal yang sangat memalukan. Karena itu Agni bertekad untuk selalu datang lebih awal agar ia bisa tetap terlihat manis dihadapan Enzi. Begitupun ketika jam memasuki jam pulang kantor, Agni selalu berusaha sampai lebih dulu diparkiran motor hanya agar Enzi menyapanya. Entahlah bagi Agni itu hal yang sudah cukup membahagiakan baginya, Agni tak pernah menyimpan keinginan untuk bisa kencan romantis dan akhirnya menjadi kekasih Enzi. 

Hanya dalam hitungan menit Enzi pun tiba dikantor dan seperti biasa ia pun melemparkan sapaan yang sama setiap paginya pada Agni “Pagi ni” sembari melempar senyuman yang menurut Agni senyuman maut yang membuatnya tak pernah bisa melupakan sosok Enzi. Dan seperti biasa juga Agni membalas dengan senyuman termanisnya sembari berkata “Pagi zi”. Hanya seperti itu setiap pagi, namun itu menjadi semangat tersendiri untuk Agni. 

Percaya atau tidak selama dua tahun mengenal dan menyukai Enzi tak pernah sekalipun mereka saling bertanya banyak, hanya sapaan setiap pagi dan ketika pulang kantor itulah yang keluar dari mulut mereka. Sekalipun bertanya paling hanya masalah pekerjaan, dan itu pun hanya pembicaraan ala kadarnya saja. Ya bisa dibayangkan mungkin bagi banyak orang itu rutinitas biasa antara teman sekantor, tapi bagi Agni itu menjadi rutinitas terindah yang diharapkannya ketika pagi datang.

Namun entah mengapa pagi ini Enzi tidak muncul juga dikantornya, Agni berfikir Enzi sakit. Setiap kali Enzi sakit dan tidak masuk kerja, entah mengapa Agni selalu merasa cemas seperti ada yang menusuk-nusuk hatinya sakit sekali rasanya. Agni tak berani bertanya pada temannya yang lain tentang Enzi yang tidak masuk kerja hari ini.

“Ni, ada titipan dari Pak Anwar tadi pagi Pak Anwar bilang kamu sepertinya sangat terburu-buru masuk kantor sampai tidak mendengar ketika Pak Anwar manggil kamu” sembari meletakkan kotak berwarna biru muda di meja kerjanya.

“Apa ini cha?” dengan wajah heran Agni bertanya pada chacha teman sekantornya itu. Dengang raut wajah yang tidak kalah herannya chacha mengangkat bahu tanda tidak tahu lalu beranjak pergi dari meja kerja Agni.

Dengan perlahan Agni membuka kotak tadi, dan menemukan puluhan surat yang tersusun rapi di dalam kotak tersebut. Diatas surat-surat itu ada secarik kertas yang dilipat dua. Dengan gemetar Agni membuka surat itu, dan mulai membacanya perlahan.
                                                                                                                                       
                                                                                                                 Minggu, 30April 2012

Dear Agni,
Hai “Pagi ni”, mungkin ketika kamu membaca surat aku ini, aku sudah tidak berada di Jakarta. Diam-diam aku mendapat promosi ke Kantor Cabang di Samarinda. Ya, mungkin berita ini tidak penting bagimu, namun bagiku ini menjadi hal yang teramat penting untuk aku beritahukan padamu. Entahlah, biasanya aku selalu rindukan pagi, pagi dimana aku bisa melihat wajah manismu disetiap paginya. Meski kita hanya bisa saling menyapa, namun bagiku kamu selalu menjadi semangat dikala aku mengawali hari. Kepindahanku ini menjadi hal yang sangat berat untukku, karena itu tandanya aku harus beranjak pergi dari lingkaran kebahagiaan yang setiap hari aku bawa dan aku jaga dalam hatiku semenjak pertama kali kita bertemu dan kamu menyapa pagiku. Sudah puluhan kali aku menulis surat-surat ini untuk kamu namun ratusan bahkan ribuan kali pula hatiku membunuh keinginan untuk menyampaikannya padamu. Namun kali ini aku sudah tidak punya waktu lagi untuk bersembunyi. Ingin rasanya berbicara banyak denganmu. Jika kamu mau kamu bisa menghubungi nomor ponsel ku, aku menaruh kartu namaku diantara surat-surat ini. Baiklah, senang mengenalmu Agni semoga ada secercah harap untukku.

Enzi Pramudya.

Sambil sesekali menghapus air matanya, Agni memburu kartu nama diantara tumpukan surat dihadapannya. Selembar kartu nama bertuliskan nama Enzi, dan tanpa berfikir panjang Agni mengambil ponselnya.

Diujung telepon terdengar suara lembut seorang pria yang sudah dua tahun dikenalinya “ Hai Enzi, selamat pagi....... "


Okty Imagine ^_^


Read more ...

SUMUR RESAPAN AIR SOLUSI ATASI BANJIR

Kamis, 31 Oktober 2013
SUMUR RESAPAN AIR SOLUSI ATASI BANJIR

 Sayembara Penulisan Blog PU
Saya sempat bingung untuk memilih artikel apa yang akan saya tulis dan saya kembangkan. Maklum saya tidak begitu mengikuti tentang IPTEK karena memang saya sendiri tidak punya background pendidikan dibidang itu. Namun akhir-akhir ini saya sering melihat berita di televisi tentang sumur resapan air yang sedang marak dilakukan di daerah DKI Jakarta. Ya memang ibukota sudah menjadi langganan banjir sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu. Apalagi wajah ibukota sekarang telah banyak berubah, banyak bangunan-bangunan liar yang didirikan dibantaran sungai, gedung-gedung menjulang tinggi, pemukiman penduduk yang padat dan sistem drainase yang buruk pun menambah panjang catatan penyebab terjadinya banjir yang tak kunjung bisa dicarikan solusi yang terbaik. 
Baiklah, kita lupakan dulu masalah banjir di ibukota, sekarang kita mulai membahas apa yang dimaksud dengan Sumur Resapan.

1. PENGERTIAN
Sumur Resapan Air Solusi Atasi Banjir
Sumur Resapan adalah salah satu sumber rekayasa teknik konservasi air berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu yang mempunyai fungi sebagai tempat untuk menampung air hujan. Oleh karena itu, Sumur Resapan itu sudah seharusnya menjadi syarat wajib bagi setiap pendirian bangunan. Bayangkan jika dalam pembangunan semua lahan tertutup oleh bangunan, tidak ada ruang untuk air meresap kedalam tanah, ditambah lagi dengan tidak dibuatkannya parit atau selokan yang memadai, sehingga jika debit air meluap akan menyebabkan banjir. Oleh karena itu sistem drainase yang baik sangat diperlukan dalam pendirian bangunan. Sistem drainase bisa berada dipermukaan tanah yaitu berupa parit atau selokan atau bisa juga berupa gorong-gorong  dibawah tanah.

2. FUNGSI DAN MANFAAT 
Dan kembali berbicara tentang Sumur Resapan, dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sumur resapan berfungsi memberikan imbuhan air secara buatan dengan cara menginjeksikan air hujan ke dalam tanah. 
Manfaat sumur resapan adalah:
1. Mengurangi aliran air di permukaan  sehingga dapat mencegah / mengurangi terjadinya banjir dan genangan air.
2. Mempertahankan dan meningkatkan tinggi permukaan air tanah.
3. Mengurangi erosi dan sedimentasi (proses pengendapan material yang ditransport oleh media air, angin, es, atau gletser di suatu cekungan ).
4. Mengurangi / menahan intrusi air laut  bagi daerah yang berdekatan dengan kawasan pantai.
5. Mencegah penurunan  tanah (land subsidance).
6. Mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah.

3. SASARAN LOKASI DAN BENTUK BANGUNAN

Sumur Resapan Air Solusi Atasi Banjir
Sasaran  lokasi adalah daerah peresapan air  di kawasan budidaya, permukiman, perkantoran, pertokoan, industri, sarana dan prasarana olah raga serta fasilitas umum lainnya. Sedangkan untuk bentuk bangunan peresap itu sendiri dapat dipilih berdasarkan tujuan penerapan bangunan peresap, kondisi alam dan lingkungan pada daerah sekitar rencana lokasi, aspek keamanan, estetika, dan biaya yang tersedia. Bentuk dan jenis bangunan sumur resapan dapat berupa bangunan sumur resapan air yang dibuat segiempat atau silinder dengan kedalaman tertentu dan dasar sumur terletak di atas permukaan air tanah.

Dari apa yang sudah dijelaskan diatas, dapat disimpulkan bahwa Sumur Resapan air sangat diperlukan terutama dalam menjaga ekosistem alam, dimana agar terjadi keseimbangan antara manusia dan alam. Betapa menyedihkannya bila melihat fenomena banjir di ibukota yang belum kunjung menemukan solusi. Dan sudah seharusnya kita sebagai generasi muda terus mencoba mengembangkan tekonologi yang bermanfaat seperti ini, agar bisa terus memberikan kontribusi yang positif bagi kelangsungan hidup orang banyak.

Okty Imagine ^-^

Sumber gambar : Google Image


Read more ...

LILI DAN RANTING POHON

Senin, 28 Oktober 2013
Lili dan Ranting Pohon
Ada kisah tentang Lili dan Ranting Pohon. Lili adalah seorang gadis cantik yang sangat cerdas. Ia tidak pernah menyombongkan kelebihan yang ia miliki, ia selalu menolong sesamanya yang membutuhkan. Lili selalu membantu warga kampung untuk bercocok tanam. Kemampuannya bercocok tanam bisa dibilang sangat baik, itu semua Lili dapat dari ayahnya yang dulunya adalah seorang petani yang hebat. Ayahnya pun sama baik hatinya seperti Lili, ayahnya tak pernah pelit untuk berbagi ilmu bercocok tanam. 

Namun hidup tidak selalu mulus seperti yang dibayangkan, meski selalu berbuat baik masalah-masalah itu selalu datang. Ada segelintir orang yang tidak menyukai Lili, itu semua didasari rasa iri hati mereka karena Lili mempunyai banyak kelebihan. Mereka selalu berusaha menjatuhkan Lili, memfitnah, menghujat, bahkan pernah suatu ketika warga kampung dihasut oleh orang-orang tadi agar membenci Lili hingga mereka merusak dan membakar rumah yang Lili tempati bersama ayahnya itu. Lili selalu berbesar hati dengan sikap orang-orang itu, ia tidak pernah sekalipun membenci orang-orang yang amat membencinya itu. Ayahnya pun selalu mengajarkan untuk tidak dendam pada siapapun termasuk orang-orang yang telah menyakitinya. 

Ketika Lili sudah tidak mempunyai apapun, ia dan ayahnya memutuskan untuk tinggal ditengah hutan, dan memulai bercocok tanam disana. Mereka membuat gubuk sederhana yang nyaman untuk ditempati lalu mulai membuat ladang baru. Namun Lili tak pernah sekalipun dendam dengan orang-orang yang sudah membakar rumahnya, ia tetap selalu memperhatikan kondisi ladang para warga di kampungnya dulu. Diam-diam Lili selalu mengamati perkembangan ladang milik warga. Suatu ketika kekeringan melanda, ladang warga pun dipastikan gagal panen. 

Namun Lili dan ayahnya sudah mengantisipasi dengan membuat kincir air yang dialirkan dari sungai abadi yang berada ditengah hutan. Lili sangat khawatir dengan ladang-ladang milik warga yang mengalami kekeringan itu, namun ia tak mungkin kembali lagi kesana karena semua orang disana telah dihasut sehingga membenci ia dan ayahnya. Maka Lili dan ayahnya pun diam-diam pada malam hari mencoba mengalirkan air dari kincir air yang dibuatnya ke ladang-ladang milik warga. 

Hingga pada suatu malam dimana Lili dan ayahnya sudah berhasil mengalirkan air, mereka dipergoki warga kampung. Maka warga kampung yang murka pun menghakimi Lili dan ayahnya tanpa ampun. Ayahnya pun menghembuskan nafas terakhirnya malam itu, dan meninggalkan Lili seorang diri. Keesokan harinya Lili duduk disebelah pusara ayahnya yang dimakamkan tepat dibawah sebuah pohon yang rindang, ia merasa ini tidak adil, ia pun menangis terisak. Lalu tiba-tiba ada ranting pohon yang jatuh tepat disebelahnya, dan muncullah seorang kakek renta yang kemudian ikut duduk disebelah Lili. 

Lili terkejut dan menatap kakek itu sendu, ia mengamatinya dan merasa tidak pernah melihat kakek itu sebelumnya. Namun kesedihan yang mendalam membuat Lili enggan untuk bertanya, ia masih melanjutkan tangisnya dan tidak menghiraukan kakek tua itu. Tiba-tiba kakek itu membuka pembicaraan dengan berkata "ayahmu sudah tenang disana, ia sangat beruntung karena telah memiliki putri yang baik hati seperti kamu". Lalu dengan enggan Lili menatap kakek itu sambil bertanya "kakek siapa?". Kakek itu pun menjawab "kamu tidak perlu tahu siapa aku, namun aku tahu kamu dan ayahmu adalah orang yang sangat baik". 

Kali ini emosi Lili terpancing ia sangat ingin ayahnya kembali seraya berkata "jika aku dan ayahku orang baik, mengapa kami harus diperlakukan seperti ini?". Lalu si kakek pun mengambil ranting pohon yang terjatuh tadi dan memperlihatkannya kepada Lili. Lihat ini nak, ranting pohon ini terlihat kecil dan tak bernilai. Namun coba kau lihat, ranting pohon ini meski telah dipatahkan, dijatuhkan, bahkan dibakar sekalipun tetap bisa memberikan manfaatnya. Lili semakin tak mengerti "apa maksudnya?". 

Begini, ranting pohon ini sangat berguna untuk kehidupan manusia, sebelum digunakan ia akan dipatahkan, dijatuhkan, kemudian baru dibakar, namun ranting-ranting ini tetap bisa memberikan manfaat untuk kita semua, dari ranting-ranting inilah muncul api yang bisa dipergunakan untuk memasak, menghangatkan tubuh, dan sebagainya. Namun ranting ini pun bisa menciptakan api yang bisa membakar dan menghanguskan seluruh isi kampung. Tapi, ranting ini sangat jarang dipakai untuk menghancurkan, lebih sering digunakan untuk hal yang bermanfaat. 

Jadi sebenarnya kita sebagai manusia pun harus memiliki hati yang sangat lapang, meski telah dipatahkan berkali-kali, dijatuhkan berkali-kali pula, bahkan harus dihancurkan sekalipun, kita masih mempunyai banyak kemungkinan untuk tetap memberikan manfaat bagi sekitar kita. Tuhan selalu tahu yang terbaik untuk kita, dan memberikan yang terbaik meski dalam keadaan yang sulit sekalipun. Kamu seharusnya tetap semangat dan terus memberikan banyak manfaat untuk orang lain termasuk yang membencimu sekalipun. Tunjukkan jika kamu kuat, dan terus berdoa agar ayahmu ditempatkan ditempat yang paling baik. 

Kakek itu pun menutup perkataannya dengan tersenyum, Lili pun menghapus air matanya, namun kakek itu pun menghilang seketika. Dan tak lama datang segerombolan warga menghampiri Lili dan meminta maaf atas kesalahan mereka, mereka baru menyadari jika yang dilakukan Lili dan ayahnya malam itu adalah hal yang sangat membantu mereka. Lili pun dibuatkan rumah baru dikampung itu, dan kembali diterima oleh warga desa.

Okty Imagine ^_^


Read more ...

Gunung VS Wedges

Minggu, 27 Oktober 2013
Ini kisah nyata lhoo..pertempuran antara jalanan bebatuan pegunungan dan sepatu wedges. hehe
Jadi tepatnya sabtu, 26 oktober 2013 kemaren, baru 2 hari yang lalu saya, beserta ketiga teman saya yaitu, Pia, Andy, dan Tama, sama-sama pergi ke kawasan Gunung Bunder Bogor. Maksud dan tujuan kita itu untuk mengadakan survei lokasi outbond untuk acara kampus. Sebenarnya ceritanya sudah complicated dari sehari menjelang keberangkatan kita. Dari masalah susah cari tebengan, ribet masalah waktu, sampe akhirnya Pia yang harus berjuang dari bekasi, pulo gadung, tanjung priuk, sampe ke Bogor *teposs* haha. Janjiannya jam sembilan pagi tapi Pia dan Tama baru dateng jam 2 siang *jam karet* haha. 

Berangkat jam dua dari Pomad dibawah terik matahari yang menyengat kulit waktu itu, kita berempat berangkat dengan penuh rasa was-was *takut nyasar* hihi. Yaa dan bener aja ditengah perjalanan Pia dan Tama ketinggalan, kemudian sempat salah belok harusnya belok kanan dia malah belok kiri, alhasil kita harus bersabar nunggu mereka puter balik. Jam sudah menunjukan ke angka tiga, tapi kita masih belum sampai juga ke lokasi yang dimaksud. Berbekal petunjuk dari bapak-bapak tua yang bilang kita disuruh ikutin terus angkot 03 Ciapus yang ada tulisannya FATEN ( saya angguk-angguk tanda ga ngerti sebenernya waktu itu, entah apa itu FATEN yang saya tau cuma angkot 03 ajaa ) tapi akhirnyaa kita memantapkan hati untuk jalan terus. Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore, tapi kita belum sampai juga di lokasi yang kita maksud, entah sudah berapa curug yang kita lewati, tapi Curug Pangeran yang kita maksud belum terlihat juga. 

Bertanyalah kita pada akang2 penjual bakso disekitar lokasi pernikahan, ingin mampir rasanya makan makanan gratis di tempat prasmanan, haha. Setelah bertanya kita disuruh belok kanan, ternyata jalanannya jalan tikus, mampirlah kita beli minuman dulu. Terus melanjutkan perjalanan. Dan akhirnya saya mengerti yang dimaksud Bapak tua tadi benar saja angkot yang ke arah Gunung Bunder itu ada tulisan FATEN didepannya haha. Makin keatas, makin terlihat pemandangan yang menakjubkan, berkali-kali menahan keinginan untuk foto-foto tapi setelah memasuki kawasan gunung halimun salak tepat pada batu besar kita memutuskan untuk berfoto sejenak *daripada nyesel* haha. Jam menunjukkan pukul setengah empat sore, hari makin sore dan kita pun memutuskan cepat-cepat meneruskan perjalanan sampai ke lokasi. 

Sampailah kita dilokasi Curug Pangeran. Jalanan bebatuan dan licin menyambut kita berempat, karena andy gak sanggup boncengin saya, *keberatan kali yah* saya pun turun dan memilih berjalan kaki sambil bersusah payah mengatur nafas. Sampai diatas ternyata terdapat beberapa villa ramai sekali karena sedang disewa oleh ibu-ibu PKK Kelurahan. hampir pukul setengah lima sore kita memutuskan untuk pergi ke Curug Pangeran yang di maksud, untuk sampai di air terjun dibutuhkan waktu kurang lebih 10 menit perjalanan. 

Tapi jalanannya bebatuan beberapa kali Saya dan Pia kesulitan berjalan karena kita berdua memakai sepatu wedges WOW gak nyangka sepatu wedges kita sangat menyulitkan untuk berjalan disana, kita berdua gak nyangka kalo bakal ngelewatin jalanan seperti itu, kirain cuma liat villa dan selesai. Sampai-sampai Tama keceplosan ngomong "lagian kalian udah tau ke Gunung, eh pake wedges" ahaha *nusuk*. Akhirnya sepatunya pun kita lepas dan ditenteng aja daripada jatoh, tapi saya gak tahan sakitnya nginjek bebatuan itu, saya lebih memlilih memakai kembali sepatunya, dengan resiko bakal terjatuh. Sampai juga di Curug Pangeran, iiihh baguuss airnya keliatan hijau pengen nyemplung rasanya. 

Lima menit berfoto tiba-tiba mendung datang, dan langit pun semakin gelap, kami cepat-cepat naik dan bergegas pergi ke villa. Namun hujan semakin deras, jalanan setapak itu pun semakin tak terlihat, saya yang ketakutan pun sudah gak peduli lagi dengan sepatu wedges yang saya pakai. Berkali-kali saya berteriak karena hampir terepeleset, kita saling berpegangan jalan secepat mungkin, berkejaran dengan hujan, berjuang mengatur nafas yang hampir habis rasanya. Sampai diatas ada saung yang menjual makanan dan minuman, kita pun berteduh di saung itu sambil minum teh anget dan mie rebus.

Sampai maghrib hujan baru reda, dan kami cepat-cepat pergi ke villa yang kita survei untuk ketemu sama yang empunya villa, Pak Umar namanya. Orang-orang yang sedang menyewa villa tersebut sedang bersiap untuk mengadakan acara malam itu. Kami bertanya pada salah satu panitia untuk meminta nomor HP Pak Umar setelah dapat kami pun memtuskan pulag. Dan ternyata usut punya usut pamali katanya kalau kita pergi ke Curug itu kalo udah sore soalnya jika sore suka ada air bah yang datang tiba-tiba dan pernah ada korban hiihhh sereeemm. Dan saya pun tobat deh pake wedges ke daerah pegunungan gituu, sampai rumah gak bisa tidur karena kaki pegel dan sakit-sakit semua. Dan pas paginya saya baru sadar kalo ditelapak kaki saya ada tanda biru lebam entah kena apa itu huhu :(. 

Okty Imagine ^_^
Read more ...

Cinta Pertama Romlah dan Gerobak Sayur Part 2

Selasa, 08 Oktober 2013
Cinta Pertama Romlah dan Gerobak Sayur Part 2

Sampai dirumah sakit Romi langsung ditangani oleh dokter. Romlah pun hanya bisa menangis dan menangis, betapa rindunya dia pada sosok pria berkacamata itu. Lalu, tak lama ada seorang perawat bertubuh tambun dan memberinya dompet beserta telepon genggam milik Romi. Mba ini punya pacarnya! Dengan muka sinis dan seperti tak rela jika pria setampan Romi memilik pacar dengan dandanan awut-awutan seperti Romlah. Tapi, Romlah tak peduli justru hatinya berbunga-bunga karena dia disangka pacarnya Romi, padahal mereka Cuma mantan pacar. 

Lalu, Romlah mulai berfikir untuk mencoba menghubungi nomor telepon orang-orang terdekat Romi. Berhubung Romlah sedang tidak punya pulsa, dia pun mencoba menghubing Romi dengan telepon genggamnya. Lalu dicarilah kontak teleponnnya satu persatu. Ketemu Mimi,mimi adalah adik dari Romi, Romlah sempat mengenalnya dulu ketika mereka masih berpacaran. Lalu dengan sigap Romlah menekan tombol Call di HP Romi. Lalu, terdengar suara wanita diujung sana “ Maaf pulsa anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan “. Sial! Ternyata HP Romi pun tidak memiliki pulsa. Lalu Romlah pun mencoba mengetik SMS yang isinya “ Mimi, Romi kecelakaan, sekarang sedang berada dirumah sakit Tumbuh Kumbang ruangan ICU ya. Romlah “.

Sampai sore Romlah menunggui Romi yang berbaring ditempat tidur rumah sakit. Sambil sesekali ia mencuri-curi pandang pada mantan pacarnya itu, ternyata dia masih seperti Romi yang dlu dia kenal, tetap tampan.Tapi kenapa Romi sekarang memiliki tahi lalat didekat bibir dan dagunya?.  Lalu, Romi pun tersadar tepat pukul lima sore, dengan sesekali mengaduh dia mencoba bangun dan menyandarkan setengah badannya di ranjang tidur rumah sakit itu. Lalu dengan muka terharu aku mencoba mengamati usaha Romi itu. Sampai pada akhirnya Romi berkata “ Saya dimana? “. Loh? Kok makin tidak mirip dengan Romi yang dulu dia kenal yah?. Ah mungkin memang sekarang Romi sudah berubah. Lalu, Romi pun menambahkan kata-katanya “ kamu siapa? “. 

Kali ini Romlah benar-benar kaget, bagaimana bisa Romi melupakannya?. Romii, ini Romlah, masa kamu lupa. Dengan berusaha memasang senyum termanisnya Romlah mencoba mengingatkan Romi. Romlah? Siapa?. Tanya Romi dengan penuh kebingungan. Lalu pintu kamar pun terbuka keras, dilihatnya seorang gadis cantik masuk dengan tergesa-gesa. Pipiiii..teriaknya sambil menghambur dan memeluk Romi erat. Romlah pun merasa tersingkir, merasa dirinya tak lebih dari ikan teri yang sudah menyelimuti tubuh Romi tadi. 

Mimiii...teriak Romi kencang dan membalas pelukan sang mimi nya itu. Tanpa menghiraukan seonggok wanita dengan rambut awut-awutan yang sedari tadi menatap mereka berdua dengan tatapan heran. Si Mimi itu pun tersadar bahwa ada yang mengamati mereka sedari tadi, dilepaskannya pelukannya itu lalu berkata “ maaf kamu Romlah yang tadi SMS saya ya? “. Tanya wanita itu anggun. Dengan gelagapan Romlah pun menjawab “ Iya saya Romlah yang tadi SMS Mimi “. Mimi nya mana ya?. Tanya Romlah polos. Lalu si wanita itu pun menjawab “ saya mimi, itu panggilan sayang yang diberikan suami saya ini, terima kasih ya sudah menolong dia “. Hah? Suami?. Tanya Romlah kaget. Iya dia suami saya, jawab si Mimi gadungan itu. Romiii...kamu sudah menikah?  Tanya Romlah getir. Romii..? jawab si Mimi gadungan. 

Dia suami saya namanya Romedal Prakasa biasa dipanggil Rome. Hah? Lalu Romlah pun membuka dompetnya dan mengeluarkan selembar foto ukuran dompet yang sudah terlihat kucel itu, namun objek fotonya masih terlihat jelas. Hah? Ternyata tidak mirip. Romi mantan pacarnya itu tidak memiliki tahi lalat dan lesung pipit seperti yang dimiliki Romi gadungan yang ada didepannya ini. Maaf saya salah orang. Sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya, malu. Lalu Romlah pun cepat-cepat mengambil tasnya dan menghambur keluar ruangan itu. Romlah pun tertawa getir dan tak henti-hentinya mengumpat dirinya sendiri, mana bisa gue salah ngenalin orang, apalagi dia cinta pertama gue.

Dengan gontai Romlah berjalan keluar menyusuri lorong-lorong rumah sakit, dan terdengar orang-orang disekitar bergumam “ bau ikan asin ih..bau ikan asin” sambil sesekali meliriknya. Namun Romlah tetap tidak perduli, dia tetap berjalan kedepan, namun yang pasti dia bahagia bahwa Romi nya tidak apa-apa. Dan berharap bisa bertemu dengan seseorang yang selalu ada dihatinya itu. 
Romiiiiii....Romlah menunggumu.

Okty Imagine ^_^



Read more ...

Senin, 25 Agustus 2014

PERSEMBAHAN DARI KRUI ( PASIR PUTIH HINGGA PANTAI PRIBADI )

Andai saja aku bisa lebih lama..
Aku ingin semua tetap sama...
Tetap indah dan alami tanpa ada yang dikurangi..

Entah sejak kapan senja menjadi pemandangan paling dinanti buat saya pribadi. Melihat senja dipinggir pantai itu menjadi hal yang sangat saya suka mungkin buat teman-teman yang lain juga sama. Siapa yang tidak suka ketika mata dimanjakan oleh indahnya pesona pantai dihiasi semburat merah ketika petang menjelang semuanya terlihat sempurna sangat mempesona. Setahun yang lalu saya berkesempatan menginjakkan kaki ditempat kelahiran kedua orang tua saya, kebetulan keduanya berasal dari daerah yang sama, yaitu Kabupaten Krui, Lampung Barat.

Selamat Datang Di Provinsi Lampung

Dimana Krui?

Apa teman-teman pernah dengar nama Kabupaten Krui?, Kabupaten Krui terletak di Provinsi Lampung Barat, karena letak geografisnya yang ada dipesisir barat Provinsi Lampung membuat Krui terkenal dengan wisata pantainya. Meski tidak begitu tersohor seperti Pantai-pantai yang ada di Bali, Lombok, atau Bangka Belitung, tapi saya yakin pantai-pantai di Krui tidak kalah cantik. Ombaknya yg bagus membuat Krui banyak disinggahi wisatawan Lokal maupun Asing untuk berselancar atau surfing disana. Bulan Agustus tahun lalu saya berkesempatan liburan bersama keluarga saya di Krui sambil mengerjakan sebuah pekerjaan dinas yang belum terselesaikan (lupakan pekerjaan itu) hehe kita fokus pada liburannya saja. Untuk sampai di Kabupaten Krui sangat mudah kok, memang membutuhkan waktu cukup lama untuk sampai disana, karena kita menggunakan jalur darat dan laut. Sebenarnya ada sih pesawat ke Lampung, tapi untuk sampai ke Kabupaten Krui harus menempuh perjalanan yang masih jauh juga, lebih baik naik kendaraan darat saja. Waktu itu saya bersama keluarga naik kendaraan Bus dari Terminal Kampung Rambutan Jakarta, ada Bus khusus yang menuju kesana Bus Krui Putra namanya, itu bus langsung menuju Krui jadi teman-teman cukup duduk manis menikmati perjalanan tanpa perlu pindah-pindah kendaraan lain, tarif Bus AC hanya sekitar 150 ribu dan sudah termasuk tiket Kapal Laut. Memerlukan waktu sekita empat jam dari Terminal Kampung Rambutan kita sudah sampai di Pelabuhan Merak Banten untuk menumpang Kapal Laut sekitar tiga hingga empat jam menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung. Setelah itu dilanjutkan lagi menggunakan jalur darat menuju Kabupaten Krui yang memakan waktu sekitar delapan hingga sepuluh jam perjalanan. Kali ini saya ingin mengajak teman-teman untuk melihat indahnya pantai di Krui dan sekaligus memperkenalkan Krui kampung halaman kedua orang tua saya pada teman-teman semua.

Pantai Labuhan Jukung

Saya beserta keluarga sampai di Krui tepat pukul lima subuh, tepatnya di Desa Gunung Kemala. Setelah beristirahat, pada sore harinya saya menyempatkan untuk jalan-jalan ke Pantai Labuhan Jukung. Ini pantai yang paling populer di Krui, ombaknya yang tidak terlalu besar membuat banyak orang menghabiskan waktu disini. Saya ingat betul ketika tahun 2010 lalu, saya bertemu seorang pengusaha muda yang berasal dari Bandar Lampung, kami bercerita bayak tentang Krui, ia sangat memuji keindahan Pantai Labuhan Jukung yang menurutnya masih sangat indah dan alami.

Selamat Datang Di Pantai Labuhan Jukung
                             
Dengan ditemani oleh beberapa sepupu saya yang diantaranya masih kecil, saya bersama adik saya sangat bersemangat. Meski sudah banyak yang berubah,tapi Pantainya masih terjaga dengan baik, terlihat Penginapan-penginapan didirikan dipinggiran jalan menuju ke Pantai, geliat perkembangan wisata sudah mulai terlihat. Nampaknya Pemda Kabupaten Krui mulai menyadari bahwa pantai-pantai yang ada di Krui adalah aset yang sangat perlu dikembangkan. Ini kesekian kalinya Labuhan Jukung mebuat saya takjub, kebetulan ketika itu sedang tidak musim liburan, pantai terlihat sepi dan sangat tenang.

Deburan ombak menyapa kami, pasirnya yang putih berkilauan terkena sinar matahari, langitnya yang biru menambah indah pemandangan sore itu. Jajaran perahu-perahu nelayan berbaris rapi, menunggu tuannya untuk pergi mencari ikan. Mayoritas penduduk dipinggiran pantai adalah nelayan, setiap pagi mereka menjual hasil tangkapannya dipasar ataupun menjajakannya langsung kerumah-rumah penduduk menggunakan sepeda atau sepeda motor. Nampak sebuah perahu bersandar tepat dibelakang kami.

Pasir Putihnya Yang Begitu Bersih dan Halus

Airnyaa Jernih Banget Kan

Gedean Orangnya daripada Perahunya :p
Semuanya bersenang-senang bersama, menikmati jernihnya air laut yang kebetulan sedang surut, batu-batu karang yang biasanya ditutupi air terlihat dengan jelas. Beberapa penghuni dasar laut terlihat ddidasar air, kerang, bintang laut, rumput laut, semuanya terlihat dengan jelas. Saya sibuk memotret sampai adik sepupu saya menarik tangan saya untuk segera bergabung bersama mereka menikmati segarnya air laut.

Airnyaaa Sugerrrrr

Narsis Tiada Tara

Smile..Smile..Smile

Hari sudah semakin sore, air pun sudah mulai pasang kami memutuskan untuk segera pulang, tapi saya masih belum ingin beranjak pergi menunggu matahari tenggelam sore itu, untuk kesekian kalinya ingin menikmati sunset Pantai Labuhan Jukung. Beberapa menit kemudian langit mulai gelap nampak matahari tenggelam di ufuk timur, cahaya merah mulai menghiasi langit Pantai Labuhan Jukung Petang itu, semuanya sempurna sudah, indah, indah, dan indah.


Akhirnya Matahari Tenggelam dengan Indah

Sejauh Mata Memandang

Selamat Datang Senja

Pantai Tembakak


Pemandangan Di Kanan Kiri Jalan
Untuk tambahan destinasi wisata di Krui bisa juga mengunjungi pantai Tembakak, Pantai yang satu ini baru pertama kali saya kunjungi Pantai alami yang sama sekali belum tersentuh ini, memberikan kesan liburan yang sangat berkesan. Kami berangkat menggunakan mobil bak paman saya yang diatasnya ditaruh tiga kursi plastik untuk duduk, berbekal makanan seadanya dan tiga buah durian yang dibeli dipinggir jalan kami berangkat menuju pantai. Saya memilih duduk dibangku depan, abis rasanya gimana yaa duduk dikursi plastik yang ditaruh diatas mobil bak gitu, hihi. Adik dan kedua sepupu kecil saya memilih duduk dibelakang. Sepanjang jalan saya disuguhkan pemandangan yang sangat indah dikiri kanan jalan, rumah-rumah panggung yang terbuat dari kayu dan dihiasi ukiran-ukiran khas Lampung menjadi pusat perhatian saya.

Sesampainya disana saya terheran-heran, bagaimana tidak, pantai nya sangat sepi, lebih tepatnya tidak ada orang lain selain kami dan seorang ibu penjual pecal yang membuka warung kecil dipinggir jalan dekat pantai. Saya seperti berada di pantai pribadi, bahkan paman dan sepupu saya menaruh kursi plastik yang mereka bawa dari rumah, saya juga turut membawa serta bantal berbentuk panda yang saya dapat ketika membeli Liang Teh Cap Panda saat membuka stand promo diacara kantor sebulan sebelum saya berangkat ke Krui, saya borong cincau hitamnya waktu itu. Angin bulan agustus sangat terasa disana, saya bahkan harus berkali-kali merapikan rambut yang berantakan ditiup angin pantai.

Selamat Datang di Pantai Tembakak
Acara dimulai dengan icip-icip durian bawaan kami, kebetulan sedang musim durian, jadi harganya murah meriah, untuk 1 buah durian hanya sekitar lima ribu rupiah sampai dua puluh ribu rupiah saja itu pun sudah dapat ukuran besar dan dijamin mabok deh, hehe. Ah durian yang kami bawa cuma numpang lewat aja dimulut, dimakan sama enam orang yaa ga kenyang, hihi. Tapi jangan sedih, untuk urusan perut gak perlu khawatir kelaparan, didekat pantai ada warung kecil yang menjual pecal dan minuman lain, harganya juga murah meriah, sayang warungnya lupa didokumentasikan. Kenyang makan durian dan pecal saatnya diademin pake Liang Teh Cap Panda, dijamin suegeerr.
Siapa Yang Mau Durian?
Bantal Berbentuk Panda dari Liang Teh Cap Panda


Batu Karangnya Gede, Tapi Kami Ga Berani Naik
Selanjutnya kita bermain air dan berfoto narsis ala-ala bule artis hollywood yang lagi holiday di Pulau Pribadinya, hihi. Kemudian lari kesana kemari berebutan kerang yang cantik-cantik buat oleh-oleh pas pulang ke Bogor (gak modal banget ya). Pantai Tembakak tidak memiliki pasir seperti di Labuhan Jukung, pasirnya bercampur dengan cangkang kerang dan batu-batu kecil, batu-batu karang disini lebih bnyak dibandingakan Labuhan Jukung, dan bentuknya besar-besar, tapi soal pemandangan, Tembakak juga gak kalah indah, disebrang pantai terlihat ada sebuah Pulau yang bernama Pulau Pisang. Sudah capek, waktunya kita pulang, kali ini gak nunggu sunset karna paman saya bawel ngajak pulang, takut kemaleman katanya.

Subhanallah..I Love Krui
Ini Dia Pulau Pisangnya
Gak apa-apalah lain kali saya mau kesana lagi, ajak temen-temen dari Bogor dan Jakarta, supaya mereka lihat betapa indahnya Kampung Halaman kedua orang tua saya. Dan saya mau ajak mereka untuk buat gerakan sosial disana untuk adik-adik di Desa Gunung Kemala, adik-adik kecil yang sangat menginspirasi, adik-adik kecil yang kasih banyak pelajaran berharga untuk saya selama berada disana.


Mereka adalah Inspirasi 
Di perjalanan pulang saya lebih memilih duduk dibangku belakang, merasakan sensasi deg deg ser kalo kata adik saya, duduk diatas bangku plastik dan diliatin orang itu sensasi tersendiri, ya lambai-lambaikan tangan ala Putri Indonesia, haha. Ini beneran seru banget lebih dekat dengan alam, melihat indahnya Krui dengan cara yang istimewa. Saya sama sekali tidak merasakan mual meski jalanannya yang meliuk-liuk alias banyak tikungan, ini indah, sungguh indah. Hanya berharap ketika kembali lagi semuanya tetap sama, tetap indah dan alami tanpa ada yang dikurangi.
Mereka Sangat Menikmati, Haha
Meski saya hanya bercerita tentang dua pantai yang sudah saya kunjungi, namun di Krui masih banyak lagi pantai-pantai yang gak kalah indah, diantaranya Pantai Walur, dan Pantai Tanjung Setia, lain kali kalau saya berkunjung ke Krui lagi saya akan kesana dan menambah daftar Pantai yang sudah saya kunjungi. Semoga bermanfaat yaa ^_^

Okty Imagine ^_^


Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Contest 

"Travelogue Wisata Pantai di Indonesia" Bersama Liang Teh Cap Panda




Senin, 07 Juli 2014

PENGHARAPAN

Windy mendadak jadi pengkhayal semenjak Dani masuk dalam kehidupannya, dan terus memberi mimpi-mimpi baru dalam masa depannya. Seketika Windy bisa jadi penggalau dengan wajah penuh kecemasan menunggu sapaan walau hanya berupa pesan singkat. Seketika pula ia berubah menjadi gadis paling bahagia ketika dilayar ponselnya tertulis sapaan dari pria yang bernama Dani. Windy mengenalnya, tapi jarak memaksa mereka untuk memendam keinginan untuk bertemu. Waktu telah memisahkan mereka hingga akhirnya mereka kembali dipertemukan walau hanya dalam dunia yang semu. Windy tak keberatan akan itu, meski tak bertemu kian lama sapaan lembut Dani, kedewasaan yang selalu menenangkannya lewat perbincangan penuh canda meski hanya lewat udara, tapi Windy merasakannya. Merasakan kehangatan yang mengaliri setiap aliran darah nya, kedamaian yang tak pernah ia dapat dari pria lain. 

Semakin lama itu menjadi candu untuk windy, meski tak setiap hari Dani meneleponnya tapi Windy tak pernah mengeluh, ia menikmati setiap prosesnya. Bahkan ketika seharian penuh Dani tak memberi kabar, Windy tetap bersabar menanti meski terkadang hatinya dipenuhi prasangka yang membuat batinnya terkadang ingin berhenti. Namun, sapaan yang lembut dikeesokan harinya menjadi obat tersendiri untuknya. Bagaimana tidak, hanya sekedar kata “hai” saja sudah bisa menenggelemkan windy dalam mimpi-mimpi indah yang kian hari terus hadir dalam setiap tidurnya. Meski lama tak bertemu masih terekam jelas sosok Dani dibenaknya, caranya berjalan, caranya tersenyum, semuanya menjadi sebuah keutuhan yang tak pernah akan ia lupakan sampai waktu mempertemukan mereka kembali.

Dikala doanya Windy tak pernah henti melafalkan setiap kata demi kata yang terselip nama Dani didalamnya. Windy selalu berharap suatu saat nanti penantiannya berbuah manis, menjadikan semua mimpinya menjadi nyata. Mungkin ini terdengar lucu bagi sebagian orang yang tak mengenal apa arti dari sebuah penantian, tapi tidak bagi Windy tak pernah ada keraguan dalam hatinya untuk tetap bertahan dalam kerinduan akan calon imam nya kelak. Meski Dani tak pernah berucap cinta, tapi Windy yakin hati mereka telah terpatri dalam satu tujuan yang kelak akan menjadi nyata. Tak perlu kata cinta untuknya, Windy hanya butuh pembuktian akan kemantapan hatinya untuk berhenti di satu nama yaitu Dani. Butuh waktu untuk menjalani setiap proses menuju kebahagian yang kelak akan ia temukan dari sosok lelaki yang tak pernah henti ia kagumi.

Meski harus diam dalam kerinduan yang kian hari kian memuncak, meski harus berdiam dalam perasaan yang tak menentu, Windy tak pernah peduli, seberapa lama pun itu ia akan tetap berdiri pada satu hati, pada satu nama yang telah terangkai rapi dihatinya. Ini bukan tentang perkara cinta atau tidak cinta, tapi tentang penantian yang tak pernah mengenal batasan, tentang menjaga kesucian dalam diam dan pengharapan.

Sayang, meski ini tak mudah aku tahu jalanmu menujuku.
Sayang, meski ini semu aku tahu hatiku yang kau tuju.
Sayang, meski hanya perbincangan lewat udara, aku tahu hatimu telah disini.
Sayang, teruslah berjalan, hingga kau menemukan jalanmu pulang, disini, dihatiku.
Teruntuk calon imamku.


Senin, 24 Februari 2014

SEPASANG MATA

SEPASANG MATA

“Ada cahaya disitu!” Ucap Gani dengan raut wajah kagum.
“Dimana?” Ola tersentak dan menatap Gani heran.
“Itu disitu..di kedua bola matamu, ada cahaya terang disitu ada kedamaian setiap kali mataku menatap matamu” Pandangan Gani terus tertuju pada sosok wanita didepannya, menatap sepasang mata yang indah penuh kehangatan.

Lagi-lagi Ola tersentak, wajahnya memerah sempurna tangan sebelah kirinya refleks terangkat menutupi pipi sebelah kirinya, matanya yang sendu sesekali berkedip memperlihatkan kelentikan bulu matanya yang disempurnakan oleh maskara dan eye liner membuat sepasang bola mata itu makin terlihat hidup dan tajam, rambut hitamnya berkibar tertiup angin, bibirnya yang tipis berhiaskan gincu berwarna peach menyimpulkan senyum tipis, semakin lama senyum itu semakin lebar memberi kesan ramah pada raut wajahnya.

Sedangkan sosok lelaki dihadapannya, tak berhenti menatap sosoknya penuh kekaguman memancarkan sinar kebahagian dari wajah orientalnya, matanya terlihat begitu tajam seperti elang yang sedang terbang tinggi dengan seketika menukik tajam kepermukaan air ketika melihat mangsa, rambut ikalnya terlihat acak-acakan karena diterpa angin bulan Agustus.

“La, coba lihat awan hitam itu, sepertinya tak lama lagi akan turun hujan” Gani mencoba memecah suasana, membuyarkan lamunan sosok sempurna dihadapannya, wanita penuh kelembutan yang selalu menjadi tempat untuknya kembali pulang, sosok yang selalu memberi kenyamanan, ada sepasang mata yang tak pernah bosan ia pandangi, yang dengan menatapnya ada cahaya masa depannya disitu, ya di kedua bola matanya.

Ini ketiga kalinya Ola tersentak, entah mengapa ia selalu kehabisan kata-kata setiap kali Gani menatap matanya seperti itu, perasaan risihnya tak lagi jadi perkara tertutupi oleh bahagia yang menyeruak sekaligus haru yang mendera. Dengan lirih Ola menjawab “iya, akan turun hujan sebentar lagi” kali ini Ola tertunduk matanya tak lagi berani menatap pada laki-laki dihadapannya.

Gani menangkap ekspresi berbeda Ola petang itu, dengan lembut Gani menyentuh dagu wanita dihadapannya ada tetes air menyentuh jemari Gani, dengan perlahan ia mengangkat wajah Ola wajahnya sudah basah dialiri air mata yang kian lama kian menderas. Seperti biasa, Gani mendadak melemah tubuhnya terasa dingin, ia tak pernah sanggup melihat Ola menangis, dengan sisa-sisa tenaganya Gani mencoba menyeka air mata itu, menenggelamkan wajah Ola dalam pelukannya, lebih baik seperti ini, lebih baik Ola tak melihat ia menangis, Gani tak pernah memperlihatkan kesedihannya dihadapan Ola. Tak pernah rela rasanya membiarkan wanita yang dicintainya meneteskan air mata tak berkesudahan, Gani tak ingin mimpi dan harapan yang selalu ia lihat pada sepasang mata yang sangat ia kagumi itu hilang tersapu oleh genangan air mata yang kian menderas itu.

“La, berhentilah menangis, biarlah aku kehilangan dirimu, tapi tidak dengan mimpi-mimpi dan harapan itu, kamu boleh bersedih tapi jangan kamu luruhkan masa depanku, tujuan hidupku yang selalu terpancar dari sepasang mata yang tak pernah henti aku kagumi” dengan lantang Gani berucap, mencoba meyakinkan sosok yang ada dipelukannya itu bahwa semua akan baik-baik saja.

“Kamu pernah bilang, tak ada yang lebih menyedihkan daripada menangisi hal yang seharusnya tak perlu ditangisi. Ada laki-laki yang telah siap mendampingimu saat ini, sosok yang tak pernah kamu fikirkan perasaanya setiap kali kamu mengunjungiku dan berucap cinta padaku. Ada yang lebih berhak menyentuhmu, mengusap derasnya air matamu, orang yang tak pernah kamu beri kesempatan untuk menggantikan sedihmu menjadi tawa bahagia, yang tak pernah kamu izinkan menatap indahnya sepasang mata itu, yang selalu kamu abaikan keberadaannya hanya karena satu alasan, kamu masih mencintaiku. Bukankah itu terdengar lebih menyedihkan? Keegoisanmu perlahan telah menyakiti perasaanya. Jangan biarkan hatimu ditutupi oleh keresahan yang tak pernah menjadi sebuah kemantapan hati jika kamu terus menyesali dan berucap tak peduli. Aku masih disini masih menyimpan rapat cinta yang seharusnya telah aku tenggelamkan kedasar hati yang paling dalam, dan membiarkan cinta yang lain masuk menggantikannya. Aku tak pernah mampu, tapi aku tegaskan sekali lagi padamu, aku tak mau menyakiti orang lain karena kebodohanku sendiri, ini kesalahanku membiarkanmu sendiri menunggu hingga tiga tahun lamanya, membuat kedua orang tuamu murka, melihat putri kesayangannya menunggu tanpa ada kejelasan dariku. Aku tak ingin lagi menyalahkan keadaan, mengutuk semua yang telah terjadi. Azra sudah menjadi jawaban untuk penantianmu selama ini, menggantikan orang paling bodoh yang terlena akan kenikmatan duniawi hingga melupakan wanita yang dengan setia bertahun-tahun menantiku. “

Gani melepaskan pelukannya kedua tangannya mencengkram erat pundak Ola, menatapnya tajam. Ola mencoba menerka dan mengartikan tatapan Gani sore itu, lalu mengalihkan pandangannya keluar kaca mobil, rintik hujan mulai membasahi taman kota sore itu, tampak orang-orang berlarian mencari tempat untuk berteduh. Tatapannya kembali pada Gani, “Maafkan aku, maaf atas keegoisanku, tak seharusnya aku berada disini, seharusnya aku seperti sepasang suami istri itu, Ola memandang kearah sepasang suami istri penjual mie ayam yang setiap hari mangkal ditaman itu, mereka bahu membahu merapihkan dagangannya agar tak basah terkena air hujan, ditengah kesibukannya sang isteri masih sempat membuatkan kopi untuk suaminya. Seharusnya aku ada dirumah bersama Azra menyeduhkan kopi hangat untuknya, bercerita banyak tentang pekerjaannya. Aku bahkan tak pernah bertanya apa makanan kesukaannya, aku mengerti sekarang mengapa kamu tak pernah mengizinkan aku mengunjungimu, karena memang sudah ada orang lain tempatku berbagi dan mengabdi. Maaf sudah banyak merepotkanmu, tapi apa Azra mau memaafkanku? Setelah apa yang telah aku perbuat padanya?” Ola menarik napas panjang dan mencoba menyeka sisa air matanya.

“Tak pernah ada kata terlambat untuk memperbaiki keadaan la, lakukanlah yang terbaik selama kamu masih diberi kesempatan untuk berbuat baik, Azra laki-laki yang baik, aku bahagia karena tuhan telah menitipkan kebahagianku pada orang yang tepat, seorang suami yang dengan sabarnya menunggu hingga waktu menyadarkanmu bahwa hatinya selalu terbuka untukmu. Aku mohon la, jangan sakiti Azra, jangan mengorbankan orang lain atas kebodohan aku. Aku akan bahagia melihatmu bahagia bersamanya, kamu tak perlu menangis lagi karena itu akan menyakiti aku dan azra. Sebentar lagi Azra menjemputmu, aku sudah ceritakan semua padanya dan kamu tak perlu khawatir Azra akan membencimu, karena ia selalu mencoba memahami apa yang kamu rasakan. Perbaikilah yang harus kamu perbaiki, bahagiakanlah dia karena itu akan membuatku bahagia.”

Ada seseorang yang mengetuk pintu kaca mobil Gani, Ola pun seketika menoleh dan berdecak kaget melihat suaminya dengan senyum ramah membawakan payung untuknya.

“Pulanglah la, Azra sudah menjemputmu” Ola pun membalas dengan senyum simpulnya bergegas membuka pintu mobil dan menghampiri Azra.

“Terima kasih Gan sudah menjaga Ola” Azra menutup pintu mobil Gani dan meraih jemari Ola dibalas dengan pelukan hangat istrinya. Mereka membiarkan mobil Gani berlalu pergi, bersama kebahagian baru yang coba mereka bangun bersama dibawah rintiknya hujan, Azra menatap sepasang mata dihadapannya, meraih mimpi dan harapan pada kedua bola matanya, berharap kesedihan-kesedihan itu tersapu terbawa air hujan sore itu bukan oleh air mata.
                                                               
=== THE END ===
Okty Imagine ^_^




Rabu, 13 November 2013

Menghemat Air Dengan Sistem Grey Water

Menghemat Air Dengan Sistem Grey Water



 Sayembara Penulisan Blog PUAir merupakan zat yang paling penting dalam kelangsungan makhluk hidup setelah udara. Karena sekitar tiga per empat bagian dari tubuh kita terdiri dari air, dan menurut penelitian tak ada seorang pun yang dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air. Volume air dalam tubuh manusia rata-rata 65% dari total berat badannya, dan volume tersebut sangat bervariasi pada masing-masing orang, bahkan juga bervariasi antara bagian-bagian tubuh seseorang. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan jelas air sangat sekali manfaatnya untuk kita semua dapat dibayangkan pula bagaimana kelangsungan hidup manusia jika tidak ada air.  


Fenomena kelangkaan air bersih.
Kita sering melihat dibeberapa daerah di Indonesia sering mengalami kelangkaan air bersih, bahkan bukan hanya di Indonesia diberbagai belahan dunia pun krisis air bersih telah menjadi persoalan yang mengkhawatirkan. Di Indonesia sendiri banyak penyebab yang menciptakan kelangkaan air bersih ini  selain perubahan iklim yang cukup ekstrem. Penyebab utamanya adalah eksploitasi besar-besaran air tanah yang tidak hanya mengakibatkan terjadinya kelangkaan air, tetapi juga mengakibatkan penurunan permukaan tanah (land subsidence) terhadap permukaan air laut. Ditambah laju pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang kian hari kian bertambah. Ketidakseimbangan  jumlah penduduk dan ketersediaan air ini dikhawatirkan akan memunculkan konflik baru yang dapat meluas secara global.

Oleh karena itu kita sebagai generasi muda harus memiliki gagasan dan ide-ide baru untuk terus menmpertahankan kelangsungan hidup orang banyak. Melalui tulisan saya ini saya akan mencoba membahas tentang pengolahan air yang memanfaatkan air pembuangan dari rumah atau kantor untuk digunakan kembali sebagai keperluan lainnya atau yang biasa disebut dengan Grey Water.


Sebelumnya kita harus bisa membedakan apa itu Grey Water dan apa juga yang disebut dengan Black Water. Grey Water yaitu air pembuangan yang berasal dari air bekas mencuci (cuci baju atau cuci piring) dan mandi. Sedangkan Black Water yaitu air pembuangan yang berasal dari air bekas pembuangan yang ada di toilet. Dan pemisahan antara Grey Water dan Black Water sangat perlu dilakukan yang nantinya air bekas cucian dan mandi tersebut akan masuk ke pipa pembuangan air khusus yang kemudian ditampung pada sebuah bak yang dilengkapi dengan filter untuk membersihkan air tersebut. Dan setelah air tersebut menjadi bersih lagi dan tidak berbahaya maka air tersebut bisa digunakan untuk keperluan lain seperti mencuci mobil, menyiram tanaman sampai air untuk toilet.

Memang dari penjelasan tersebut Grey Water adalah sistem yang sangat sederhana, namun kaya manfaat setidaknya kita bisa menghemat penggunaan air. Pengolahan kembali grey water bisa dengan alat yang berharga ratusan juta atau bisa juga menggunakan alat yang sangat sederhana dan mudah dibuat sendiri dengan bahan-bahan seperti pasir, ijuk, koral, arang, dan sebuah drum. Namun pembuatan grey water harus ditangani dengan baik, karena jika tidak akan berpengaruh buruk pada kualitas air dan menimbulkan penyebaran penyakit dilingkungan sekitar. Namun jika grey water bisa dikelola dengan baik maka bukan tidak mungkin akan menmberikan kontribusi yang bermanfaat untuk lingkungan sekitar. 

Jika saja di Indonesia sistem pengolahan air sisa pembuangan Grey Water ini bisa diterapkan disetiap rumah di Indonesia, berapa banyak jumlah air yang bisa kita hemat? Dengan demikian paling tidak kita bisa meminimalisir terjadinya kelangkaan air bersih untuk masa mendatang. Meskipun masih banyak yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya kelangkaan air tersebut, namun setidaknya kita bisa mencoba dengan cara yang bisa dibilang sangat sederhana. Rasanya sangat disayangkan sekali jika ada alternatif untuk mendaur ulang air sisa pembuangan dan menjadi air bersih yang bisa dipergunakan kembali seperti grey water ini hanya menjadi wacana saja tanpa ada pembuktian nyata dari banyak pihak. 

Mungkin saya pribadi pun tidak banyak memilki pengetahuan dibidang ilmu pengetahuan teknologi seperti ini, namun saya bisa memahami dampak besar yang bisa dihasilkan apabila bisa memaksimalkan fungsi dari pembuatan Grey Water tersebut.

Terakhir mungkin saya hanya bisa berpesan yang paling terpenting adalah bagaimana kita tetap bisa menjaga kelestarian lingkungan sekitar agar tetap bisa memberikan kontribusi yang positif untuk kelangsungan hidup manusia. Dengan terus menjaga bumi ini, bukan hanya kelangkaan air bersih yang bisa kita atasi tapi berbagai zat-zat penting lainnya yang dibutuhkan oleh manusia.  


Okty Imagine ^_^

Sumber Gambar : Google Image



Senin, 11 November 2013

Meski Tak Nyata itu Tetap Cinta

Meski Tak Nyata itu Tetap Cinta

Masih menatap sendunya hidup, ditengah keramaian aku merasa sepi sendiri. Kamu sosok sempurna yang mengisi hari-hari sepi menjadi penuh warna yang mengubah mendung menjadi hujan yang menyejukkan, menciptkan pelangi setelahnya dalam hidupku. Aku tahu kamu telah membenciku, entah itu benar dari dirimu atau hanya bualan semata untuk menunjukkan betapa kuatnya dirimu tanpa aku. 

Dipenghujung jalan yang sunyi, aku selalu membayangkan betapa indahnya kebersamaan ketika kita masih sama-sama merajut asa menciptakan mimpi menjadi nyata. Tak pernah sedikit pun terbersit dalam benakku untuk meninggalkan kamu membuat kisah kita hanya jadi tinggal kenangan.

Malam ini masih dengan kesibukan menghentakkan jariku di keyboard laptop ditemani secangkir susu coklat panas dan alunan musik bertemakan cinta yang bergantian menyapa ringkihnya hati. Sesekali aku meneteskan air mata dan mencoba kembali mengusapnya agar tak tumpah seperti saat rindu kembali menyeruak dalam sepinya malam. Biarlah malam ini aku mencoba menepati janjiku untuk tidak menjadi sosok perempuan yang dipenuhi tangisan kesedihan. Aku mencoba menguatkan hati agar tetap bisa melangkah diatas duri-duri tajam yang menggoreskan luka tak berujung. 

Aku sering menangis ditengah rintiknya hujan dan sesekali menyebutkan namamu berharap hujan dapat mengantarkan sepenggal kata penuh makna "rindu". Aku masih sering mengunjungi tempat dimana kita sering duduk semeja dan bercerita banyak tentang aku dan kamu. Aku masih dengan rutinitas bangun malamku hanya untuk sekedar menguntai doa agar kamu selalu diberi kesehatan lalu memeluk boneka pemberianmu dan menciumi baunya, samar-samar aku masih bisa mencium wangi parfummu. Dan aku masih selalu membawa namamu dalam setiap doa dan sujudku.

Biarlah kamu berkata yang tidak-tidak tentangku toh sepahit apapun itu aku masih bisa memaafkan dan selalu menganggap itu semua hanya sebuah kekhilafan. Biarlah kata-kata pahit yang pernah terlontar dari bibirmu menjadi cambuk semangat agar aku tak lagi terpuruk. Dan biarlah hujan malam ini mengantarkanku pada sebuah mimpi indah denganmu. Karena sejatinya meski tak bertemu dalam dunia nyataku, mimpi bertemu denganmu sudah cukup menyimpulkan senyum ketika aku terbangun dari tidurku.

Okty Imagine ^_^





Senin, 04 November 2013

Hai Selamat Pagi

Hai Selamat Pagi ^_^

Seperti hari-hari biasa, Agni mengawali harinya dengan penuh semangat menembus kemacetan ibukota, berkejar-kejaran dengan waktu, sambil sesekali mencari celah diantara mobil-mobil yang terjebak kemacetan pagi itu. Agni sangat lihai mengendarai sepeda motornya Chiko namanya, Agni terisnpirasi dari film yang bejudul “Hachiko” yang bercerita tentang seekor hewan peliharaan anjing yang sangat setia terhadap majikannya, yaa sambil menguntai harapan agar si Chiko motornya pun bisa setia menemaninya kemana pun ia pergi.

Setelah empat puluh lima menit akhirnya Agni bisa bernafas lega karena bisa tiba dikantornya sebelum Enzi tiba. Paling tidak Agni memiliki waktu untuk mengatur nafasnya sebelum Enzi tiba dan menyapanya. Ya, Enzi adalah teman sekantor Agni yang sudah dua tahun menjadi objek khayalan Agni, menjadi orang yang selalu diharapkannya untuk hadir dalam mimpi tidurnya. Beginilah rutinitas Agni ketika sampai dikantornya, duduk manis di meja kerjanya memasang senyum paling indah versinya sendiri, sambil sesekali mengatur detak jantungnya yang selalu berdegup cepat setiap kali Enzi datang dan menyapanya. 

Agni selalu berusaha datang lebih dulu sebelum Enzi datang, karena pernah sewaktu ketika Agni datang terlambat, Agni jadi salah tingkah dihadapan Enzi dan teman-teman sekantornya yang lain, harus terlihat bodoh didepan pria yang ia taksir baginya itu hal yang sangat memalukan. Karena itu Agni bertekad untuk selalu datang lebih awal agar ia bisa tetap terlihat manis dihadapan Enzi. Begitupun ketika jam memasuki jam pulang kantor, Agni selalu berusaha sampai lebih dulu diparkiran motor hanya agar Enzi menyapanya. Entahlah bagi Agni itu hal yang sudah cukup membahagiakan baginya, Agni tak pernah menyimpan keinginan untuk bisa kencan romantis dan akhirnya menjadi kekasih Enzi. 

Hanya dalam hitungan menit Enzi pun tiba dikantor dan seperti biasa ia pun melemparkan sapaan yang sama setiap paginya pada Agni “Pagi ni” sembari melempar senyuman yang menurut Agni senyuman maut yang membuatnya tak pernah bisa melupakan sosok Enzi. Dan seperti biasa juga Agni membalas dengan senyuman termanisnya sembari berkata “Pagi zi”. Hanya seperti itu setiap pagi, namun itu menjadi semangat tersendiri untuk Agni. 

Percaya atau tidak selama dua tahun mengenal dan menyukai Enzi tak pernah sekalipun mereka saling bertanya banyak, hanya sapaan setiap pagi dan ketika pulang kantor itulah yang keluar dari mulut mereka. Sekalipun bertanya paling hanya masalah pekerjaan, dan itu pun hanya pembicaraan ala kadarnya saja. Ya bisa dibayangkan mungkin bagi banyak orang itu rutinitas biasa antara teman sekantor, tapi bagi Agni itu menjadi rutinitas terindah yang diharapkannya ketika pagi datang.

Namun entah mengapa pagi ini Enzi tidak muncul juga dikantornya, Agni berfikir Enzi sakit. Setiap kali Enzi sakit dan tidak masuk kerja, entah mengapa Agni selalu merasa cemas seperti ada yang menusuk-nusuk hatinya sakit sekali rasanya. Agni tak berani bertanya pada temannya yang lain tentang Enzi yang tidak masuk kerja hari ini.

“Ni, ada titipan dari Pak Anwar tadi pagi Pak Anwar bilang kamu sepertinya sangat terburu-buru masuk kantor sampai tidak mendengar ketika Pak Anwar manggil kamu” sembari meletakkan kotak berwarna biru muda di meja kerjanya.

“Apa ini cha?” dengan wajah heran Agni bertanya pada chacha teman sekantornya itu. Dengang raut wajah yang tidak kalah herannya chacha mengangkat bahu tanda tidak tahu lalu beranjak pergi dari meja kerja Agni.

Dengan perlahan Agni membuka kotak tadi, dan menemukan puluhan surat yang tersusun rapi di dalam kotak tersebut. Diatas surat-surat itu ada secarik kertas yang dilipat dua. Dengan gemetar Agni membuka surat itu, dan mulai membacanya perlahan.
                                                                                                                                       
                                                                                                                 Minggu, 30April 2012

Dear Agni,
Hai “Pagi ni”, mungkin ketika kamu membaca surat aku ini, aku sudah tidak berada di Jakarta. Diam-diam aku mendapat promosi ke Kantor Cabang di Samarinda. Ya, mungkin berita ini tidak penting bagimu, namun bagiku ini menjadi hal yang teramat penting untuk aku beritahukan padamu. Entahlah, biasanya aku selalu rindukan pagi, pagi dimana aku bisa melihat wajah manismu disetiap paginya. Meski kita hanya bisa saling menyapa, namun bagiku kamu selalu menjadi semangat dikala aku mengawali hari. Kepindahanku ini menjadi hal yang sangat berat untukku, karena itu tandanya aku harus beranjak pergi dari lingkaran kebahagiaan yang setiap hari aku bawa dan aku jaga dalam hatiku semenjak pertama kali kita bertemu dan kamu menyapa pagiku. Sudah puluhan kali aku menulis surat-surat ini untuk kamu namun ratusan bahkan ribuan kali pula hatiku membunuh keinginan untuk menyampaikannya padamu. Namun kali ini aku sudah tidak punya waktu lagi untuk bersembunyi. Ingin rasanya berbicara banyak denganmu. Jika kamu mau kamu bisa menghubungi nomor ponsel ku, aku menaruh kartu namaku diantara surat-surat ini. Baiklah, senang mengenalmu Agni semoga ada secercah harap untukku.

Enzi Pramudya.

Sambil sesekali menghapus air matanya, Agni memburu kartu nama diantara tumpukan surat dihadapannya. Selembar kartu nama bertuliskan nama Enzi, dan tanpa berfikir panjang Agni mengambil ponselnya.

Diujung telepon terdengar suara lembut seorang pria yang sudah dua tahun dikenalinya “ Hai Enzi, selamat pagi....... "


Okty Imagine ^_^


Kamis, 31 Oktober 2013

SUMUR RESAPAN AIR SOLUSI ATASI BANJIR

SUMUR RESAPAN AIR SOLUSI ATASI BANJIR

 Sayembara Penulisan Blog PU
Saya sempat bingung untuk memilih artikel apa yang akan saya tulis dan saya kembangkan. Maklum saya tidak begitu mengikuti tentang IPTEK karena memang saya sendiri tidak punya background pendidikan dibidang itu. Namun akhir-akhir ini saya sering melihat berita di televisi tentang sumur resapan air yang sedang marak dilakukan di daerah DKI Jakarta. Ya memang ibukota sudah menjadi langganan banjir sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu. Apalagi wajah ibukota sekarang telah banyak berubah, banyak bangunan-bangunan liar yang didirikan dibantaran sungai, gedung-gedung menjulang tinggi, pemukiman penduduk yang padat dan sistem drainase yang buruk pun menambah panjang catatan penyebab terjadinya banjir yang tak kunjung bisa dicarikan solusi yang terbaik. 
Baiklah, kita lupakan dulu masalah banjir di ibukota, sekarang kita mulai membahas apa yang dimaksud dengan Sumur Resapan.

1. PENGERTIAN
Sumur Resapan Air Solusi Atasi Banjir
Sumur Resapan adalah salah satu sumber rekayasa teknik konservasi air berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu yang mempunyai fungi sebagai tempat untuk menampung air hujan. Oleh karena itu, Sumur Resapan itu sudah seharusnya menjadi syarat wajib bagi setiap pendirian bangunan. Bayangkan jika dalam pembangunan semua lahan tertutup oleh bangunan, tidak ada ruang untuk air meresap kedalam tanah, ditambah lagi dengan tidak dibuatkannya parit atau selokan yang memadai, sehingga jika debit air meluap akan menyebabkan banjir. Oleh karena itu sistem drainase yang baik sangat diperlukan dalam pendirian bangunan. Sistem drainase bisa berada dipermukaan tanah yaitu berupa parit atau selokan atau bisa juga berupa gorong-gorong  dibawah tanah.

2. FUNGSI DAN MANFAAT 
Dan kembali berbicara tentang Sumur Resapan, dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sumur resapan berfungsi memberikan imbuhan air secara buatan dengan cara menginjeksikan air hujan ke dalam tanah. 
Manfaat sumur resapan adalah:
1. Mengurangi aliran air di permukaan  sehingga dapat mencegah / mengurangi terjadinya banjir dan genangan air.
2. Mempertahankan dan meningkatkan tinggi permukaan air tanah.
3. Mengurangi erosi dan sedimentasi (proses pengendapan material yang ditransport oleh media air, angin, es, atau gletser di suatu cekungan ).
4. Mengurangi / menahan intrusi air laut  bagi daerah yang berdekatan dengan kawasan pantai.
5. Mencegah penurunan  tanah (land subsidance).
6. Mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah.

3. SASARAN LOKASI DAN BENTUK BANGUNAN

Sumur Resapan Air Solusi Atasi Banjir
Sasaran  lokasi adalah daerah peresapan air  di kawasan budidaya, permukiman, perkantoran, pertokoan, industri, sarana dan prasarana olah raga serta fasilitas umum lainnya. Sedangkan untuk bentuk bangunan peresap itu sendiri dapat dipilih berdasarkan tujuan penerapan bangunan peresap, kondisi alam dan lingkungan pada daerah sekitar rencana lokasi, aspek keamanan, estetika, dan biaya yang tersedia. Bentuk dan jenis bangunan sumur resapan dapat berupa bangunan sumur resapan air yang dibuat segiempat atau silinder dengan kedalaman tertentu dan dasar sumur terletak di atas permukaan air tanah.

Dari apa yang sudah dijelaskan diatas, dapat disimpulkan bahwa Sumur Resapan air sangat diperlukan terutama dalam menjaga ekosistem alam, dimana agar terjadi keseimbangan antara manusia dan alam. Betapa menyedihkannya bila melihat fenomena banjir di ibukota yang belum kunjung menemukan solusi. Dan sudah seharusnya kita sebagai generasi muda terus mencoba mengembangkan tekonologi yang bermanfaat seperti ini, agar bisa terus memberikan kontribusi yang positif bagi kelangsungan hidup orang banyak.

Okty Imagine ^-^

Sumber gambar : Google Image


Senin, 28 Oktober 2013

LILI DAN RANTING POHON

Lili dan Ranting Pohon
Ada kisah tentang Lili dan Ranting Pohon. Lili adalah seorang gadis cantik yang sangat cerdas. Ia tidak pernah menyombongkan kelebihan yang ia miliki, ia selalu menolong sesamanya yang membutuhkan. Lili selalu membantu warga kampung untuk bercocok tanam. Kemampuannya bercocok tanam bisa dibilang sangat baik, itu semua Lili dapat dari ayahnya yang dulunya adalah seorang petani yang hebat. Ayahnya pun sama baik hatinya seperti Lili, ayahnya tak pernah pelit untuk berbagi ilmu bercocok tanam. 

Namun hidup tidak selalu mulus seperti yang dibayangkan, meski selalu berbuat baik masalah-masalah itu selalu datang. Ada segelintir orang yang tidak menyukai Lili, itu semua didasari rasa iri hati mereka karena Lili mempunyai banyak kelebihan. Mereka selalu berusaha menjatuhkan Lili, memfitnah, menghujat, bahkan pernah suatu ketika warga kampung dihasut oleh orang-orang tadi agar membenci Lili hingga mereka merusak dan membakar rumah yang Lili tempati bersama ayahnya itu. Lili selalu berbesar hati dengan sikap orang-orang itu, ia tidak pernah sekalipun membenci orang-orang yang amat membencinya itu. Ayahnya pun selalu mengajarkan untuk tidak dendam pada siapapun termasuk orang-orang yang telah menyakitinya. 

Ketika Lili sudah tidak mempunyai apapun, ia dan ayahnya memutuskan untuk tinggal ditengah hutan, dan memulai bercocok tanam disana. Mereka membuat gubuk sederhana yang nyaman untuk ditempati lalu mulai membuat ladang baru. Namun Lili tak pernah sekalipun dendam dengan orang-orang yang sudah membakar rumahnya, ia tetap selalu memperhatikan kondisi ladang para warga di kampungnya dulu. Diam-diam Lili selalu mengamati perkembangan ladang milik warga. Suatu ketika kekeringan melanda, ladang warga pun dipastikan gagal panen. 

Namun Lili dan ayahnya sudah mengantisipasi dengan membuat kincir air yang dialirkan dari sungai abadi yang berada ditengah hutan. Lili sangat khawatir dengan ladang-ladang milik warga yang mengalami kekeringan itu, namun ia tak mungkin kembali lagi kesana karena semua orang disana telah dihasut sehingga membenci ia dan ayahnya. Maka Lili dan ayahnya pun diam-diam pada malam hari mencoba mengalirkan air dari kincir air yang dibuatnya ke ladang-ladang milik warga. 

Hingga pada suatu malam dimana Lili dan ayahnya sudah berhasil mengalirkan air, mereka dipergoki warga kampung. Maka warga kampung yang murka pun menghakimi Lili dan ayahnya tanpa ampun. Ayahnya pun menghembuskan nafas terakhirnya malam itu, dan meninggalkan Lili seorang diri. Keesokan harinya Lili duduk disebelah pusara ayahnya yang dimakamkan tepat dibawah sebuah pohon yang rindang, ia merasa ini tidak adil, ia pun menangis terisak. Lalu tiba-tiba ada ranting pohon yang jatuh tepat disebelahnya, dan muncullah seorang kakek renta yang kemudian ikut duduk disebelah Lili. 

Lili terkejut dan menatap kakek itu sendu, ia mengamatinya dan merasa tidak pernah melihat kakek itu sebelumnya. Namun kesedihan yang mendalam membuat Lili enggan untuk bertanya, ia masih melanjutkan tangisnya dan tidak menghiraukan kakek tua itu. Tiba-tiba kakek itu membuka pembicaraan dengan berkata "ayahmu sudah tenang disana, ia sangat beruntung karena telah memiliki putri yang baik hati seperti kamu". Lalu dengan enggan Lili menatap kakek itu sambil bertanya "kakek siapa?". Kakek itu pun menjawab "kamu tidak perlu tahu siapa aku, namun aku tahu kamu dan ayahmu adalah orang yang sangat baik". 

Kali ini emosi Lili terpancing ia sangat ingin ayahnya kembali seraya berkata "jika aku dan ayahku orang baik, mengapa kami harus diperlakukan seperti ini?". Lalu si kakek pun mengambil ranting pohon yang terjatuh tadi dan memperlihatkannya kepada Lili. Lihat ini nak, ranting pohon ini terlihat kecil dan tak bernilai. Namun coba kau lihat, ranting pohon ini meski telah dipatahkan, dijatuhkan, bahkan dibakar sekalipun tetap bisa memberikan manfaatnya. Lili semakin tak mengerti "apa maksudnya?". 

Begini, ranting pohon ini sangat berguna untuk kehidupan manusia, sebelum digunakan ia akan dipatahkan, dijatuhkan, kemudian baru dibakar, namun ranting-ranting ini tetap bisa memberikan manfaat untuk kita semua, dari ranting-ranting inilah muncul api yang bisa dipergunakan untuk memasak, menghangatkan tubuh, dan sebagainya. Namun ranting ini pun bisa menciptakan api yang bisa membakar dan menghanguskan seluruh isi kampung. Tapi, ranting ini sangat jarang dipakai untuk menghancurkan, lebih sering digunakan untuk hal yang bermanfaat. 

Jadi sebenarnya kita sebagai manusia pun harus memiliki hati yang sangat lapang, meski telah dipatahkan berkali-kali, dijatuhkan berkali-kali pula, bahkan harus dihancurkan sekalipun, kita masih mempunyai banyak kemungkinan untuk tetap memberikan manfaat bagi sekitar kita. Tuhan selalu tahu yang terbaik untuk kita, dan memberikan yang terbaik meski dalam keadaan yang sulit sekalipun. Kamu seharusnya tetap semangat dan terus memberikan banyak manfaat untuk orang lain termasuk yang membencimu sekalipun. Tunjukkan jika kamu kuat, dan terus berdoa agar ayahmu ditempatkan ditempat yang paling baik. 

Kakek itu pun menutup perkataannya dengan tersenyum, Lili pun menghapus air matanya, namun kakek itu pun menghilang seketika. Dan tak lama datang segerombolan warga menghampiri Lili dan meminta maaf atas kesalahan mereka, mereka baru menyadari jika yang dilakukan Lili dan ayahnya malam itu adalah hal yang sangat membantu mereka. Lili pun dibuatkan rumah baru dikampung itu, dan kembali diterima oleh warga desa.

Okty Imagine ^_^


Minggu, 27 Oktober 2013

Gunung VS Wedges

Ini kisah nyata lhoo..pertempuran antara jalanan bebatuan pegunungan dan sepatu wedges. hehe
Jadi tepatnya sabtu, 26 oktober 2013 kemaren, baru 2 hari yang lalu saya, beserta ketiga teman saya yaitu, Pia, Andy, dan Tama, sama-sama pergi ke kawasan Gunung Bunder Bogor. Maksud dan tujuan kita itu untuk mengadakan survei lokasi outbond untuk acara kampus. Sebenarnya ceritanya sudah complicated dari sehari menjelang keberangkatan kita. Dari masalah susah cari tebengan, ribet masalah waktu, sampe akhirnya Pia yang harus berjuang dari bekasi, pulo gadung, tanjung priuk, sampe ke Bogor *teposs* haha. Janjiannya jam sembilan pagi tapi Pia dan Tama baru dateng jam 2 siang *jam karet* haha. 

Berangkat jam dua dari Pomad dibawah terik matahari yang menyengat kulit waktu itu, kita berempat berangkat dengan penuh rasa was-was *takut nyasar* hihi. Yaa dan bener aja ditengah perjalanan Pia dan Tama ketinggalan, kemudian sempat salah belok harusnya belok kanan dia malah belok kiri, alhasil kita harus bersabar nunggu mereka puter balik. Jam sudah menunjukan ke angka tiga, tapi kita masih belum sampai juga ke lokasi yang dimaksud. Berbekal petunjuk dari bapak-bapak tua yang bilang kita disuruh ikutin terus angkot 03 Ciapus yang ada tulisannya FATEN ( saya angguk-angguk tanda ga ngerti sebenernya waktu itu, entah apa itu FATEN yang saya tau cuma angkot 03 ajaa ) tapi akhirnyaa kita memantapkan hati untuk jalan terus. Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore, tapi kita belum sampai juga di lokasi yang kita maksud, entah sudah berapa curug yang kita lewati, tapi Curug Pangeran yang kita maksud belum terlihat juga. 

Bertanyalah kita pada akang2 penjual bakso disekitar lokasi pernikahan, ingin mampir rasanya makan makanan gratis di tempat prasmanan, haha. Setelah bertanya kita disuruh belok kanan, ternyata jalanannya jalan tikus, mampirlah kita beli minuman dulu. Terus melanjutkan perjalanan. Dan akhirnya saya mengerti yang dimaksud Bapak tua tadi benar saja angkot yang ke arah Gunung Bunder itu ada tulisan FATEN didepannya haha. Makin keatas, makin terlihat pemandangan yang menakjubkan, berkali-kali menahan keinginan untuk foto-foto tapi setelah memasuki kawasan gunung halimun salak tepat pada batu besar kita memutuskan untuk berfoto sejenak *daripada nyesel* haha. Jam menunjukkan pukul setengah empat sore, hari makin sore dan kita pun memutuskan cepat-cepat meneruskan perjalanan sampai ke lokasi. 

Sampailah kita dilokasi Curug Pangeran. Jalanan bebatuan dan licin menyambut kita berempat, karena andy gak sanggup boncengin saya, *keberatan kali yah* saya pun turun dan memilih berjalan kaki sambil bersusah payah mengatur nafas. Sampai diatas ternyata terdapat beberapa villa ramai sekali karena sedang disewa oleh ibu-ibu PKK Kelurahan. hampir pukul setengah lima sore kita memutuskan untuk pergi ke Curug Pangeran yang di maksud, untuk sampai di air terjun dibutuhkan waktu kurang lebih 10 menit perjalanan. 

Tapi jalanannya bebatuan beberapa kali Saya dan Pia kesulitan berjalan karena kita berdua memakai sepatu wedges WOW gak nyangka sepatu wedges kita sangat menyulitkan untuk berjalan disana, kita berdua gak nyangka kalo bakal ngelewatin jalanan seperti itu, kirain cuma liat villa dan selesai. Sampai-sampai Tama keceplosan ngomong "lagian kalian udah tau ke Gunung, eh pake wedges" ahaha *nusuk*. Akhirnya sepatunya pun kita lepas dan ditenteng aja daripada jatoh, tapi saya gak tahan sakitnya nginjek bebatuan itu, saya lebih memlilih memakai kembali sepatunya, dengan resiko bakal terjatuh. Sampai juga di Curug Pangeran, iiihh baguuss airnya keliatan hijau pengen nyemplung rasanya. 

Lima menit berfoto tiba-tiba mendung datang, dan langit pun semakin gelap, kami cepat-cepat naik dan bergegas pergi ke villa. Namun hujan semakin deras, jalanan setapak itu pun semakin tak terlihat, saya yang ketakutan pun sudah gak peduli lagi dengan sepatu wedges yang saya pakai. Berkali-kali saya berteriak karena hampir terepeleset, kita saling berpegangan jalan secepat mungkin, berkejaran dengan hujan, berjuang mengatur nafas yang hampir habis rasanya. Sampai diatas ada saung yang menjual makanan dan minuman, kita pun berteduh di saung itu sambil minum teh anget dan mie rebus.

Sampai maghrib hujan baru reda, dan kami cepat-cepat pergi ke villa yang kita survei untuk ketemu sama yang empunya villa, Pak Umar namanya. Orang-orang yang sedang menyewa villa tersebut sedang bersiap untuk mengadakan acara malam itu. Kami bertanya pada salah satu panitia untuk meminta nomor HP Pak Umar setelah dapat kami pun memtuskan pulag. Dan ternyata usut punya usut pamali katanya kalau kita pergi ke Curug itu kalo udah sore soalnya jika sore suka ada air bah yang datang tiba-tiba dan pernah ada korban hiihhh sereeemm. Dan saya pun tobat deh pake wedges ke daerah pegunungan gituu, sampai rumah gak bisa tidur karena kaki pegel dan sakit-sakit semua. Dan pas paginya saya baru sadar kalo ditelapak kaki saya ada tanda biru lebam entah kena apa itu huhu :(. 

Okty Imagine ^_^

Selasa, 08 Oktober 2013

Cinta Pertama Romlah dan Gerobak Sayur Part 2

Cinta Pertama Romlah dan Gerobak Sayur Part 2

Sampai dirumah sakit Romi langsung ditangani oleh dokter. Romlah pun hanya bisa menangis dan menangis, betapa rindunya dia pada sosok pria berkacamata itu. Lalu, tak lama ada seorang perawat bertubuh tambun dan memberinya dompet beserta telepon genggam milik Romi. Mba ini punya pacarnya! Dengan muka sinis dan seperti tak rela jika pria setampan Romi memilik pacar dengan dandanan awut-awutan seperti Romlah. Tapi, Romlah tak peduli justru hatinya berbunga-bunga karena dia disangka pacarnya Romi, padahal mereka Cuma mantan pacar. 

Lalu, Romlah mulai berfikir untuk mencoba menghubungi nomor telepon orang-orang terdekat Romi. Berhubung Romlah sedang tidak punya pulsa, dia pun mencoba menghubing Romi dengan telepon genggamnya. Lalu dicarilah kontak teleponnnya satu persatu. Ketemu Mimi,mimi adalah adik dari Romi, Romlah sempat mengenalnya dulu ketika mereka masih berpacaran. Lalu dengan sigap Romlah menekan tombol Call di HP Romi. Lalu, terdengar suara wanita diujung sana “ Maaf pulsa anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan “. Sial! Ternyata HP Romi pun tidak memiliki pulsa. Lalu Romlah pun mencoba mengetik SMS yang isinya “ Mimi, Romi kecelakaan, sekarang sedang berada dirumah sakit Tumbuh Kumbang ruangan ICU ya. Romlah “.

Sampai sore Romlah menunggui Romi yang berbaring ditempat tidur rumah sakit. Sambil sesekali ia mencuri-curi pandang pada mantan pacarnya itu, ternyata dia masih seperti Romi yang dlu dia kenal, tetap tampan.Tapi kenapa Romi sekarang memiliki tahi lalat didekat bibir dan dagunya?.  Lalu, Romi pun tersadar tepat pukul lima sore, dengan sesekali mengaduh dia mencoba bangun dan menyandarkan setengah badannya di ranjang tidur rumah sakit itu. Lalu dengan muka terharu aku mencoba mengamati usaha Romi itu. Sampai pada akhirnya Romi berkata “ Saya dimana? “. Loh? Kok makin tidak mirip dengan Romi yang dulu dia kenal yah?. Ah mungkin memang sekarang Romi sudah berubah. Lalu, Romi pun menambahkan kata-katanya “ kamu siapa? “. 

Kali ini Romlah benar-benar kaget, bagaimana bisa Romi melupakannya?. Romii, ini Romlah, masa kamu lupa. Dengan berusaha memasang senyum termanisnya Romlah mencoba mengingatkan Romi. Romlah? Siapa?. Tanya Romi dengan penuh kebingungan. Lalu pintu kamar pun terbuka keras, dilihatnya seorang gadis cantik masuk dengan tergesa-gesa. Pipiiii..teriaknya sambil menghambur dan memeluk Romi erat. Romlah pun merasa tersingkir, merasa dirinya tak lebih dari ikan teri yang sudah menyelimuti tubuh Romi tadi. 

Mimiii...teriak Romi kencang dan membalas pelukan sang mimi nya itu. Tanpa menghiraukan seonggok wanita dengan rambut awut-awutan yang sedari tadi menatap mereka berdua dengan tatapan heran. Si Mimi itu pun tersadar bahwa ada yang mengamati mereka sedari tadi, dilepaskannya pelukannya itu lalu berkata “ maaf kamu Romlah yang tadi SMS saya ya? “. Tanya wanita itu anggun. Dengan gelagapan Romlah pun menjawab “ Iya saya Romlah yang tadi SMS Mimi “. Mimi nya mana ya?. Tanya Romlah polos. Lalu si wanita itu pun menjawab “ saya mimi, itu panggilan sayang yang diberikan suami saya ini, terima kasih ya sudah menolong dia “. Hah? Suami?. Tanya Romlah kaget. Iya dia suami saya, jawab si Mimi gadungan itu. Romiii...kamu sudah menikah?  Tanya Romlah getir. Romii..? jawab si Mimi gadungan. 

Dia suami saya namanya Romedal Prakasa biasa dipanggil Rome. Hah? Lalu Romlah pun membuka dompetnya dan mengeluarkan selembar foto ukuran dompet yang sudah terlihat kucel itu, namun objek fotonya masih terlihat jelas. Hah? Ternyata tidak mirip. Romi mantan pacarnya itu tidak memiliki tahi lalat dan lesung pipit seperti yang dimiliki Romi gadungan yang ada didepannya ini. Maaf saya salah orang. Sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya, malu. Lalu Romlah pun cepat-cepat mengambil tasnya dan menghambur keluar ruangan itu. Romlah pun tertawa getir dan tak henti-hentinya mengumpat dirinya sendiri, mana bisa gue salah ngenalin orang, apalagi dia cinta pertama gue.

Dengan gontai Romlah berjalan keluar menyusuri lorong-lorong rumah sakit, dan terdengar orang-orang disekitar bergumam “ bau ikan asin ih..bau ikan asin” sambil sesekali meliriknya. Namun Romlah tetap tidak perduli, dia tetap berjalan kedepan, namun yang pasti dia bahagia bahwa Romi nya tidak apa-apa. Dan berharap bisa bertemu dengan seseorang yang selalu ada dihatinya itu. 
Romiiiiii....Romlah menunggumu.

Okty Imagine ^_^